Aktual.co.id – Para penggemar DAY6 menyuarakan protes terhadap kebijakan pemeriksaan identitas yang berlebihan di konser penggemarnya.
Banyak penonton dilaporkan ditolak masuk meskipun memiliki tiket yang sah. Penolakan ini khususnya para penonton yang di bawah umur yang hanya menunjukkan kartu pelajar.
Kebijakan ini memicu kritik sehingga memunculan protes di kalangan penggemar. “Saya pernah menonton empat konser DAY6 sebelumnya, dan tidak pernah meminta kartu identitas. Tapi di konser ini, tiba-tiba ada pemeriksaan kartu identitas wajib,” kata salah seorang penggemar di media sosial.
Dirinya sudah menunjukkan kartu identitas mahasiswa namun tidak diterima. “Bahkan saya meminta ayah mengirimkan foto paspor, tapi mereka juga menolaknya, dengan alasan harus ada salinan fisiknya,” keluhnya.
Berdasarkan pemberitaan llkpop, Pengalaman ini menarik perhatian komunitas penggemar, dan banyak yang menganggap acara tersebut lebih ketat daripada prosedur resmi pemerintah.
Sebuah kiriman yang dibagikan secara luas merujuk pada infografis dari Komisi Pemilihan Umum Nasional Korea , yang mencantumkan kartu identitas pelajar dengan foto, paspor, SIM, dan kartu identitas berfoto lainnya yang dikeluarkan oleh lembaga publik sebagai tanda pengenal yang sah untuk pemungutan suara.

“Kalau kartu pelajar saya cukup untuk memilih, kenapa tidak cukup untuk konser?,” tanya seorang penggemar. Penyelenggara konser menjelaskan bahwa pemeriksaan identitas dimaksudkan untuk mencegah calo dan pembelian tiket palsu.
Namun, para penggemar mengkritik kebijakan tersebut sebagai tidak efektif, dengan menyatakan bahwa meskipun calo dan bot tidak disaring, penggemar biasalah yang dirugikan.
Seorang penggemar mengaku meskipun telah datang bersama orang tua dan petugas polisi untuk mengonfirmasi identitas, mereka tetap ditolak masuk.
Hal ini memicu reaksi keras, banyak yang menyebut kebijakan tersebut tidak adil dan melanggar hak-hak konsumen. “Kami membeli tiket melalui jalur resmi, tetapi mereka menolak kami masuk dan juga tidak mau mengembalikan uang kami,” kata seorang pengunjung.
Meskipun beberapa pihak berpendapat penyelenggara telah mengumumkan kebijakan identitas sebelumnya, banyak penggemar membantah masalahnya bukan pada pengumuman tersebut, melainkan kurang fleksibilitas acara.
Kontroversi ini kini meluas melampaui isu penerimaan kartu identitas pelajar. Para penggemar kini mendesak penyelenggara menerapkan langkah-langkah anti-calping yang lebih adil dan efektif, serta menghormati hak-hak pemegang tiket yang sah. (ndi/llkpop)
