Aktual.co.id – Memorial dan Museum telah berhasil menguji Tribute in Light yang akan menerangi langit New York untuk menghormati para korban 9/11 dan ketangguhan Kota New York pada peringatan 24 tahun serangan teror.
“Tribute in Light merupakan bagian ikonis dari peringatan hampir 3.000 orang yang tewas pada 9/11,” ujar Presiden dan CEO 9/11 Memorial dan Museum, Beth Hillman, seperti dikutip amNewYork.

Hillman menambahkan bahwa mereka bersyukur atas kesempatan meningkatkan kesadaran terhadap serangan 11 September yang dilakukan oleh al-Qaeda terhadap Amerika Serikat pada tahun 2001.
Anthoula Katsimatides, yang kehilangan saudara laki-lakinya yang tercinta dalam serangan tersebut, mengatakan kepada media bahwa ia melihat Tribute in Light sebagai simbol harapan dan ketahanan bagi seluruh warga New York.
Tribute in Light memulai debutnya pada 11 Maret 2002, enam bulan setelah dua pesawat komersial yang dibajak menabrak Menara Kembar World Trade Center di New York City.
Upaya pemulihan dan bantuan di Ground Zero masih berlangsung saat Tribute in Light dipasang, menurut TimeOut.
Sejak tahun 2025, pertunjukan Tribute in Light menjadi tradisi tahunan pada tanggal 11 September. Lampu-lampu dinyalakan pada malam menjelang 11 September dan terus menyala hingga fajar pada tanggal 12 September.
Menurut TimeOut, Tribute in Light dapat dilihat dari radius 96 kilometer di sekitar Lower Manhattan. Warga Long Island dan New Jersey dapat menyaksikan cahaya tersebut setiap tahun dalam kondisi yang mendukung.
Municipal Art Society dan Creative Time membentuk tim seniman untuk menciptakan Tribute in Light. Space Cannon membuat lampu-lampunya, sementara Michael Ahern Production Services (MAPS) mengawasi keseluruhan produksi.
Selain konsultan pencahayaan Paul Marantz, seniman yang terlibat dalam proyek ini adalah John Bennett, Gustavo Boneverdi, Richard Nash Gould, Julian LaVerdiere, dan Paul Myoda. (ndi)
