• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Kebiasaan Kecil yang Membuat Orang Tidak Disukai Seketika
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Kebiasaan Kecil yang Membuat Orang Tidak Disukai Seketika

Redaktur III Minggu, 22 Juni 2025
Share
5 Min Read
Ilustrasi sikap menjengkelkan / Foto : Freepik
Ilustrasi sikap menjengkelkan / Foto : Freepik

Aktual.co.id – banyak kebiasaan kecil yang menyebabkan seseorang mendadak tidak disukai oleh orang lain. Meski kebiasaan ini bisa menyebabkan orang tersebut dijauhi, juga menjadikan sosok pengganggu di dalam komunitas.

Psikolog Farley Ledgerwood mengurai apa saja yang menjadi kegiatan yang dianggap bisa menjadikan seseorang dijauhi.

Meremehkan Perasaan Orang Lain

Tidak adanya empati erhadap orang lain menyebabkan seseorang dijauhi. Hal iiwajar karena orang tersebut tidak memiliki kemampuan untuk merasakan kebutuhan mental orang lain.

“Ketika ada orang yang mengeluhkan persoalannya, dia justru membungkamnya dan meremehkan apa yang dirasakannya,” kata Farley.

Segera hindari untuk merendahkan orang lain karena bisa menyakiti mental sekaligus membuat komunikasi menjadi tidak nyaman.

Sering Terlambat

Namun jika seseorang selalu terlambat, selalu tertinggal, selalu membuat orang lain menunggu, itu mengirimkan pesan bahwa wktuku lebih penting daripada waktumu.

“Ada seorang kolega yang selalu datang terlambat, membuat orang lain jengkel dan tidak nyaman. Akhirnya orang tersebut ditinggalka dalam kelompok,” katanya.

Membangun kepercayaan dengan datang tepat waktu serta memberikan kenyamanan terhadap orang lain adalah bagian terbaik dalam menjalin hubungan sosial.

Baca Juga:  Hubungan Kecemasan Hari Senin untuk Lansia Terhadap Hormon di Dalam Tubuh

Bersikap Seolah-olah Paling Benar

Jika seseorang tak pernah mengakui kesalahan, tak pernah mempertimbangkan pendapat orang lain, dan mengoreksi orang lain, dalam waktu tidak lama akan ditinggalkan oleh komunitas sosial.

“Beberapa orang bijak bukanlah yang paling banyak bicara, melainkan mampu menempatkan diri kapan mulai berbicara dan kapan mendengarkan,” tulisnya di geediting.

Bersikap seolah paling benar membuat suasana komunitas menjadi tidak nyaman serta memberikan kedamaian buat semua kalangan.

Tidak Mengucapkan Terima Kasih

Menurut Farley banyak orang yang mengabaikan tentang pentingnya ucapan terima kasih. Mengucapkan terima kasih adalah hal sederhana namun bisa memberikan makna baik bagi setiap pertemuan.

“Ucapkan terima kasih meski hanya peristiwa kecil. Ucapan ini akan memberikan kesan dalam pada setiap lawan bicara,” ungkapnya.

Mengucapkan terima kasih mungkin tidak memerlukan biaya sepeser pun, tetapi memberikan manfaat bagi perasaan orang lain di sekitar.

Merendahkan Orang Lain

Baca Juga:  Batasan yang Ditetapkan oleh Orang yang Memiliki Sehat Mental

Banyak yang tidak sadar jika guyonan yang dilontarka terkadang membuat orang tersakiti. Maka perlu kepekaan untuk melontark guyonan agar tidak menyinggung perasaan orang lain.

“Kadang ucapan yang biasa jika disampaikan dengan tidak patut akan memberikan ketidaknyaman dan cenderung merendahkan,” katanya.

Misalnya kalimat “Tidak semua orang bisa mengorganisir seperti saya” Ucapan seperti ini membuat orang lain direndahkan dianggap tidak mampu seperti dirinya.

Mengarahkan Pembicaraan ke Diri Sendiri

Sah saja orang menceritakan diri sendiri. Namun persoalan akan muncul jika dilakukan terus menerus di setiap pembicaraan berlangsung.

Contoh membicarakan diri sendiri bisa berbentuk menceritakan pekerjaannya, bagaimana keluarganya, cerita ketika menghabiskan waktu liburan.

Jika cerita ini disampaikan setiap pembicaraan, maka akan membuat orang lain menjadi kurang nyaman sehingga akan ditinggalkan.

Terus-menerus Memeriksa Ponsel

Menatap layar ponsel pada saat berkomunikasi akan menghilangkan kepercayaan orang tersebut di dalam komunitas.

Luangkan waktu untuk mendengarkan percakapan dengan lawan bicara. “Jika melihat ponsel sudah menjadi kebiasaan, maka berlatihlah untuk melihat seperlunya,”kata Farley.

Baca Juga:  Studi Menemukan Remaja dengan Cidera Otak Menunjukan Sifat Psikopat Lebih Tinggi

Tidak perlu banyak hal untuk menunjukkan perhatian kepada seseorang. Sedikit kontak mata dan ponsel yang disembunyikan sudah sangat berarti.

Mengungguli Setiap Cerita

Setiap ada orang bercerita, orang ini mencoba merendahkan dan membandingkan dengan peristiwa yang dialaminya.

“Orang seperti ini membuat percakapan seperti saling berlomba karena saling mengungguli percakapan. Akibatnya akan lelah secara mental ketika percakapan saling berlomba,” katanya.

Menjadi pembicara yang baik bukan tentang menjadi yang terdepan dalam suatu tema, melainkan tentang memberi ruang bagi orang lain.

Memotong Pembicaraan Orang di Tengah Kalimat

Banyak yang tidak menyadari sering melakukan pemotongan kalimat ketika orang lain berbicara. “Saya mengerti ada banyak yang ingin disampaikan, namun perilaku ini akan membuat percakapan menjadi rumit,” ungkapnya.

Jika pola ini sering dilakukan maka yang terjadi akan menjauhkan orang tersebut di dalam komunitas. Ketika ada orang ingin menyampaikan pendapat atau ide menjadi ditahan karena enggan mendapat tanggapan di tengah – tengah pembicaraan. (ndi)

SHARE
Tag :kesehatan mentalMental healthpsikologiPsikologi Kepribadian
Ad imageAd image

Berita Aktual

Emas Antam/ Foto: pajak
Harga Emas Antam Nak Menjadi Rp2,614 Juta Per Gram
Sabtu, 18 Juli 2026
Tangkapan layar Permainan Roblox/ foto: Ist
Roblox Mengumumkan Sebuah Fitur Baru Bernama Bulid Berdasarkan AI
Sabtu, 18 Juli 2026
Nelson Mandela/ Foto: capture KOMPAS
Hari Nelson Mandela untuk Mengenang Pejuang Hak Asasi Manusia
Sabtu, 18 Juli 2026
Harga bensin di sebuah SPBU di Chicago, Illinois / Foto: aljazeera
Harga Minyak Global Kembali Naik Dampak Konflik AS dan Iran
Jumat, 17 Juli 2026
Hotman Paris Hutapea/ Foto: Jawa Pos
Hotman Paris Hutapea Resmi Menjadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Jumat, 17 Juli 2026

Mental Health

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ilustrasi menenangkan diri/ Foto: freepik

Seni Menenangkan Diri untuk Menghadapi Setiap Persoalan

Ilustrasi depresi/ Foto: freepik

Peristiwa Negatif Memicu Gejala Depresi pada Remaja Putri dan Putra.

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Kung Fu Soccer Karya Stephen Chow Meraup Keuntungan Rp1,2 Triliun Perdana Penayangan

Yordania Berhasil Mencegat 8 Rudal Milik Iran Tanpa Korban Jiwa

Harga Emas Antam Mengalami Penurunan Rp2.606 Juta Per Gram

BYD Menantang Merek Premium Eropa dengan Performa Lebih Tinggi

Aktor Bae Na Ra dan Han Jae Ah Akan Segera Menikah

More News

Ekspresi kekecewaan bisa dibingkai dalam kata kata

Frasa dalam Percakapan yang Melambangkan Seseorang Tidak Bahagia

Kamis, 20 Februari 2025
Ilustrasi membaca buku/ Foto: freepik

Membaca Buku Diyakini Memperpanjang Usia dan Terapi Dimensia

Sabtu, 21 Februari 2026
Ilustrasi di dalam angkutan umum / Foto : HS

Orang yang Menawarkan Tempat Duduk di Angkutan Umum Menunjukkan Perilaku Ini

Rabu, 14 Mei 2025
Ilustrasi mental kuat

Tanda Mental Kamu Sangat Kuat dan Tangguh

Senin, 24 Februari 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id