Aktual.co.id – pernahkah berbicara pada diri sendiri ketika menyetir mobil ? Psikolog Isabella Chase memberikan ciri – ciri kepribadian terhadap orang yang berbicara pada diri sendiri ketika mengemudikan mobil.
Surveu menunjukkan ada kepribadian yang tersembunyi bagi orang yang suka berbicara ketika menyopir kendaraan. Berikut kepribadian bagi orang yang berbicara pada diri sendiri ketika mengendarai kendaraan.
Gaya Motivasi Pola Pikir Berkembang
Pengemudi yang melatih diri sendir mencerminkan rutinitas berbicara positif dengan diri sendiri yang digunakan atlet untuk mengatasi kelelahan dan kemunduran.
Psikolog performa telah menghubungkan pembicaraan motivasi terstruktur dengan kecemasan yang lebih rendah dan kepercayaan diri yang tinggi dalam olahraga
Orang-orang seperti itu menekankan usaha dalam dirinya seperti memicu diri “teruslah berlatih” untuk menguasai mental dirinya.
Ide kreatif yang Tinggi
Pernahkah memperhatikan ide-ide cemerlang muncul pada kecepatan 100 km/jam? Ahli saraf menyebut fenomena ini sebagai inkubasi kreatif di mana pikiran mengembara dipadukan fokus berkendara.
Orang seperti ini akan membayangkan kaca depan mobil sebagai papan tulis untuk tempat curhat. Orang yang rutin mengeksternalisasi ide-ide seperti ini sering kali unggul dalam peran kewirausahaan, pekerjaan desain, dan menulis.
Bias Pembelajaran Auditori
Beberapa otak lebih menyukai kata-kata yang dapat didengar . Jika mengingat podcast lebih baik daripada membaca PDF, kemungkinan besar termasuk dalam kelompok pembelajaran auditori-verbal .
Psikolog percaya pembicaraan eksternal dengan diri sendiri dapat meretas sirkuit yang sama. Saat berbicara pada diri sendiri, orang tersebut juga mendengar diri, menciptakan jejak sensorik ganda yang memperkuat ingatan.
Keterampilan Memecahkan Masalah dengan Cepat
Pembicaraan diri yang memotivasi telah terbukti meningkatkan kecepatan dan akurasi pada tugas-tugas fungsi eksekutif. Keterampilan otak digunakan untuk perencanaan rute, pengendalian impuls, dan pemilihan jalur.
Orang yang memiliki sifat ini cenderung unggul dalam pekerjaan yang kompleks dan cepat berubah, misalnya pengontrol lalu lintas udara atau pedagang pasar saham, karena mampu mengeksternalisasikan pikiran, mengenali kekurangan lebih awal, dan beradaptasi lebih cepat.
Kesadaran Diri Metakognitif
Penelitian tentang percakapan batin dan kesadaran menunjukkan bahwa orang yang sering berbicara dengan diri sendiri mendapat skor lebih tinggi dalam kejelasan konsep diri.
Regulasi Diri Saat Stres
Berbicara dengan diri sendiri bukan sekadar komentar melainkan naskah penanganan bawaan. Sebuah studi tahun 2023 di Brain and Cognition menemukan bahwa orang dewasa yang menggunakan private speech memperoleh skor lebih tinggi pengendalian diri emosional dan ketekunan tugas.
Dia akan menenangkan diri dengan cara berbiara pada diri sendiri. Misalnya pada saat berada di tengah kemacetan sambil berucap menenangkan diri akan tetap dalamkontrol positif.
Psikolog menyebutnya regulasi emosi adaptif —kemampuan untuk mengurangi rasa frustrasi sebelum ia menguasai perilaku.
Meningkatnya Kesadaran Situasional
Ketika para peneliti di Universitas Loughborough meminta pengemudi mengungkapkan apa yang dilihat seperti “Lihat sepeda, katakan sepeda” menemukan bahwa komentar tersebut membantu menemukan bahaya yang mungkin terlewatkan.
Berbicara di tengah arus lalu lintas membuat perhatian terpusat pada momen saat ini. Itu pada dasarnya kesadaran penuh di atas roda, dan menandai sebagai seseorang yang secara naluriah memperkuat fokus di bawah tekanan. (ndi)
