Aktual.co.id – Gas air mata seperti familier sejak unjuk rasa 28 Agustus 2025 hingga beberapa hari setelahnya. Aksi massa yang terjadi beberapa waktu lalu seolah membuat gas air mata menjadi perbinangan public.
Menurut Alodokter, gas air mata bisa membawa dampak negatif bagi kesehatan bagi orang-orang yang terpapar. Beberapa efek yang bisa terjadi adalah mata merah, iritasi di kulit, hingga sesak dan sulit bernapas.
Gas air mata dibuat dari beragam senyawa kimia, seperti chloroacetophenone (CN) dan chlorobenzylidenemalononitrile (CS). Selain itu, chloropicrin (PS), bromobenzylcyanide (CA), dibenzoxapine (CR), juga bisa digunakan sebagai agen iritatif yang dapat digunakan untuk mengendalikan massa.
Gas air mata dirancang menimbulkan iritasi sementara, khususnya pada bagian mata, mulut, kulit, tenggorokan, dan paru-paru. Dengan begitu, diharapkan kerusuhan bisa mereda.
Dampak terkena gas air mata adalah mata merah, berair, terasa terbakar, dan penglihatan kabur, muncul ruam atau kulit yang terasa terbakar dan melepuh, hidung meler, bengkak, dan terasa terbakar, mulut iritasi, terasa terbakar, diikuti dengan keluarnya air liur secara berlebihan atau sulit menelan, batuk, sesak napas, napas pendek, mengi, dan muncul rasa tercekik.
Jika dibiarkan dan tidak segera ditangani, gejala-gejala tersebut bisa semakin parah bahkan berisiko menyebabkan kondisi yang fatal.
Paparan gas air mata dalam waktu yang lama dan jumlah yang banyak, terlebih bila terjadi di tempat tertutup, berisiko menyebabkan kerusakan mata yang berat, seperti katarak, glaukoma, dan kebutaan, serta kematian akibat gagal napas atau serangan jantung.
Sementara itu, risiko kematian akibat serangan jantung lebih rentan dialami oleh penderita penyakit jantung. Hal ini karena paparan gas air mata bisa memicu peningkatan denyut jantung dan tekanan darah.
Tidak hanya itu, saat seseorang terkena paparan gas air mata risiko terjadinya post-traumatic stress disorder (PTSD) juga akan meningkat. PTSD merupakan gangguan kecemasan yang membuat penderitanya takut, khawatir, dan cemas, akibat kejadian traumatis yang pernah dialaminya, termasuk kerusuhan dan terpapar gas air mata.
Jika tanpa sengaja terpapar gas air mata, segera cuci wajah dengan air mengalir dan sabun. Bila mungkin segera mandi dan keramas.
Namun, apabila melakukan hal tersebut kamu masih merasakan gejalanya atau justru semakin berat, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (ndi)
