Aktual.co.id – Banyak yang menganggap penuaan sebagai proses melambat atau penyusutan usia. Namun ada sisi menarik jika seseorang tetap menikmati penuaan dan mempertahankan kesehatan mentalya
Menurut Farley Ledgerwood, ada beberapa perubahan mental yang perlu diperhatian oleh kalangan senior. Jika kesehatan mental masih bagus, menurutnya bukan keberuntungan, melainkan hasil dari perilaku yang konsisten membangun kekuatan dari dalam diri.
Memaafkan Diri Sendiri dan Orang Lain
Laki – laki yang tumbuh lebih kuat secara mental dan emosional tidak memupuk dendam di dalam dirinya “Lelaki ini membiarkan hal-hal berlalu begitu saja. Karena memikirkan tentang kesalahan orang lain dianggapnya membuang energy,” kata Farley.
Dengan memaafkan diri sendiri atas kegagalan di masa lalu, kesalahan langkah, atau hal-hal yang tidak mereka ketahui saat itu menjadikannya menjadi sosok yang lebih kuat.
Memaafkan bukan berarti berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Memaafkan berarti memutuskan untuk tidak terus-terusan mengalaminya. Melepaskan membebaskan ruang untuk kegembiraan, koneksi, dan pertumbuhan.
Terus Belajar Tentang Dunia dan Diri Sendiri
Orang ini terus membaca, mendengarkan, dan merenungkan. Polanya bisa bermacam – macam, seperu membaca buku, melakukan percakapan dengan orang yang lebih muda, atau sekedar duduk di belakang rumah.
“Rasa ingin tahu membuat pikiran menjadi fleksibel. Dan fleksibilitas adalah bentuk kekuatan yang tenang,” tulis Farley.
Dia menekankan agar orang senior lebih banyak mengembangkan diri diiringi dengan kemampuan usia yang terus bergerak. Tidak perlu memaksakan diri namun tetap terus berkembang dengan memanfaatkan kesempatan yang ada.
Berdamai dengan Emosi
Banyak yang memberi label jika orang yang hebat tidak pernah menangis, khawatir, atau berbicara tentang perasaan terluka.
“Bagi orang yang memiliki kecerdasan emosi dapat mengekspresikan kemarahan secara sehat serta menceritakan rasa takut tanpa ada malu,” kata Farley.
Bagi pria yang sehat mental akan menyadari bahwa kehidupan ada senang dan sedih. Semua tidak bisa dielakkan karena kehidupan mengalami banyak pasang surut sehingga perlu bijak menanganinya tanpa harus menahannya.
Lebih Terarah Menyalurkan Energi
Pria yang semakin kuat seiring berjalannya waktu belajar melindungi energinya. Orang ini akan mencurahkan energi pada hubungan dan rutinitas yang menyehatkan, dan melepaskan hal-hal yang menguras energi.
“Saya mengalami masa-masa di usia lima puluhan ketika berusaha membuat semua orang senang. Teman-teman. Keluarga. Rekan kerja. Itu membuat kelelahan,” ungkap Farley.
Sekarang dirinya lebih memprioritaskan kesehatan mentalnya dengan memberikan waktu untuk diri sendiri seperti minum teh setiap pagi, mendengarkan musik, tanpa pusing memikirkan orang lain.
Menjadi Pendengar yang Baik
Saat pria dewasa secara emosional, umumnya lebih sedikit berbicara dan banyak mendengarkan.
Usia dewasa lebih sering mengajukan lebih banyak pertanyaan. Menyediakan lebih banyak ruang. Dan leih memperhatikan setiap pembicaraan.
“Saya pernah duduk di sebelah seorang pria di sebuah pesta pernikahan yang hampir tidak berbicara sepatah kata pun selama makan malam. Namun, ketika mengajukan pertanyaan kepadanya, dia menjawab, “Saya mendengarkan,” ungkap Farley
Pengalaman itu melekat dalam ingatannya. Kekuatan emosional sering kali terlihat dari seberapa baik membuat orang lain merasa didengarkan.
Berbicara Tidak Suara Keras
Mentalnya tidak lagi merasa perlu memenangkan setiap argumen. Dia duduk tenang sambil mendengarkan setiap pembicaraan yang disampaikan oleh orang lain.
“Jika ingin bicara pada saat diperlukan dengan suara sedang atau rendah agar tetap mengedepankan penegasan pada kalimat,” ungkap Farley.
JIka ucapan yang disampaikan kurang didengar, maka dia akan mengulanginya kembali sampai beberapa kali hingga lawan bicara memahami isi kalimatnya, tanpa perasaan jengkel.
Berhenti Lari dari Masa Lalunya
Lelaki yang kuat tidak berpura-pura tentang masa lalunya. Orang ini tidak menyimpan dalam laci dan mencoba melupakannya.
“Hanya saja dirinya merenungkan setiap kesalahan yang pernah dilakukan selama ini dan mencoba memperbaikinya,” katanya.
Dari pengalaman masa lalu dia mencoba menjadi lebih baik dan meneruskan perjalanan sembari mengevalusai setiap langkahnya. (ndi)
