Aktual.co.id – Seorang guru kelas empat, Dakota Chance di Mississipi, merias ruangan kelasnya dengan berbagai tema dengan dukungan dari ayahnya.
“Saya tahu beberapa siswa tidak mendapatkan kasih sayang dan dukungan yang layak didapatkan setiap anak di rumah, jadi saya berusaha menjadikan kelas saya tempat yang aman dan menenangkan, yakni tempat di mana merasa selalu diterima,” ungkapnya kepada PEOPLE.
Dakota menghias kelas untuk muridnya dengan berbagai hiasan bernuasan laut sehingga membuat orang yang ada di dalamnya terasa nyaman.
Ketika ayahnya masih hidup, dia selalu membagikan hasil desainnya kepada, Eddie, untuk dimintai pendapat. “Dan beliau selalu memberikan support dan masukan agar desain menjadi lebih menarik dan nyaman,” katanya. Namun, pada bulan Maret 2025, ayahnya meninggal dunia secara tiba-tiba pada usia 61 tahun karena penyakit yang tiba- dan parah.

Sebagai anak tertua, dia menghadapi tugas yang berat untuk memutuskan melepaskan alat bantu kehidupannya setelah dokter menemukan usus dan usus besarnya gagal berfungsi dan ginjalnya mulai tidak berfungsi.
Pasca ayahnya meninggal, dirinya kembali desain kelas untuk penghargaan almarhum ayah. Pantai dan laut adalah tempat aman bagi ayahnya. “Kami tinggal di Gulf Shores, Alabama, selama bertahun-tahun, dan di sanalah ia bahagia,” katanya.
Diceritakan jika ayahnya seorang pemancing yang bersemangat, bisa menghabiskan waktu berjam-jam di tepi laut dan selalu merasa damai jika dekat dengan ombak. Maka pada ajaran baru bulan Agustus, Dakota mendesain kelasnya bertemakan laut seperti yang disukai oleh ayahnya.
“Saya membawa laut ke kelas saya. Rasanya seperti membawa ayah setiap hari, dan saya harap murid-murid dapat merasakan ketenangan dan kenyamanan yang sama seperti yang diberikan laut,” ungkapnya

Hasil desainnya ini diposting di media sosial TikTok dan ditonton 700,000 kali serta mendapat 10,000 komentar. Setiap tahun, ia mendesain ruang kelasnya dengan dekorasi, seperti desain kamar tidur kepada ayahnya semasa kecil.
“Kelas saya tahun ini penuh dengan semua hal yang disukai ayah, mulai dari hiu yang bergantung di dinding hingga ubur-ubur yang mengapung di langit-langit, tetapi pengingat terbesar di kelas adalah cinta,” tegasnya.
Meski begitu, lima bulan terakhir merupakan masa-masa tersulit dalam hidupnya. Momen-momen tersulit ketika sesuatu yang penting terjadi ketika Dakota Chance ingin menelepon ayah hanya ingin menceritakan yang dilakukan selama ini.
“Ayah mengajarkan bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan tumbuh dan berkembang, apa pun situasinya,” ujar Chance kepada PEOPLE. (ndi/PEOPLE)
