Aktual.co.id – Kejujuran dan integritas adalah pilar karakter seseorang. Namun tidak semua orang memiliki kejujuran dan integritas yang diharapkan public. Berikut ciri orang tidak berintegritas berdasar analisa psikolog Issabela Casse.
Tidak Konsisten
Konsistensi adalah ciri orang yang memiliki kejujuran dan integritas. Perilaku tidak konsisten bisa jadi tanda seseorang tidak jujur.
Hal ini bisa ditandai dengan cerita yang berubah atau tidak masuk akal. Di hari tertentu mengatakan sesuatu, hari berikutnya, menjadi berbeda.
Konsistensi adalah kunci kepercayaan. Jadi, saat melihat ketidakkonsistenan, sebaiknya bertindak hati-hati.
Menghindari Kontak Mata
Kontak mata dapat menunjukkan kejujuran dan integritas seseorang. Seseorang yang tidak mau menatap mata, bisa menjadi tanda ada yang disembunyikan.
Selalu ada alasan. “Saya hanya lelah,” atau “Saya banyak pikiran.” Seiring berjalannya waktu, hal itu menjadi jelas. Menghindari kontak mata adalah sebuah perisai, sebuah cara menyembunyikan fakta ia tidak jujur.
Memang tidak semua orang yang menghindari kontak mata tidak memiliki integritas, tetapi menjadi sifat umum yang ditunjukkan seseorang terkait ketidakjujuran.
Cepat Menyalahkan Orang Lain
Penelitian psikologis menunjukkan orang yang tidak jujur dan tidak berintegritas memiliki kecenderungan menyalahkan orang lain. Ini adalah cara melindungi citra diri dan menghindari kenyataan yang tidak mengenakkan dari kekurangannya.
Permainan menyalahkan merusak diri sendiri dan mental orang lain. Hal ini mengkikis kepercayaan dan menciptakan budaya ketakutan dan sikap defensif. Itu adalah sifat yang tidak diinginkan siapa pun pada teman, kolega, atau pemimpin.
Sering Mengingkari Janji
Orang yang tidak jujur dan berintegritas terkenal tidak menepati janji. Seringkali membuat janji besar untuk membuat orang terkesan atau mendapatkan dukungan. Namun ketika harus memenuhi janji-janji tersebut tidak dapat memenuhinya.
Kebiasaan mengingkari janji tidak hanya membuat orang lain frustrasi, tetapi merusak kredibilitas seiring berjalannya waktu. Kepercayaan yang hilang akan sulit diperoleh kembali. Maka waspadalah terhadap orang-orang yang antara ucapan dan tindakan tidak sejalan.
Kurang Memiliki Empati
Inti dari kejujuran dan integritas adalah empati. Orang yang tidak memiliki sifat ini sering kesulitan memiliki empati.
Orang tidak berintegritas lebih mengutamakan kebutuhan dan keinginan diri sendiri. Meski menimbulkan kerugian dan ketidaknyamanan pada orang lain. Maka empati tidak ada, akan tercipta kekosongan yang tidak dapat diisi oleh kejujuran dan integritas.
Manipulatif
Orang ini akan memutarbalikkan kata, menciptakan rasa bersalah, menggunakan rasa tidak aman kepada mitranya. Orang manipulatif menggunakan taktik ini untuk mengendalikan situasi untuk keuntungan diri.
Perilaku ini mengikis kepercayaan dan dapat meninggalkan luka emosional yang bertahan lama. Penting mengenali sifat ini dan melindungi diri dari hubungan beracun seperti itu.
Lebih Banyak Menerima daripada Memberi
Hubungan yang seimbang antara memberi dan menerima. Namun, orang yang kurang jujur dan berintegritas sering kali mengganggu keseimbangan ini.
Orang seperti ini terus-menerus meminta bantuan atau pertolongan, tetapi ketika giliran dimintai bantuan tiba-tiba sibuk. Sifatnya memanfaatkan kebaikan orang lain tanpa membalas atau mengakui usaha tersebut.
Hubungan yang baik harus didasarkan rasa saling menghormati dan mendukung. Berhati-hatilah terhadap orang yang hanya focus pada diri sendiri.
Ahli dalam Menipu
Ciri paling menonjol adalah menipu. Tidak jujur dan berintegritas sering kali ahli dalam menipu. Menggunakan keterampilan ini untuk membesar-besarkan prestasinya, menyembunyikan kesalahan diri, dan memanipulasi orang lain.
Ini adalah sifat berbahaya yang dapat menyebabkan banyak kerugian dan kebingungan. Penipuan bukanlah tanda kecerdasan atau kelicikan. Ini adalah indikator dari kurang kejujuran dan integritas. (ndi)
