Aktual.co.id – Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada hari Jumat bahwa telah ada sedikit kemajuan terkait situasi yang melibatkan Iran dan Selat Hormuz.
“Ada sedikit kemajuan, saya tidak ingin melebih-lebihkannya, tetapi ada sedikit pergerakan, dan itu bagus,” kata Rubio kepada wartawan menjelang pertemuan para menteri luar negeri NATO bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.
Rubio mengatakan bahwa prinsip-prinsip dasarnya tetap sama dan menambahkan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, mereka tidak mungkin membuatnya.
Dia mengatakan, Washington sedang menunggu hasil diskusi yang berlangsung terkait Iran, sambil menggarisbawahi bahwa isu-isu seputar pengayaan uranium dan persediaan uranium yang diperkaya milik Teheran harus ditangani.
Rubio menuduh Iran berupaya membangun sistem pungutan tol di Selat Hormuz, dan mengatakan bahwa Teheran mencoba membujuk Oman bergabung dalam inisiatif tersebut.
“Tidak ada negara di dunia yang seharusnya menerima hal itu,” katanya, seraya menyebut gagasan tersebut tidak dapat diterima
“Jika hal itu terjadi di Selat Hormuz, maka hal itu akan terjadi di lima tempat lain di seluruh dunia,” tambah Rubio.
Diplomat senior AS mengatakan Washington sedang berupaya melalui PBB menggalang resolusi yang disponsori Bahrain terkait masalah tersebut. Dan mengklaim resolusi itu telah mendapatkan dukungan internasional yang luas.
“Mari kita lihat apakah Perserikatan Bangsa-Bangsa masih berfungsi,” kata Rubio, sambil mengkritik anggota Dewan Keamanan yang tidak disebutkan namanya yang diduga mempertimbangkan untuk memveto resolusi tersebut.
Sementara itu, Rutte mengatakan pertemuan NATO akan fokus pada pengeluaran pertahanan, Ukraina, dan kebebasan navigasi di tengah meningkatnya kekhawatiran atas Iran dan Selat Hormuz.
“Saya mendengar dari banyak kolega saya di sini bahwa tidak dapat diterima jika kebebasan navigasi pada dasarnya diinjak-injak seperti sekarang ini,” kata Rutte.
Ia berterima kasih kepada AS atas dukungan militer berkelanjutan kepada Ukraina, khususnya pasokan sistem pencegat yang didanai oleh sekutu Eropa dan Kanada.
Rubio mengatakan bahwa KTT para pemimpin NATO yang akan datang di Ankara akan menjadi salah satu KTT para pemimpin terpenting dalam sejarah NATO, dengan menyebutkan produksi industri pertahanan, pembagian beban, dan tantangan keamanan global sebagai prioritas aliansi tersebut. (ndi/Anadolu)