Aktual.co.id – banyak kebiasaan kecil yang menyebabkan seseorang mendadak tidak disukai oleh orang lain. Meski kebiasaan ini bisa menyebabkan orang tersebut dijauhi, juga menjadikan sosok pengganggu di dalam komunitas.
Psikolog Farley Ledgerwood mengurai apa saja yang menjadi kegiatan yang dianggap bisa menjadikan seseorang dijauhi.
Meremehkan Perasaan Orang Lain
Tidak adanya empati erhadap orang lain menyebabkan seseorang dijauhi. Hal iiwajar karena orang tersebut tidak memiliki kemampuan untuk merasakan kebutuhan mental orang lain.
“Ketika ada orang yang mengeluhkan persoalannya, dia justru membungkamnya dan meremehkan apa yang dirasakannya,” kata Farley.
Segera hindari untuk merendahkan orang lain karena bisa menyakiti mental sekaligus membuat komunikasi menjadi tidak nyaman.
Sering Terlambat
Namun jika seseorang selalu terlambat, selalu tertinggal, selalu membuat orang lain menunggu, itu mengirimkan pesan bahwa wktuku lebih penting daripada waktumu.
“Ada seorang kolega yang selalu datang terlambat, membuat orang lain jengkel dan tidak nyaman. Akhirnya orang tersebut ditinggalka dalam kelompok,” katanya.
Membangun kepercayaan dengan datang tepat waktu serta memberikan kenyamanan terhadap orang lain adalah bagian terbaik dalam menjalin hubungan sosial.
Bersikap Seolah-olah Paling Benar
Jika seseorang tak pernah mengakui kesalahan, tak pernah mempertimbangkan pendapat orang lain, dan mengoreksi orang lain, dalam waktu tidak lama akan ditinggalkan oleh komunitas sosial.
“Beberapa orang bijak bukanlah yang paling banyak bicara, melainkan mampu menempatkan diri kapan mulai berbicara dan kapan mendengarkan,” tulisnya di geediting.
Bersikap seolah paling benar membuat suasana komunitas menjadi tidak nyaman serta memberikan kedamaian buat semua kalangan.
Tidak Mengucapkan Terima Kasih
Menurut Farley banyak orang yang mengabaikan tentang pentingnya ucapan terima kasih. Mengucapkan terima kasih adalah hal sederhana namun bisa memberikan makna baik bagi setiap pertemuan.
“Ucapkan terima kasih meski hanya peristiwa kecil. Ucapan ini akan memberikan kesan dalam pada setiap lawan bicara,” ungkapnya.
Mengucapkan terima kasih mungkin tidak memerlukan biaya sepeser pun, tetapi memberikan manfaat bagi perasaan orang lain di sekitar.
Merendahkan Orang Lain
Banyak yang tidak sadar jika guyonan yang dilontarka terkadang membuat orang tersakiti. Maka perlu kepekaan untuk melontark guyonan agar tidak menyinggung perasaan orang lain.
“Kadang ucapan yang biasa jika disampaikan dengan tidak patut akan memberikan ketidaknyaman dan cenderung merendahkan,” katanya.
Misalnya kalimat “Tidak semua orang bisa mengorganisir seperti saya” Ucapan seperti ini membuat orang lain direndahkan dianggap tidak mampu seperti dirinya.
Mengarahkan Pembicaraan ke Diri Sendiri
Sah saja orang menceritakan diri sendiri. Namun persoalan akan muncul jika dilakukan terus menerus di setiap pembicaraan berlangsung.
Contoh membicarakan diri sendiri bisa berbentuk menceritakan pekerjaannya, bagaimana keluarganya, cerita ketika menghabiskan waktu liburan.
Jika cerita ini disampaikan setiap pembicaraan, maka akan membuat orang lain menjadi kurang nyaman sehingga akan ditinggalkan.
Terus-menerus Memeriksa Ponsel
Menatap layar ponsel pada saat berkomunikasi akan menghilangkan kepercayaan orang tersebut di dalam komunitas.
Luangkan waktu untuk mendengarkan percakapan dengan lawan bicara. “Jika melihat ponsel sudah menjadi kebiasaan, maka berlatihlah untuk melihat seperlunya,”kata Farley.
Tidak perlu banyak hal untuk menunjukkan perhatian kepada seseorang. Sedikit kontak mata dan ponsel yang disembunyikan sudah sangat berarti.
Mengungguli Setiap Cerita
Setiap ada orang bercerita, orang ini mencoba merendahkan dan membandingkan dengan peristiwa yang dialaminya.
“Orang seperti ini membuat percakapan seperti saling berlomba karena saling mengungguli percakapan. Akibatnya akan lelah secara mental ketika percakapan saling berlomba,” katanya.
Menjadi pembicara yang baik bukan tentang menjadi yang terdepan dalam suatu tema, melainkan tentang memberi ruang bagi orang lain.
Memotong Pembicaraan Orang di Tengah Kalimat
Banyak yang tidak menyadari sering melakukan pemotongan kalimat ketika orang lain berbicara. “Saya mengerti ada banyak yang ingin disampaikan, namun perilaku ini akan membuat percakapan menjadi rumit,” ungkapnya.
Jika pola ini sering dilakukan maka yang terjadi akan menjauhkan orang tersebut di dalam komunitas. Ketika ada orang ingin menyampaikan pendapat atau ide menjadi ditahan karena enggan mendapat tanggapan di tengah – tengah pembicaraan. (ndi)
