Aktual.co.id – Perang antara Thailand dan Kamboja salah satu pemicunya adalah perebutan perbatasan yang disebut Emerald Triangle.
Wilayah tersebut tidak hanya mempertemukan titik tiga negara yakni Kamboja, Thailand, dan Laos. Namun di sana terdapat kuil bersejarah yang mendapat pengakuan dari UNESCO.
Salah satu kuil yang berdiri di sana adalah Preah Vihear, di mana pada tahun 1962 Mahkamah Internasional menetapkann Kuil Preah Vihear berada di wilayah Kamboja.
Tetapi sengketa wilayah tetap dijalankan karena peta dari peninggalan Perancis dianggap tidak jelas, sehingga pertikaian terkait wilayah tersebut masih berlangsung sampai saat ini.
Kuil Preah Vihear sendiri dibangun untuk didedikasikan Dewa Siwa. Kuil ini terdiri dari serangkaian tempat suci yang dihubungkan oleh sistem trotoar dan tangga sepanjang 800 meter dan berasal dari paruh pertama abad ke-11 Masehi.
Sejarahnya yang kompleks dapat ditelusuri hingga abad ke-9, ketika pertapaan tersebut didirikan. Situs ini terawat dengan baik, terutama karena lokasinya yang terpencil.
Situs ini luar biasa karena kualitas arsitekturnya, yang disesuaikan dengan lingkungan alam dan fungsi keagamaan kuil, serta kualitas ornamen batu pahatnya yang luar biasa.
Keasliannya, dalam hal bangunan dan materialnya mengekspresikan nilai-nilai properti dengan baik, Atribut properti ini meliputi kompleks candi, integritas properti ini sedikit banyak telah terganggu oleh tidak adanya sebagian tanjung di sekeliling properti.
Langkah-langkah perlindungan hukum untuk Candi sudah memadai. Kemajuan yang telah dicapai dalam mendefinisikan parameter Rencana Pengelolaan perlu dikonsolidasikan menjadi Rencana Pengelolaan yang lengkap dan disetujui. (ndi)
