Aktual.co.id – Gempa bumi berkekuatan 6,3 skala Richter melanda dekat kota Mazar-e Sharif di Afghanistan utara pada Senin dini hari, menewaskan sedikitnya 20 orang, melukai ratusan orang, dan merusak Masjid Biru bersejarah di kota itu
Survei Geologi AS mengatakan gempa terjadi pada kedalaman 28 km (17,4 mil) di dekat Mazar-e Sharif, kota berpenduduk sekitar 523.000 yang terkenal dengan tempat-tempat suci dan situs bersejarahnya. Menurut Mohammad Rahim, korban selamat di distrik Tashqurghan yang dekat dengan episentrum gempa, mengatakan bumi berguncang hebat selama sekitar 15 detik.
“Ketika kami akhirnya keluar, ada begitu banyak debu di udara sehingga kami tidak dapat melihat apa pun,” katanya kepada Reuters sambil berdiri di depan bangunan yang runtuh.
Dia menceritakan bahwa ibunya dan saudara laki-lakinya yang terjebak di reruntuhan berhasil dievakuasi oleh petugas penyelamat dan penduduk setempat lainnya.
Kata juru bicara Kementerian Kesehatan Sharfat Zaman mengatakan setidaknya 20 orang tewas dan lebih dari 500 orang terluka. Pemerintah mengatakan jika jumlah korban dapat meningkat saat tim penyelamat mencapai desa-desa terpencil di provinsi Balkh dan Samangan yang paling parah terkena dampak.
“Tim penyelamat dan kesehatan kami telah tiba di daerah tersebut, dan semua rumah sakit terdekat telah disiagakan oleh pimpinan untuk merawat para korban luka,” kata Zaman.
Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan mengatakan dalam sebuah posting di platform media sosial X bahwa mereka berada di lapangan untuk mendukung upaya penyelamatan.
“Kami mendukung masyarakat yang terdampak dan akan memberikan dukungan yang diperlukan,” demikian isi postingan tersebut. Afghanistan sangat rentan terhadapĀ gempa bumiĀ karena terletak di dua patahan aktif yang berpotensi pecah dan menyebabkan kerusakan parah.
Lebih dari 2.200 orang tewas dan ribuan lainnya terluka setelah gempa bumi dan gempa susulan yang kuat di tenggara negara yang hancur akibat perang pada akhir Agustus lalu. (ndi/reuters)
