• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Peneliti Menyebutkan Berhenti dari Medsos Tidak Signifikan Menghentikan Stres
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Peneliti Menyebutkan Berhenti dari Medsos Tidak Signifikan Menghentikan Stres

Redaktur III Kamis, 7 Mei 2026
Share
5 Min Read
Ilustrasi pria dan ponsel/ foto: freepik
Ilustrasi pria dan ponsel/ foto: freepik

Aktual.co.id – Banyak yang mencoba meningkatkan kesehatan mental dengan beristirahat dari aplikasi media sosial, namun sebuah penelitian menyebutkan bahwa cara tersebut tidak sepenuhnya benar.

Penelitian yang diterbitkan jurnal Scientific Reports menjelaskan perangkat digital menawarkan akses konstan ke informasi dan dukungan sosial.

Pada saat bersamaan, perangkat tersebut menjebak pengguna dalam siklus kewajiban tanpa akhir untuk membalas pesan dan mendapatkan informasi terbaru.

Ketegangan ini membuat banyak orang mencari cara mendapatkan kembali kendali atas perhatiannya. Untuk mengatasi perasaan negative tersebut, muncul strategi populer yang disebut detoks digital.

Strategi ini dengan pola berhenti menggunakan media sosial untuk jangka waktu tertentu. Harapannya dengan memutuskan koneksi akan meningkatkan produktivitas, mengurangi stres, dan meningkatkan kebahagiaan secara umum.

Namun dalam jurnal tersebut menjelaskan keluar dari media sosial akan memperbaiki suasana hati, sementara pendapat lain justru membuat orang merasa terputus dan kesepian. Sementara eksperimen lain tidak menemukan perubahan yang terukur sama sekali.

Mengutip dari psypost, Laura Lemahieu seorang peneliti komunikasi dari Universitas Antwerp, memimpin tim ilmuwan untuk menyelidiki perbedaan ini.

Baca Juga:  Kebiasaan yang Menjebak Seseorang pada Kelelahan Mental

Bersama koleganya dari Universitas Ghent, Lemahieu berupaya mendamaikan hasil yang bertentangan ini. Para ilmuwan menduga menggabungkan data dari berbagai eksperimen akan mengungkap tren mendasar yang sebenarnya.

Secara total, tim tersebut mengidentifikasi 10 studi yang sesuai. Eksperimen ini secara kolektif melibatkan 4.674 partisipan.

Para peneliti memfokuskan analisisnya pada tiga pengukuran emosional spesifik yang didokumentasikan dalam eksperimen sebelumnya.

Dalam penelitian psikologi, istilah afek umumnya merujuk pengalaman mendasar dari perasaan, emosi, atau suasana hati.

Para peneliti memisahkan konsep ini menjadi dua kategori yang berbeda. Pengukuran pertama adalah afek positif, yang mencakup perasaan antusiasme, kewaspadaan, dan energi.

Pengukuran kedua adalah efek negatif, yang mencakup emosi tidak menyenangkan seperti kemarahan, ketakutan, dan rasa bersalah.

Pengukuran terakhir adalah kepuasan hidup. Kepuasan hidup adalah metrik penilaian global, yang mewakili evaluasi luas seseorang tentang seberapa baik kehidupan mereka berjalan.

Ketika para peneliti menggabungkan data tersebut, hasilnya tidak signifikan untuk ketiga kategori tersebut. Berhenti menggunakan media sosial tidak meningkatkan perasaan gembira atau antusiasme. Hal itu juga gagal secara konsisten mengurangi emosi negatif seperti kesedihan atau kecemasan.

Baca Juga:  Hari Kesehatan Mental Dunia Fokus Krisis Bencana Alam dan Konflik Antar Sesama

Demikian pula, beristirahat dari aplikasi tidak memiliki efek signifikan secara statistik terhadap kepuasan hidup seseorang secara keseluruhan.  Eksperimen tersebut juga menguji masa istirahat mulai dari satu hari hingga hampir sebulan.

Berhenti selama empat minggu tidak efektif daripada berhenti selama satu minggu. Para peneliti menyarankan manfaat dan kerugian diasumsikan dari berhenti merokok saling meniadakan.

Sebagai contoh, seseorang merasa lebih rileks tanpa aliran notifikasi yang terus-menerus. Pada saat yang sama, mereka merasa bosan atau terisolasi karena kehilangan interaksi sosial daring. Hasil akhirnya adalah keadaan emosional yang netral.

Penulis utama dan rekan-rekannya mencatat keterbatasan dalam data yang tersedia. Sebagian besar dari 10 eksperimen asli memiliki ukuran sampel yang relatif kecil.

Keterbatasan ini berarti studi individual memiliki kekuatan statistik yang rendah, sehingga menyulitkan para peneliti mendeteksi perubahan emosional yang halus.

Keterbatasan lainnya adalah data yang tersedia sangat bergantung pada demografi tertentu. Partisipan sebagian besar adalah mahasiswa di negara-negara industri Barat.

Baca Juga:  Penelitian : Kekaguman Terhadap Selebritas Bisa Mempengaruhi Narsisistik

Para ilmuwan kelompok ini sebagai populasi WEIRD, yang merupakan singkatan dari Western (Barat), Educated (Terdidik), Industrialized (Terindustrialisasi), Rich (Kaya), dan Democratic (Demokrat).

Para ilmuwan berpendapat bahwa ukuran agregat seperti kepuasan hidup secara keseluruhan mungkin terlalu luas untuk menangkap efek dari jeda penggunaan aplikasi.

Peneliti merekomendasikan agar eksperimen di masa mendatang melacak perubahan suasana hati menit demi menit dalam jangka waktu yang lama.

Studi ini menunjukkan bahwa menghentikan penggunaan media sosial secara tiba-tiba bukanlah cara terbaik untuk mengatasi stres digital modern.

Para peneliti mengusulkan agar studi menyelidiki metode pemutusan koneksi alternatif. Menetapkan batasan waktu harian atau mematikan notifikasi merupakan pendekatan yang lebih berkelanjutan daripada berhenti secara mendadak.

Mempelajari cara menyeimbangkan koneksi dan pemutusan koneksi akan tetap menjadi keterampilan penting seiring semakin terintegrasinya ponsel pintar dalam rutinitas sehari-hari.

Orang mungkin akan lebih berhasil jika menyesuaikan menggunakan perangkat digital daripada meninggalkannya sepenuhnya. (ndi/psypost)

SHARE
Tag :Gangguan CemasMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Gun-il/ Foto: Soompi
Gun-il dari Xdinary Heroes Secara Resmi Meninggalkan Grup
Kamis, 13 Agustus 2026
Ilustrasi kekeringan/ Foto: freepik
BMKG Mengingatkan Agar Lebih Bijak Memanfaatkan Air di Musim Kemarau
Kamis, 13 Agustus 2026
Mobil listrik sedang menlakukan charge/ Foto: Anadolu
Penjualan Mobil Listrik Mengalami Peningkatan 9 Persen di Seluruh Dunia
Kamis, 13 Agustus 2026
iPhone 17/ Foto: Gizmochina
Beredar Rumor Apple Akan Menaikkan Harga iPhone
Kamis, 13 Agustus 2026
Chaeyoung/ Foto: soompi
Chaeyong Meninggalkan TWICE dan JYP Agensi
Kamis, 13 Agustus 2026

Mental Health

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Ciptakan Inovasi Kelola Sampah, Mahasiswa UPNVJT Hadirkan Teknologi Bottle Press di Bali

Bangunan Tiga Lantai Runtuh Total Akibat Gempa Magnitudo 7,4 di Cali

MUI Kecam Aksi Tantangan Booth Minuman Keras Newport di Jakarta

Gempa Berkekuatan Magnitudo 7,4 Menyebabkan 111 Korban Meninggal di Kolombia

Harga Emas Antam Naik Rp20.000 Jadi Rp2,710 Juta Per Gram

More News

Orang merasa paling baik akan menunjukkan superioritas/ Foto : geeting

Orang yang Merasa Dirinya Paling Baik di Keluarga Akan Menunjukkan Perilaku Ini

Senin, 24 Maret 2025
Ilustrasi tidak percaya diri dengan prestasi dirinya

Orang yang Disukai Tetapi Kurang Percaya Diri untuk Berteman Memiliki Ciri ini

Rabu, 26 Februari 2025
Cemas bisa mengurangi konsentrasi / Foto : Freepik

Penelitian : Defisit Kontrol Emosi Meningkatkan Gangguan Kecemasan Umum

Selasa, 8 Juli 2025
Ilustrasi stop bullying/ Foto: freepik

Korban Perundungan Sering Kali Samar Karena Menunjukkan Baik-Baik Saja

Sabtu, 8 November 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id