Aktual.co.id – Dinamika di dalam keluarga bisa jadi rumit dan terkadang mengembangkan rasa superioritas di antara kerabat. Psikolog Olivia Reid menyusun ciri – ciri orang yang superioritas di dalam keluarga karena merasa dirinya baik.
Memamerkan Prestasi Berlebihan
Tujuan hal tersebut untuk menciptakan kesenjangan di dalam keluarga. Seolah menekankan status yang dianggap lebih tinggi. Secara tidak sadar menarik garis pembeda di antara keluarga. Memang ada garis tipis antara merayakan dan memamerkan keberhasilan.
Menghindari Acara Kumpul Keluarga
Penghindaran ini dapat menjadi tanda bahwa seseorang telah melupakan keluarga. Itu adalah cara mengatakan bahwa mereka memiliki tempat yang lebih baik untuk dikunjungi dan orang-orang yang lebih penting untuk menghabiskan waktu bersama.
Kurangnya Empati Terhadap Masalah Keluarga
Jika seseorang percaya mereka lebih unggul, tingkat empati terhadap keluarga dapat menurun secara signifikan. Ketidakpedulian terhadap masalah atau perjuangan keluarga akan meningkat dan menganggapnya remeh atau tidak penting.
Sering Membandingkan dengan Orang Lain
Perbandingan ini dapat menciptakan lingkungan yang tidak nyaman dalam keluarga. Keadaan ini bisa menyebabkan perasaan tidak mampu di antara anggota keluarga lainnya. Ini adalah cara halus menegaskan dominasi dan superioritas tanpa mengatakannya secara langsung.
Jarang Memulai Kontak
Tidak memulai kontak dapat menjadi tanda seseorang merasa terlalu tinggi untuk keluarga. Orang seperti ini percaya bahwa orang lain harus menghubunginya terlebih dahulu karena statusnya yang lebih tinggi.
Mengkritik Pilihan Anggota Keluarga
Semua punya pendapat dan pandangan, tetapi ada perbedaan antara kritik yang membangun dan ketidaksetujuan yang terus-menerus. Mereka yang merasa lebih unggul cenderung sering mengkritik pilihan anggota keluarga. Perilaku ini menyebabkan hubungan keluarga menjadi tegang karena kritik dapat menumbuhkan kenegatifan dan kebencian.
Memaksakan Gaya Hidup
Mereka percaya bahwa pilihannya lebih unggul dan mengharapkan orang lain mengikutinya. Baik tentang karier, mode, atau pilihan kehidupan pribadi. Pola ini menegaskan bahwa cara mereka adalah yang cara terbaik.
Pemaksaan ini mencerminkan keyakinan bahwa mereka berada di level yang lebih tinggi dan orang lain harus mencapai di posisi mereka. Perilaku ini berdampak besar pada dinamika dan hubungan keluarga. (ndi)
