Aktual.co.id – Warganet mengetikkan dingin pada Kamis 19 Juni 2025 karena merasa menggigil pada pagi hari. Kata kunci dingin ini tengah menjadi pembicaraan karena beberapa daerah seperti Wonogiri dan Solo mulai merasakan hawa yang dingin ini.
Berdasarkan pemberitaan yang tersebar di beberapa media online, suhu udara Wonogiri di wilayah Karangtengah dan Jatiroto diperkirakan akan mengalami udara dingin mencapai 17 derajat Celsius.
Tingkat kelembapan udara berkisar dari angka terendah 49 persen. Sementara kelembapan tertinggi mencapai 99 persen. BMKG menginformasikan prakiraan cuaca setiap hari.
Di media sosial, warganet mulai ramai posting suhu yang ditampilkan dari ponselnya. “Di tempat kalian pagi ini dingin banget apa engga guys? Di tempat sender 22°C,” ketik @tanyakanrl.
“18° , Nder ini masih bisa turun lagi,” balas @herminrafa88
“Dingin anjay, 23 derajat di Depok, tangan gue sampe dingin,” kata @rljohyuns.
Menyikapi banyaknya komentar dingin media sosial, akun @zakiberkata memberikan postingan terkait dingin yang dirasakan warganet kali ini.
“Sudah terasa dingin Bediding belum ?,” ketik @zakieberkata
Kemudian dia melanjutkan tentang arti bediding tersebut. “Bediding adalah fenomena suhu khususnya pagi hari yang terasa lebih dingin dari biasanya dengan penampakan langit biru pada siang hingga sore hari dan langit bersih penuh bintang di malam hari,” ketik @zakiberkata.
Kemudian dia melanjutkan, fenomena bediding terjadi pada musim kemarau yang minim tutupan awan dan sedikit uap air di dekat permukaan bumi, sehingga panas permukaan bumi akibat radiasi Matahari langsung dilepaskan kembali ke atmosfer luar, dampaknya udara dekat permukaan terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari.
“Di wilayah Indonesia dekat khatulistiwa hingga bagian utara, meski pagi hari cenderung lebih dingin namun siang hari udara akan tetap terasa gerah akibat radiasi langsung matahari lebih banyak mencapai permukaan bumi akibat langit minim tutupan “payung” awan,” ungkap @zakiberkata.
Untuk wilayah selatan Indonesia, malam dan pagi hari suhu udara juga lebih dingin dari biasanya, namun sedikit berbeda pada siang hari dengan wilayah Utara Indonesia.
Pada siang hari wilayah Selatan seperti Sumatera Selatan, Jawa Bagian Selatan hingga Bali, NTT dan NTB masih bisa terasa dingin di siang hari khususnya saat puncak musim dingin Australia di bulan Juli, dimana angin monsun Australia yang kering dan dingin mengalir melewati wilayah ini dan berpengaruh pada penurunan suhu di siang hari. (ndi)
