Aktual.co.id – Warga Raqqa, Suriah berbondong – bondong ke tepian Sungai Eufrat yang mengering untuk menggali tanah guna memburu emas yang kabarnya muncul seiring surutnya sungai tersebut.
Fenomena ini bermula dari kemunculan gundukan tanah berkilau di dasar sungai. Tindakan yang awalnya hanya rasa penasaran segelintir orang kini berkembang menjadi penggalian masif, memicu munculnya ekonomi mikro di sekitar lokasi.
Namun, di balik perburuan emas, belum ada campur tangan otoritas setempat. Tidak ada regulasi resmi maupun pengawasan keselamatan yang diterapkan, meski risiko lingkungan dan kecelakaan mengintai. Jumlah warga yang terlibat terus bertambah, membuat situasi kian tak terkendali.
Seorang insinyur geologi, Khaled al-Shammari, mengingatkan masyarakat agar berhati-hati. Ia menjelaskan bahwa endapan mineral memang lazim ditemukan di sepanjang aliran Sungai Eufrat, namun penampakan tanah berkilau saja tidak cukup untuk memastikan keberadaan emas.
“Diperlukan analisis geologi mendalam untuk menentukan apakah endapan tersebut mengandung emas atau mineral berharga lainnya,” ujar al-Shammari, seperti dikutip dari Shafaq News, Rabu (6/8).
Sungai Eufrat, yang mengalir melintasi Turki, Suriah, dan Irak, telah menjadi sumber kehidupan sejak era Mesopotamia kuno.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, penurunan debit airnya telah memicu kekhawatiran di tingkat regional. Fenomena kekeringan ini dipicu sengketa pembangunan bendungan di Turki serta memburuknya kondisi iklim global.
Perekatan antara krisis lingkungan dan makna spiritual ini menciptakan dilema baru bagi masyarakat di kawasan tersebut.
Tindakan perburuan emas di Sungai Eufrat menggambarkan kompleksitas persoalan di Raqqa. Di satu sisi, ada kebutuhan ekonomi mendesak yang mendorong warga untuk mengambil risiko.
Namun, tanpa intervensi pemerintah dan pemahaman ilmiah yang kuat, kegiatan ini berpotensi menimbulkan masalah sosial dan lingkungan yang lebih besar di masa depan. (ndi/shafaqnews)
