• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Penelitian : Defisit Kontrol Emosi Meningkatkan Gangguan Kecemasan Umum
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Penelitian : Defisit Kontrol Emosi Meningkatkan Gangguan Kecemasan Umum

Redaktur III Selasa, 8 Juli 2025
Share
3 Min Read
Cemas bisa mengurangi konsentrasi / Foto : Freepik
Cemas bisa mengurangi konsentrasi / Foto : Freepik

Aktual.co.id – Sebuah studi terhadap individu dengan gangguan kecemasan umum di Tiongkok menunjukkan pola penghambatan afektif yang tidak biasa dan berkinerja lebih buruk pada tugas yang memerlukan perubahan afektif, dibandingkan dengan individu yang sehat.

Temuan ini menunjukkan bahwa orang dengan gangguan kecemasan umum memiliki kemampuan pengenalan emosi yang lebih buruk.

Makalah ini diterbitkan dalam Frontiers in Psychiatry dan diposting ulang oleh psypost. Gangguan kecemasan umum adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai kekhawatiran yang berlebihan dan tak terkendali tentang kejadian dan aktivitas sehari-hari.

Orang dengan gangguan kecemasan sering kali berharap kejadian penting akan berakhir buruk dan terlalu khawatir tentang kesehatan, pekerjaan, keluarga, atau keuangan.

Baca Juga:  Seni Mengontrol Pikiran Supaya Tidak Cemas

Kekhawatiran kronis ini sulit dikendalikan dan biasanya berlangsung setidaknya selama enam bulan. Gejala fisik meliputi kegelisahan, kelelahan, ketegangan otot, mudah tersinggung, dan gangguan tidur.

Kecemasan dapat mengganggu konsentrasi dan mengganggu fungsi dan hubungan sehari-hari. Gangguan cemas  termasuk kelompok kondisi kesehatan mental yang dikenal sebagai gangguan kecemasan.

Diperkirakan sekitar 5,6% orang di Tiongkok menderita gangguan kecemasan, dengan 1,3% di antaranya secara khusus terkena gangguan kecemasan umum.

Penulis studi Yuqi Shen melakukan studi untuk membandingkan kemampuan kontrol afektif pada individu dengan gangguan cemas dengan peserta yang sehat.

Peneliti berhipotesis bahwa kesulitan memproses informasi emosional berperan dalam gangguan tersebut.

Lebih khusus lagi, memperkirakan bahwa penghambatan afektif dan pergeseran afektif akan dikaitkan dengan gejala kesehatan mental yang dilaporkan.

Baca Juga:  Kalimat Para Narsisistik Menghindari Tanggung Jawab Ketika Melakukan Kesalahan

Penelitian ini melibatkan 50 orang yang didiagnosis gangguan kecemasan umum dan 50 peserta kontrol yang sehat.

Di setiap kelompok, 14 peserta adalah perempuan. Usia rata-rata dalam kelompok gangguan kecemasan adalah 47 tahun, dibandingkan dengan 50 tahun dalam kelompok kontrol yang sehat.

Peserta menyelesaikan penilaian standar kecemasan (Skala Gangguan Kecemasan Umum-7 dan Skala Kecemasan Hamilton), depresi (Skala Penilaian Depresi Hamilton), hambatan afektif (menggunakan Tugas Flanker Afektif), dan pergeseran afektif (menggunakan Tugas Fleksibilitas Afektif).

Hasilnya menunjukkan bahwa individu dengan gangguan kecemasan umum menunjukkan pola penghambatan afektif yang tidak lazim.

Baca Juga:  Gangguan Obsesif Kompulsif Ditandai Kebersihan dan Kerapihan yang Sangat Ekstrim

Lebih khusus lagi, menunjukkan berkurangnya kontrol proaktif, kemampuan mempersiapkan dan mempertahankan fokus pada suatu tugas.

Dan terjadi peningkatan kontrol reaktif, yang mencerminkan respons yang meningkat terhadap rangsangan emosional yang bertentangan atau mengganggu.

Dengan kata lain, orang dengan kecemasan mengalami kesulitan tetap fokus pada informasi yang relevan dan reaktif terhadap gangguan emosional.

Pemilik gangguan ini juga mengalami kesulitan lebih besar dalam mengalihkan perhatian di antara berbagai tuntutan tugas, terutama melibatkan konten emosional.

“Singkatnya, kami menemukan bukti bahwa pasien dengan gangguan kecemasan menunjukkan defisit dalam kontrol kognitif dalam konteks afektif dibandingkan dengan orang dewasa yang sehat,” ungkap Yuqi Shen penulis penelitian. (ndi)

SHARE
Tag :depresigangguan kecemasankecemasanMental health
Ad imageAd image

Berita Aktual

ASN baris di depan gedung Pemkot Surabaya/ Foto: Pemkot Surabaya
Pemkot Surabaya Berkomitmen Membayar Gaji ke-13 Kepada ASN
Rabu, 10 Juni 2026
Paraterdakwa penyiraman air keras Andrie Yunus mendengar putusan Mahkamah Militer Jakarta/ Foto: ANTARA
Tersangka Penyiraman Andrie Diputus 2 Orang Dipecat dari TNI dan 2 Tahun Penjara
Rabu, 10 Juni 2026
Orang-orang berkendara melewati mural yang menggambarkan mendiang pemimpin tertinggi, Ayatollah Ruhollah Khomeini, di Teheran/ Foto: The Guardian
Iran Mengatakan Melancarkan Serangan Rudal ke Pangkalan AS di Yordanian
Rabu, 10 Juni 2026
Ilustrasi media sosial/ Foto: freepik
Postingan Media Sosial Bukan Cerminan Diri Mental Seseorang
Rabu, 10 Juni 2026
Lumpia/ Foto: National today
Mengenal Sejarah Lumpia yang Diperingati Setiap Tanggal 10 Juni
Rabu, 10 Juni 2026

Mental Health

Ilustrasi media sosial/ Foto: freepik

Postingan Media Sosial Bukan Cerminan Diri Mental Seseorang

Ilustrasi tua bahagia/ Foto: freepik

Seni Menikmati Hidup Saat Menjelang Usia Tua

Ilustrasi pertemanan/ Foto: freepik

Lingkungan Pertemanan Menentukan Kualitas Kesehatan Mental

Ilustrasi overthingking / Foto : Freepik

Berikut Langkah Meredam Overthingking yang Mengganggu Pikiran

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Peringatan Tsunami Dampak Gempa Mag 7,7 di 224 Km Barat Laut Pulau Karatung Sulut

Harga Emas Hari Senin Terpantau Stabil di Harga Rp2,7 Juta Per Gram

BMKG Menyatakan Gempa Mag 7,7 Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng di Filipina

Lingkungan Pertemanan Menentukan Kualitas Kesehatan Mental

Gempa Mag 7,7 Perairan Mindanao Filipina Menyebarkan Peringatan Tsunami di Asia

More News

Ilustrasi ngobrol bersama teman / Foto : geediting

Jika Memiliki Kebiasaan Menyelesaikan Kalimat Orang Lain Memiliki Kepribadian Ini.

Sabtu, 19 Juli 2025
garam / Foto: freepik

Bahaya Kekurangan Yodium Buat Orang Dewasa dan Ibu Hamil

Selasa, 21 Oktober 2025
Melakukan yoga bisa meredakan stres di malam hari / Foto : freepik

Kebiasaan Malam Orang yang Tetap Tenang dan Puas

Kamis, 22 Mei 2025
Tanda wanita tidak bahagia adalah kecemasan / Foto : Freepik

Tanda Wanita Tidak Bahagia dengan Hidupnya, Menurut Psikologi

Selasa, 8 April 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id