Aktua.co.id – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Jakarta, Selasa (24/6), memastikan pemerintah serius dalam mengevakuasi warga Brazil yang jatuh saat mendaki Gunung Rinjani.
Koordinasi dengan Basarnas, Polri, Kepala Balai Taman Nasional Rinjani, serta Pemda setempat terus dilakukan untuk memastikan keselamatan korban.
Peristiwa ini sendiri sudah menjadi perhatian publik dunia melalui media sosial. Salah satu akun media sosial platform X memposting bagaimana medan yang dilalui Juliana Marins sangat berat.
“Lihatlah betapa licinnya tempat Juliana Marins, warga Brazil yang menghilang setelah terjatuh saat mendaki gunung berapi Rinjani di Indonesia,” ketik @eaijhani.
“Kakaknya dan teman-temannya hanya berbicara mengenai “pikiran positif”, “energi baik”, “getaran baik” namun mereka tidak pernah berbicara mengenai Tuhan,” tulis @moscanasopa1982.
“Sekarang yang tersisa adalah berdoa kepada Tuhan agar mereka dapat menyelamatkan gadis itu. Saya masih terkesan dengan keberanian orang-orang ini dalam petualangan semacam ini,” ungkap @R83Nascimento
“Pernyataan dari keluarga Juliana Marins bahwa tidak ada yang menginginkan kejadian ini. Beristirahatlah dengan tenang, Juliana. Pemerintah Indonesia harus menjelaskan apakah mereka bisa bertindak lebih cepat. Banyak orang di Brasil yang marah,” ketik @GugaNoblat.
“Mereka membiarkannya mendaki gunung berapi selama tiga hari dengan sepatu kets dan celana jins. Tanpa pengalaman apa pun. Tanpa peralatan keselamatan, tidak ada cara untuk menyelamatkannya jika terjadi kesalahan, seperti yang mereka lakukan. Selain semua kesedihan, itu harus dianggap sebagai insiden diplomatic,” ujar @queronovidade.
Nama Juliana menjadi perbincangan sampai 105 ribu komentar yang lebih didominasi oleh warga Brasil. Umumnya netizen Brasil menginginka penyelamatan secara cepat. (ndi/X)
