• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Penelitian : Keterkaitan Disfungsi Kognitif Subyektif dengan Gangguan Depresi
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Penelitian : Keterkaitan Disfungsi Kognitif Subyektif dengan Gangguan Depresi

Redaktur III Jumat, 4 Juli 2025
Share
4 Min Read
Ilustrasi konsultasi psikologi tentang depresi / Foto : freepik
Ilustrasi konsultasi psikologi tentang depresi / Foto : freepik

Aktual.co.id – Sebuah studi longitudinal terhadap individu dengan gangguan depresi mayor di Tiongkok menemukan bahwa disfungsi kognitif subjektif sangat terkait dengan tingkat keparahan gejala depresi.

Pemulihan fungsi sosial pada individu ini dipengaruhi oleh perbaikan gejala depresi dan fungsi kognitif subjektif, dengan perbaikan kognitif subjektif memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pemulihan. Penelitian ini dipublikasikan dalam Psychological Medicine .

Depresi, atau gangguan depresi mayor, adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan kesedihan terus-menerus dan hilangnya minat pada aktivitas yang sebelumnya dinikmati.

Kondisi ini memengaruhi perasaan, pikiran, dan perilaku seseorang, serta menyebabkan berbagai masalah emosional dan fisik.

Orang yang mengalami depresi sering kali kesulitan menjalankan tugas sehari-hari dan merasa putus asa. Gejala umumnya meliputi kelelahan, perubahan nafsu makan, gangguan tidur, dan motivasi atau energi yang rendah.

Selain gejala emosional, penelitian menunjukkan orang dengan depresi sering mengalami gangguan kognitif, seperti kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, kesulitan membuat keputusan, dan berpikir lambat. Masalah kognitif ini dapat berlanjut meski gejala suasana hati membaik.

Baca Juga:  Studi Psikologi yang Mengungkap Peran Ayah dalam Membentuk Kehidupan Anak

Penulis studi Jingjing Zhou dan rekan berupaya mengeksplorasi hubungan antara fungsi kognitif subjektif dan objektif serta gejala emosional pada orang depresi.

Tim juga menyelidiki gejala-gejala ini memengaruhi fungsi sosial. Para peneliti berhipotesis gejala kognitif dan gejala emosional sebagian independen dan kesulitan kognitif subjektif dan objektif akan memiliki dampak yang berbeda pada kehidupan sehari-hari pasien.

Studi ini menganalisis data dari Prospective Cohort Study of Depression in China (PROUD), sebuah proyek multisenter yang dirancang merekrut sampel representatif nasional dari orang-orang dengan gangguan depresi mayor.

Analisis ini mencakup data yang dikumpulkan antara Juni 2022 dan Juni 2024 dari 1.376 pasien di 18 rumah sakit di Tiongkok.

Baca Juga:  Mengelola Kebisingan untuk Kesehatan Mental Bagi Orang Dewasa

Dari peserta tersebut, 900 adalah perempuan, 252 memiliki riwayat keluarga dengan penyakit mental, dan 820 mengalami episode depresi pertama mereka.

Usia rata-rata peserta adalah sekitar 28 tahun. Pasien menerima monoterapi antidepresan selama 8 minggu dengan penilaian tindak lanjut tambahan yang dilakukan 52 minggu setelah dimulainya pengobatan.

Para peneliti menggunakan beberapa alat standar untuk mengevaluasi gejala depresi (Hamilton Depression Rating Scale dan Quick Inventory of Depressive Symptomatology – Self-Report), kecemasan (Hamilton Anxiety Rating Scale dan Generalized Anxiety Disorder-7), fungsi kognitif (Chinese Brief Cognitive Test untuk kinerja objektif, dan Perceived Deficits Questionnaire – Depression-5 untuk pengalaman subjektif), dan gangguan sosial (Sheehan Disability Scale).

Hasilnya menunjukkan bahwa gejala depresi dan fungsi kognitif membaik secara signifikan selama 8 minggu pertama pengobatan.

Namun, keluhan kognitif subjektif pada awal penelitian memprediksi tingkat keparahan gejala depresi pada minggu ke-8, dan pada tingkat yang lebih rendah, kebalikannya juga benar. Hubungan timbal balik ini diamati untuk gejala depresi dan kecemasan.

Baca Juga:  Berikut Sikap Orang yang Menyembunyikan Kurang Percaya Diri.

Ketika para peneliti mengamati pemulihan fungsi sosial, tim menemukan bahwa hal itu dipengaruhi oleh perbaikan suasana hati dan peningkatan kognisi subjektif.

Namun, perubahan fungsi kognitif subjektif lebih erat kaitannya dengan pemulihan sosial daripada perubahan dalam gejala depresi.

“Disfungsi kognitif subjektif lebih erat kaitannya dengan gejala depresi dan berperan penting dalam pemulihan fungsi sosial, sehingga menyoroti perlunya intervensi yang tepat guna mengatasi defisit kognitif subjektif pada gangguan depresi mayor,” simpul penulis studi tersebut.

Studi ini menyoroti tentang pentingnya gangguan fungsi kognitif pada depresi. Akan tetapi, perlu dicatat bahwa desain studi ini tidak memungkinkan kesimpulan kausal definitif apa pun diambil dari hasil penelitian. (ndi/psypost)

SHARE
Tag :depresikesehatan jiwakesehatan mentalMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Ilustrasi Tes Kemampuan Akademik / Foto: Ist
Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tingkat SD/MI/Sederajat Digelar 20 Hingga 30 April 2026
Minggu, 19 April 2026
Justin Bieber dan Billie Billie Eilish / Foto: variety
Justin Bieber Kolaborasi dengan Billie Eilish dan SZA di Panggung Coachella
Minggu, 19 April 2026
BXB/ Foto: Allkpop
BXB Meresmikan Akan Bubar Setelah Kontrak Berakhir
Minggu, 19 April 2026
Jusuf Kalla ketika jumpa pers/ Foto: capture ANTARA
Sebagai Sosok yang Lebih Senior JK Memberikan Nasihat kepada Jokowi
Minggu, 19 April 2026
Penampakan Aurora/ Foto: time and date
Aurora Badai Matahari Kembali Terjadi dan Bisa Dilihat AS Bagian Utara
Minggu, 19 April 2026

Mental Health

Ilustrasi/ Foto: freepik

Cara Kendalikan Diri Ketika Menghadapi Situasi Penuh Emosi

Ilustrasi penyakit Chagas/ Foto: national today

Mengenal Penyakit Chagas yang Diperingati 14 April untuk Menekan Penyebaran

Main games strategi bisa meningkatkan kinerja otak/ Foto: freepik

Begini Cara Meningkatkan Kerja Otak Menjadi Maksimal

Ilustrasi cara melihat orang lain / Foto: freepik

Berikut Melihat Karakter Seseorang dari Cara Bersikap

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Berikut Curahan Animator Film The Legend of Aang: The Last Airbender yang Kecewa Film Bocor

Yulia Baltschun Beri Pesan Kepada yang Terjebak Cinta Segitiga Setelah Suaminya Selingkuh

Zeda Salim Memutuskan Lepas Hijab untuk Bekerja Menafkahi Anak

Film Salmokji: Whispering Water Mencapai Box Office dalam 10 Hari

Selat Hormuz Dibuka Penuh oleh Iran Selama Gencatan Senjata

More News

Pemimpin narsisitik cenderung menyembunyikan sifat aslinya / Foto : freepik

Perbedaan Orang Toxic dengan Narcissistic Personality Disorder

Senin, 15 Desember 2025
Introvert menikmati kesendirian dan imajinasi / foto ; Freepik

Aktivitas Kaum Introvert yang Hanya Mereka yang Mengerti

Minggu, 9 Maret 2025
Harga diri rendah ditandai dengan pandangan negatif terhadap orang lain

Seseorang Memiliki Harga Diri Rendah Bisa Dilakukan Terapi Berikut Ini

Kamis, 13 Februari 2025
Vibe positif dibangun dengan hidup sehat/ foto : freepik

Orang yang Terlihat Lebih Muda Biasanya Melakukan Kebiasaan Ini

Kamis, 3 April 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id