Aktual.co.id – Pernah mengetahui orang yang setiap kegiatannya diposting media sosial. Bahkan waktu bersama pasangan pun diposting di media sosial dengan berbagai komentar disematkan.
Menurut psikolog Issabela Chase sering memposting kegiatan pasangan menanda butuh validasi bahwa hubungan sedang tidak baik-baik saja.
Jika seseorang yang benar – benar dengan hubungan dengan pasangan hampir tidak pernah mengunggah aktifitasnya media sosial. Termasuk kegiatan di bawah ini.
Membagikan Kesalahan atau Kegagalan Pasangan
Membagikan kesalahan pasangan secara daring tidaklah adil atau tidak sopan. Hal itu bisa menyakitkan dan merusak, tidak hanya bagi pasangan, tetapi juga bagi hubungan.
Hal itu menciptakan lingkungan yang penuh penghakiman dan kenegatifan. Pasangan yang paling bahagia tahu sehingga memilih mengatasi masalah ini secara pribadi.
Status Hubungan Terus-Menerus
Bukannya menyembunyikan, tetapi merasa perlu mevalisadi melalui media sosial. Orang-orang yang paling bahagia tidak butuh validasi terus-menerus. Hidupnya sudah sibuk berbahagia dan menjalani kisah cintanya
Status hubungan hanyalah sebuah label, dan yang terpenting adalah ikatan yang mereka jalin, rasa hormat yang dimiliki satu sama lain, dan cinta yang dirasakan. Hubungan yang bahagia dijalani, bukan diumumkan.
Momen Pribadi Pasangan
Tidak mengherankan bagi yang benar-benar puas dengan hubungannya berpikir dua kali sebelum membagikan momen pribadi pasangannya di media sosial.
Mulai hingga candid hingga percakapan seringkali berawal dari keinginan untuk memamerkan keintiman yang dimiliki dengan pasangannya. Namun, hal itu bisa dianggap sebagai invasi ruang pribadi.
Posting Setiap Gerakan Bersama
Orang yang benar-benar bahagia dalam hubungan sering kali tidak merasa perlu membagikan setiap kegiatannya. Orang ini sibuk menjalani dan menikmati momen-momen itu.
Setiap pandangan yang dibagikan, setiap canda tawa, setiap malam tenang yang dihabiskan bersama, semuanya merupakan pengalaman pribadi yang sakral, yang tidak memerlukan penonton.
Lain kali mendapati diri meraih ponsel untuk mengabadikan momen bersama pasangan, mungkin luangkan waktu sejenak untuk sekadar menikmatinya.
Pernyataan Cinta yang Berlebihan
Bagi yang benar-benar bahagia dalam hubungan seringkali tidak merasa terus-menerus meyakinkan dunia akan cinta abadi. Pasangan ini menjalaninya, merasakannya, dan tidak membutuhkan validasi dari luar.
Ini bukan menyembunyikan cinta. Ini menghargai secara pribadi, berbagi momen yang membangun ikatan, alih-alih membangun citra publik. Pada akhirnya, satu-satunya orang yang perlu diyakinkan adalah cinta pasangan, bukan pengikut media sosial. (ndi)
