Aktual.co.id – Hampir semua museum sejarah memilih hari Senin untuk libur atau tutup. Apa yang mendasari setiap hari Senin museum tutup ?
Berdasarkan laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, hari Senin dimanfaatkan pengelola museum untuk melakukan perawatan koleksi dan tata pameran, serta pembenahan.
Setiap hari senin saat museum sepi bahkan tidak ada pengunjung memasuki area museum terkecuali tamu kedinasan, tim konservator melakukan perawatan preventif pada diorama.
Seperti yang dilakukan oleh Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Para konservator melakukan perawatan seperti diorama yang dipajang di museum tersebut.
Perawatan yang dilakukan berupa penggantian silica gel sebagai zat mencegah terbentuknya kelembapan yang berlebih. Silika gel merupakan produk yang aman digunakan untuk menjaga kelembapan obat-obatan, bahan sensitif, elektronik, bahkan makanan sekalipun.
Silika gel mencegah terbentuknya kelembapan yang berlebih. Silika gel adalah substansi yang digunakan untuk menyerap kelembapan dan cairan partikel dari ruang yang berudara/bersuhu. Silica gel juga membantu menahan kerusakan pada barang-barang yang mau disimpan.
Pada halaman dalam Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta juga dilakukan pembersihan, pemangkasan pohon-pohon perindang juga dilakukan agar museum tetap memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
Masih tetap rindang dan teduh namun pembersihan ini untuk memberikan kenyamanan ketika tamu berkunjung ke museum tersebut.
Di beberapa museum di negara lain juga memanfaatkan hari Senin untuk melakukan pembenahan setelah buka selama enam hari termasuk hari libur.
Selain pembersihan benda – benda di museum, pengelola juga melakuka roling mingguan kepada petugas yang berjaga.
Beberapa galeri menggunakan hari Senin untuk mengubah atau memasang pameran baru, menjadikannya hari bekerja di balik layar tanpa mengganggu pengunjung.
Sudah menjadi norma budaya bagi banyak jenis bisnis, termasuk galeri, untuk tutup pada hari Senin, mirip dengan cara beberapa restoran dan toko beroperasi. (ndi)
