• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Perilaku Pria yang Menjadi Lebih Kuat Secara Mental dan Emosional Seiring Bertambahnya Usia
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Perilaku Pria yang Menjadi Lebih Kuat Secara Mental dan Emosional Seiring Bertambahnya Usia

Redaktur III Minggu, 15 Juni 2025
Share
4 Min Read
Tetap produktif di usai tua bisa meningkatkan kesehatan jiwa / Foto : Freepik
Tetap produktif di usai tua bisa meningkatkan kesehatan jiwa / Foto : Freepik

Aktual.co.id – Banyak yang menganggap penuaan sebagai proses melambat atau penyusutan usia. Namun ada sisi menarik jika seseorang tetap menikmati penuaan dan mempertahankan kesehatan mentalya

Menurut  Farley Ledgerwood, ada beberapa perubahan mental yang perlu diperhatian oleh kalangan senior. Jika kesehatan mental masih bagus, menurutnya bukan keberuntungan, melainkan hasil dari perilaku yang konsisten membangun kekuatan dari dalam diri.

Memaafkan Diri Sendiri dan Orang Lain

Laki – laki yang tumbuh lebih kuat secara mental dan emosional tidak memupuk dendam di dalam dirinya “Lelaki ini membiarkan hal-hal berlalu begitu saja. Karena memikirkan tentang kesalahan orang lain dianggapnya membuang energy,” kata Farley.

Dengan memaafkan diri sendiri atas kegagalan di masa lalu, kesalahan langkah, atau hal-hal yang tidak mereka ketahui saat itu menjadikannya menjadi sosok yang lebih kuat.

Memaafkan bukan berarti berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Memaafkan berarti memutuskan untuk tidak terus-terusan mengalaminya. Melepaskan membebaskan ruang untuk kegembiraan, koneksi, dan pertumbuhan.

Baca Juga:  Mental Pejuang Tidak Akan Berhenti Hanya Karena Proses Melambat

Terus Belajar Tentang Dunia dan Diri Sendiri

Orang ini terus membaca, mendengarkan, dan merenungkan. Polanya bisa bermacam – macam, seperu membaca buku, melakukan percakapan dengan orang yang lebih muda, atau sekedar duduk di belakang rumah.

“Rasa ingin tahu membuat pikiran menjadi fleksibel. Dan fleksibilitas adalah bentuk kekuatan yang tenang,” tulis Farley.

Dia menekankan agar orang senior lebih banyak mengembangkan diri diiringi dengan kemampuan usia yang terus bergerak. Tidak perlu memaksakan diri namun tetap terus berkembang dengan memanfaatkan kesempatan yang ada.

Berdamai dengan Emosi

Banyak yang memberi label jika orang yang hebat tidak pernah menangis, khawatir, atau berbicara tentang perasaan terluka.

“Bagi orang yang memiliki kecerdasan emosi dapat mengekspresikan kemarahan secara sehat serta menceritakan rasa takut tanpa ada malu,” kata Farley.

Bagi pria yang sehat mental akan menyadari bahwa kehidupan ada senang dan sedih. Semua tidak bisa dielakkan karena kehidupan mengalami banyak pasang surut sehingga perlu bijak menanganinya tanpa harus menahannya.

Baca Juga:  Perilaku Introvert Ketika di Tempat Umum Berdasarkan Analisa Psikologi

Lebih Terarah Menyalurkan Energi

Pria yang semakin kuat seiring berjalannya waktu belajar melindungi energinya. Orang ini akan mencurahkan energi pada hubungan dan rutinitas yang menyehatkan, dan melepaskan hal-hal yang menguras energi.

“Saya mengalami masa-masa di usia lima puluhan ketika berusaha membuat semua orang senang. Teman-teman. Keluarga. Rekan kerja. Itu membuat kelelahan,” ungkap Farley.

Sekarang dirinya lebih memprioritaskan kesehatan mentalnya dengan memberikan waktu untuk diri sendiri seperti minum teh setiap pagi, mendengarkan musik, tanpa pusing memikirkan orang lain.

Menjadi Pendengar yang Baik

Saat pria dewasa secara emosional, umumnya lebih sedikit berbicara dan banyak mendengarkan.

Usia dewasa lebih sering mengajukan lebih banyak pertanyaan. Menyediakan lebih banyak ruang. Dan leih memperhatikan setiap pembicaraan.

“Saya pernah duduk di sebelah seorang pria di sebuah pesta pernikahan yang hampir tidak berbicara sepatah kata pun selama makan malam. Namun, ketika mengajukan pertanyaan kepadanya, dia menjawab, “Saya mendengarkan,” ungkap Farley

Baca Juga:  Hal yang Tidak Patut Diucapkan Tentang Persoalan Pribadi

Pengalaman itu melekat dalam ingatannya. Kekuatan emosional sering kali terlihat dari seberapa baik membuat orang lain merasa didengarkan.

Berbicara Tidak Suara Keras

Mentalnya tidak lagi merasa perlu memenangkan setiap argumen. Dia duduk tenang sambil mendengarkan setiap pembicaraan yang disampaikan oleh orang lain.

“Jika ingin bicara pada saat diperlukan dengan suara sedang atau rendah agar tetap mengedepankan penegasan pada kalimat,” ungkap Farley.

JIka ucapan yang disampaikan kurang didengar, maka dia akan mengulanginya kembali sampai beberapa kali hingga lawan bicara memahami isi kalimatnya, tanpa perasaan jengkel.

Berhenti Lari dari Masa Lalunya

Lelaki yang kuat tidak berpura-pura tentang masa lalunya. Orang ini tidak menyimpan dalam laci dan mencoba melupakannya.

“Hanya saja dirinya merenungkan setiap kesalahan yang pernah dilakukan selama ini dan mencoba memperbaikinya,” katanya.

Dari pengalaman masa lalu dia mencoba menjadi lebih baik dan meneruskan perjalanan sembari mengevalusai setiap langkahnya. (ndi)

SHARE
Tag :kesehatan jiwaMental healthPsikologi Kepribadian
Ad imageAd image

Berita Aktual

Emas Antam/ Foto: pajak
Harga Emas Antam Nak Menjadi Rp2,614 Juta Per Gram
Sabtu, 18 Juli 2026
Tangkapan layar Permainan Roblox/ foto: Ist
Roblox Mengumumkan Sebuah Fitur Baru Bernama Bulid Berdasarkan AI
Sabtu, 18 Juli 2026
Nelson Mandela/ Foto: capture KOMPAS
Hari Nelson Mandela untuk Mengenang Pejuang Hak Asasi Manusia
Sabtu, 18 Juli 2026
Harga bensin di sebuah SPBU di Chicago, Illinois / Foto: aljazeera
Harga Minyak Global Kembali Naik Dampak Konflik AS dan Iran
Jumat, 17 Juli 2026
Hotman Paris Hutapea/ Foto: Jawa Pos
Hotman Paris Hutapea Resmi Menjadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Jumat, 17 Juli 2026

Mental Health

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ilustrasi menenangkan diri/ Foto: freepik

Seni Menenangkan Diri untuk Menghadapi Setiap Persoalan

Ilustrasi depresi/ Foto: freepik

Peristiwa Negatif Memicu Gejala Depresi pada Remaja Putri dan Putra.

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Kung Fu Soccer Karya Stephen Chow Meraup Keuntungan Rp1,2 Triliun Perdana Penayangan

Yordania Berhasil Mencegat 8 Rudal Milik Iran Tanpa Korban Jiwa

Harga Emas Antam Mengalami Penurunan Rp2.606 Juta Per Gram

BYD Menantang Merek Premium Eropa dengan Performa Lebih Tinggi

Aktor Bae Na Ra dan Han Jae Ah Akan Segera Menikah

More News

Ilustrasi penyuka kesendirian / Foto: freepik

Mengenal Ciri-Ciri Lone Wolf, Pribadi Penyuka Kesendirian

Senin, 18 Agustus 2025
Hasil penelitian menyebut kurang berat badan memicu bunuh diri / Foto : Freepik

Penelitian Menyebutkan, Orang dengan Kurang Berat Badan Berisiko Bunuh Diri

Jumat, 9 Mei 2025
Menunjukkan ketertarikan bagian magnetik untuk berkenalan dengan orang/ Foto : Freepik

Trik Psikologis Menjadi Magnetis Ketika Bertemu Orang Baru

Sabtu, 22 Maret 2025
Ilustrasi wanita sedih bersama pria / Foto : freepik

Alasan Seorang Wanita Meninggalkan Pria yang Perlu Diungkapkan

Senin, 30 Juni 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id