Aktual.co.id – Tidak sedikit kepribadian seseorang memiliki pengaruh terhadap kesehatan mental di lingkungan sosial.
Semula perilaku ini tidak tampak berbahaya, namun bisa menyedot energi mental teman atau pasanngan.
Dampak jangka panjang perilaku ini bisa menggerogoti kepercayaan diri, harga diri, dan kesejahteraan. Menurut Zayda Slabbekoorn penulis bidang psikologi di yourtango, wajib hati-hati menghadapi orang seperti ini.
Mencari Perhatian dan Mencoba Mengalahkan dalam Kelompok
Orang yang merasa berhak mendapatkan perhatian selalu ingin mengalahkan orang lain terutama di lingkungan sosial.
Orang ini membutuhkan perhatian khusus sehingga tidak menghargai hubungan apapun dan menghalangi seseorang untuk bertumbuh.
“Selalu mencari validasi dan menegaskan superioritas atas orang lain untuk mengimbangi kekurangan yang dirasakan dan meringankan perasaan tidak mampu,” ungkap psikolog Mark Travers, PhD
Berulang Kali Mengabaikan Batasan
Batasan adalah cara yang sehat melindungi kedamaian seseorang terutama saat menghadapi anggota keluarga, teman, atau siapa pun yang berperan dalam hidup.
Namun orang yang merasa berhak cenderung melampaui batas dan memikirkan diri sendiri. Batasan orang lain sering kali dianggap sebagai hal sekunder untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
Mudah Menyalahkan Orang Lain
Orang ini mudah sekali menyalahkan orang lain selama perselisihan atau pertengkaran. Karena pada dasarnya orang ini kesulitan untuk menerima kesalahan yang dilakukan.
Orang ini sering kali berusaha membuat orang lain merasa tidak aman, tidak benar, atau tidak dianggap benar.
Orang ini dapat memicu konflik karena mengajak berdebat meski hanya persoalan kecil. Maka untuk menghadapinya menjadi orang dewasa dengan tidak meladeni setiap argument yang diucapkan serta melindungi kedamaian mental.
Mengharapkan Dukungan Tapi Tidak Pernah Memberikan Balasan
Orang-orang ini membicarakan masalahnya menjadikan situasi sebagai korban, tetapi membuat sulit melampiaskan kepadanya.
Kebutuhan akan dukungan tanpa pernah memberikan imbalan apa pun adalah salah satu kebiasaan orang-orang yang merasa berhak atas waktu dan energi ini.
Dengan menceritakan pengalaman traumatis, orang tidak memberi ruang bagi orang lain untuk didengarkan.
Memicu Perasaan Cemas
Pada kasus kecemasan, tanda-tanda dapat meliputi peningkatan denyut jantung, sakit kepala, ketegangan otot, dan kelelahan.
Orang ini menyebarkan terror dan rasa takut sehingga memunculkan perasaan cemas kepada individua atau lingkungan sosial.
Perilaku ini membuat orang menjadi tidak nyaman serta membuat lingkungan serba canggung. Jika perilakunya menjadikan kecemasan, para ahli menyarankan untuk menghindari demi keselamatan mental psikologis seseorang.
Memanipulasi dan Menghukum Jika Tidak Mendapat yang Diinginkan
Orang-orang dengan pola pikir sok berhak merasa pantas mendapatkan perhatian atau perlakuan khusus dari orang-orang di sekitarnya.
Ketika tidak menerima perhatian itu, orang ini cenderung menyerang. Tidak jarang akan mencari kesalahan agar dirinya mendapat pengakuan dari lingkungan.
Bisa jadi orang ini memberikan hukuman kepada orang terdekatnya agar memberikan perhatian kepada dirinya dan terpuaskan kebutuhan mentalnya.
Menetapkan Ekspektasi yang Tinggi
Sikap perilaku orang yang merasa berhak atas waktu dan energi adalah menetapkan harapan yang tidak realistis.
Dia melakukan ini dengan sengaja, karena memungkinkan mendapatkan apa yang diinginkan sambil membuat merasa kurang meskipun sudah berusaha sebaik mungkin.
Dengan membuat tujuan yang tidak dicapai di sekitarnya, orang ini cenderung menerima pujian untuk tujuan dirinya sendiri.
Selalu Berutang Jawaban dan Penjelasan
Orang ini memberikan terror berutang budi kepadanya hanya karena teman atau anggota keluarga, meskipun tidak ada berkewajiban untuk melakukannya.
Maka memberikan batasan adalah cara agar tidak menjadi alat manipulasi bagi orang seperti ini. Dengan memberikan batasan maka akan mengamankan mental bagi orang yang terancam mendapat serangan dari orang yang racun. (ndi)
