• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Korban Ghosting Cenderung Melakukan Ghosting Kepada Orang Lain
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Korban Ghosting Cenderung Melakukan Ghosting Kepada Orang Lain

Redaktur III Minggu, 8 Juni 2025
Share
3 Min Read
Korban ghosting akan melakukan ghosting kepada orang lain / Foto : freepik
Korban ghosting akan melakukan ghosting kepada orang lain / Foto : freepik

Aktual.co.id – Sebuah studi terhadap orang dewasa muda di Rumania menemukan bahwa orang yang pernah mengalami ghosting cenderung melakukan ghosting kepada orang lain.

Demikian pula, yang pernah mengalami breadcrumbing lebih cenderung melakukan breadcrumbing kepada orang lain.

Orang yang melaporkan tingkat keterlepasan moral, disinhibisi toksik, dan tekanan psikologis cenderung melakukan ghosting dan breadcrumbing. Penelitian ini dipublikasikan dalam Deviant Behavior .

Ghosting mengacu pada pemutusan komunikasi secara tiba-tiba dengan seseorang tanpa penjelasan, biasanya dalam konteks kencan atau sosial.

Ghosting sering kali membuat orang lain merasa bingung, terluka, dan tanpa penyelesaian. Ghosting dianggap cara pasif-menghindar untuk mengakhiri hubungan tanpa konfrontasi.

Sebaliknya, breadcrumbing melibatkan pengiriman pesan atau sinyal ketertarikan romantis yang terputus-putus dan tidak konsisten untuk membuat seseorang tetap terlibat secara emosional tanpa niat untuk berkomitmen secara nyata.

Baca Juga:  Perilaku Orang yang Memilih Transaksi di Teller Bank Dibanding Lewat Online

Ghosting menumbuhkan harapan palsu dan ketidakpastian emosional. Kedua perilaku tersebut dikaitkan dengan keterampilan komunikasi yang buruk, empati yang rendah, dan niat manipulatif.

Penulis studi Alexandra Cobzeanu dan Cornelia Măirean bertujuan mengeksplorasi ciri-ciri psikologis yang terkait dengan ghosting dan breadcrumbing.

Peneliti berhipotesis bahwa orang-orang yang pernah di-ghosting atau di-breadcrumbing akan melakukan perilaku yang sama.

Penelitian ini melibatkan 578 orang dewasa muda di Rumania yang berusia antara 18 dan 27 tahun, dengan usia rata-rata 20 tahun. Sekitar 72% partisipan adalah perempuan.

Peserta menyelesaikan beberapa penilaian psikologis, termasuk Kuesioner Breadcrumbing dalam Hubungan Afektif-Seksual untuk mengukur perilaku breadcrumbing, bersama dengan pengukuran satu item untuk pengalaman breadcrumbing dan ghosting.

Baca Juga:  Mengambil Rapot oleh Ayah Menunjukkan Kepedulian Terhadap Anak

Instrumen lainnya termasuk versi adaptasi dari Skala Kecenderungan untuk Melepaskan Diri Secara Moral, Skala Disinhibisi Daring (untuk menilai disinhibisi daring yang toksik), Skala Stres Kecemasan Depresi (DASS-21) untuk tekanan psikologis, dan pengukuran sensitivitas penolakan.

Hasilnya menunjukkan bahwa individu yang sering mengalami ghosting cenderung melakukan ghosting pada orang lain. Demikian pula, prediktor terkuat perilaku breadcrumbing pernah mengalami breadcrumbing sebelumnya.

Secara lebih luas, korban ini terlibat dalam ghosting atau breadcrumbing melaporkan tingkat keterlepasan moral, disinhibisi toksik, dan tekanan psikologis yang lebih tinggi.

Individu muda dalam sampel sedikit terlibat dalam breadcrumbing dan melaporkan telah di-breadcrumb. Sensitivitas penolakan hanya sedikit terkait dengan pengalaman breadcrumbing.

Baca Juga:  Penelitian Menyebutkan Skrol Media Sosial Menjebak Siklus Kesepian.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa breadcrumbing, terlepas dari status hubungan, dipengaruhi oleh pengalaman breadcrumbing, pelepasan moral, disinhibisi toksik, dan tekanan psikologis,” ungkap peneliti.

Sementara perilaku ghosting lebih cenderung melakukan hal serupa kepada orang lain. Temuan ini menggemakan teori Siklus Kekerasan, yang menunjukkan bahwa  korban dapat menjadi pelaku.

Studi ini menyoroti dasar psikologis dari dua pola perilaku antisosial daring. Namun temuan ini dibatasi oleh rentang usia peserta yang sempit.

Mungkin tidak dapat digeneralisasikan ke populasi yang lebih tua atau individu dari latar belakang budaya atau demografi yang berbeda. (ndi)

SHARE
Tag :depresigangguan kepribadiankecemasanMental healthPsikologi Kepribadian
Ad imageAd image

Berita Aktual

Foto bersama usai kegiatan/dok.aktual.co.id
UPN Veteran Jatim Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan WhatsApp Marketing Berbasis AI di Malang
Rabu, 29 April 2026
Ilustrasi pertobatan/dok.aktual.co.id
Refleksi Sebuah Fenomen: Perlukah Pertobatan Nasional?
Rabu, 29 April 2026
Tangkapan layar google translate/ Foto: engagatged
Google Translate Ulang Tahun ke-20 Dirayakan Penggunaan AI untuk Pengucapan
Rabu, 29 April 2026
Ilustrasi bugar/ Foto: freepik
Berikut Tips Tetap Bugar di Tengah Tekanan Tuntutan Hidup
Rabu, 29 April 2026
Logo YouTube/ Foto: Techcrunch
YouTube Menggunakan AI untuk Kebutuhan Perjalanan Pengguna Aplikasi
Selasa, 28 April 2026

Mental Health

Ilustrasi bugar/ Foto: freepik

Berikut Tips Tetap Bugar di Tengah Tekanan Tuntutan Hidup

Ilustrasi terbakar surya/ Foto: freepik

Musim Kemarau Waspada Penyakit Kulit Dermatitis, Jamur, dan Sun Burn

Ilustrasi minum kopi/ Foto: freepik

Studi Meneliti Batasan Kafein yang Dikonsumsi Sehari-hari dengan Kepanikan

Konsumsi telur 2 minggu sekali mengurangi risiko Alzheimer/ Foto: daily Mail

Konsumsi Telur Dua Kali Seminggu Mengurangi Risiko Penyakit Alzheimer

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Ada Surat dari Kedutaan Besar AS Terkait Kasus Bang Si Hyuk

Studi Meneliti Batasan Kafein yang Dikonsumsi Sehari-hari dengan Kepanikan

Pakar Meminta Meningkatkan Kewaspadaan Megagempa di Jepang

M Qodari Dilantik Sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI

China Blokir Akuisisi Meta Atas Terhadap Pengembang Agen AI Manus

More News

ILustrasi sombong/ Foto: freepik

Berikut Cara Menghadapi Orang yang Sombong

Rabu, 8 April 2026
Psikopat tidak memiliki rasa menyesal ketika menyakiti orang lain / Foto : yourtango

Kenali Ciri – Ciri Psikopat yang Tersembunyi

Jumat, 2 Mei 2025
Orang dengan bertambahnya usia sulit mendapatkan masukan dari orang lain/ Foto : freepik

Berikut Alasan Orang Tidak Tahan Diperintah Saat Bertambah Usia

Jumat, 25 April 2025
Membaca dan menulis bisa dijadikan kegiatan di malam hari / Foto : Freepik

Kegiatan Menenangkan Tanpa Menatap Ponsel di Malam Hari

Minggu, 23 Maret 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id