• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Putusan MK : Tidak Melarang Sekolah Swasta Pungut Biaya
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Pemerintahan

Putusan MK : Tidak Melarang Sekolah Swasta Pungut Biaya

Redaktur III Rabu, 28 Mei 2025
Share
4 Min Read
MK memutuskan pendidikan dasar wajib digratiskan oleh negara / Foto : wikipedia
MK memutuskan pendidikan dasar wajib digratiskan oleh negara / Foto : wikipedia

Aktual.co.id – Putusan Mahkamah Konstitusi terkait uji materiel Pasal 34 ayat (2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) tidak melarang sekolah atau madrasah swasta tertentu untuk memungut biaya dari peserta didik.

Sekolah swasta tertentu yang dimaksud MK, antara lain, sekolah swasta yang menawarkan kurikulum tambahan selain kurikulum nasional dan sekolah swasta yang selama ini tidak menerima bantuan anggaran dari pemerintah.

Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih saat membacakan pertimbangan hukum Putusan Nomor 3/PUU-XXII/2024 di MK RI, Jakarta, mengatakan bahwa Mahkamah memahami tidak seluruh sekolah swasta dapat disamakan dalam hal pembiayaan yang melatarbelakangi adanya pungutan biaya kepada peserta didik.

MK dalam hal ini menyoroti sejumlah sekolah swasta yang menerapkan kurikulum tambahan selain kurikulum nasional, seperti kurikulum internasional atau keagamaan, yang merupakan kekhasan dan dijadikan sebagai nilai jual atau keunggulan sekolah tersebut.

Baca Juga:  Prabowo Posting Penyambutan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Media Sosial

Sekolah swasta seperti itu memengaruhi tujuan peserta didik mengenyam pendidikan dasar di sekolah tersebut. Mereka yang memilih bersekolah di sekolah swasta dengan kurikulum tersendiri tidak sepenuhnya didasarkan atas ketiadaan akses terhadap sekolah negeri, melainkan lebih kepada alasan preferensi.

“Dalam kasus ini, peserta didik secara sadar memahami konsekuensi pembiayaan yang lebih tinggi sesuai dengan pilihan dan motivasinya ketika memutuskan untuk mengikuti pendidikan dasar di sekolah/madrasah tertentu,” kata Enny.

Oleh karena itu, dalam rangka menekan pembiayaan yang dapat membebani peserta didik, MK menegaskan bahwa negara harus mengutamakan alokasi anggaran pendidikan untuk penyelenggaraan pendidikan dasar, termasuk sekolah swasta, dengan mempertimbangkan faktor kebutuhan dari sekolah swasta tersebut.

MK pun menekankan, terkait dengan bantuan pendidikan untuk kepentingan peserta didik di sekolah swasta tetap hanya dapat diberikan kepada sekolah swasta yang memenuhi persyaratan atau kriteria tertentu berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Baca Juga:  Gibran: Jika Tidak Lulus SMA Tidak Mungkin Melanjutkan Jenjang S1 di Singapura

“Hal ini untuk menjamin bahwa sekolah/madrasah swasta yang memperoleh bantuan pendidikan tersebut dikelola sesuai dengan standar yang diatur dalam peraturan perundang-undangan serta memiliki mekanisme tata kelola dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran pendidikan,” kata Enny.

Di sisi lain, berkenaan dengan kebutuhan bantuan pemerintah, Mahkamah mendapati bahwa terdapat pula sekolah swasta yang tidak pernah atau tidak bersedia menerima bantuan anggaran dari pemerintah.

Sekolah tersebut, ucap Enny, menyelenggarakan kegiatan pendidikan dengan berbasis pembayaran dari peserta didik sepenuhnya. Terhadap sekolah swasta demikian, menjadi tidak tepat dan rasional jika dipaksakan tidak boleh lagi memungut biaya kepada peserta didik.

Terlebih, di sisi lain, kemampuan fiskal pemerintah untuk memberikan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan dasar bagi sekolah swasta yang berasal dari APBN dan APBD diakui masih terbatas.

Baca Juga:  Walikota Klarifikasi Terkait Video Viral Mutasi Kepsek SMPN 1 Prabumulih

Oleh karena itu, meski tidak melarang sekolah swasta membiayai dirinya sendiri, MK meminta sekolah swasta untuk tetap memberikan kesempatan kepada peserta didik di lingkungannya dengan memberikan skema kemudahan pembiayaan tertentu.

“Terutama bagi daerah yang tidak terdapat sekolah/madrasah yang menerima pembiayaan dari pemerintah dan/atau pemerintah daerah,” ucap Enny.

Melalui putusan ini, MK menyatakan frasa “wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya” dalam Pasal 34 ayat (2) Undang-Undang Sisdiknas telah menimbulkan multitafsir dan perlakuan diskriminatif sehingga bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945. (n

MK mengubah norma frasa tersebut menjadi, “Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya, baik untuk satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh masyarakat.” (ndi/ANTARA)

SHARE
Tag :Mahkamah KonstitusiMKPendidikan DasarPendidikan Dasar Gratis

Berita Aktual

Anak-anak memamerkan kreasi batiknya/dok.aktual.co.id
Kenalkan Budaya Indonesia Sejak Dini, Ascott Waterplace Surabaya Ajak Anak-Anak Berkreasi Lewat Batik
Senin, 26 Oktober 2026
Suasana haji dan umrah di Mekkah/ Foto: KOMPAS
Kemenhaj : Perjalanan Ibadah Umrah Sejauh Ini Masih Aman
Senin, 26 Oktober 2026
Daftar Mahasiswa merayakan kemenangan Pemilu Serbia/ Foto: Anadolu
Daftar Mahasiswa Merayakan Kemenangan Pemilu di Serbia
Senin, 26 Oktober 2026
Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva berbicara setelah memenangkan pemilihan presiden putaran kedua, di Sao Paulo, Brasil/ Foto: Reuters
Lula da Silva Kembali Menjadi Presiden Usai Memenangkan Pemilu di Brazil
Senin, 26 Oktober 2026
Siswa mengerjakan TKA Tahun 2026/ foto: Ist
Mendikdasmen Mengakui Soal TKA Menggunakan Bacaan Panjang untuk Mengukur Akademik Siswa
Senin, 26 Oktober 2026

Mental Health

Serangga menularkan virus Shimonda/ Foto: anadolu

Seorang Pasien Terinfeksi Virus Shamonda Kali Pertama di Prancis

Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Begini Respon Singapura Setelah Prabowo Mengumumkan Pengurangan Ekspor Gas

Warga Serbia Memberikan Hak Suara di Tengah Unjuk Rasa Mahasiswa

Massa Unjuk Rasa Mulai Memadati Kota Besar di Prancis

Gempa Bumi Magnitudo 7,0 Melanda Kepulauan Ogasawara Jepang

Ratusan Ribu Orang Berunjuk Rasa di Berbagai Kota di Prancis

More News

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi/ Foto: pemkot Surabaya

Pemkot Surabaya Bentuk Satgas Anti Preman Dampak Perobohan Rumah Nenek Elina Widjajanti

Minggu, 28 Desember 2025
Suasana malam di Jalan Panggung, Surabaya / Foto: Pemkot Surabaya

Lampu Hias Jalan Panggung Surabaya Diduga Hilang Dicuri

Rabu, 8 Oktober 2025
Ilustrasi mati listrik / Foto : Freepik

Penyebab Listrik Padam di Bali, Gangguan di PLTU Celukan Bawang

Jumat, 2 Mei 2025
Siswa menerima Makan Bergizi Gratis / Foto: courtesy RRI

Pemerintah Memberikan MBG pada Hari Aktif Siswa Masuk Sekolah

Kamis, 2 April 2026
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id