Aktual.co.id – Terduga pembunuh Charlie Kirk, Tyler Robinson, mengaku telah membunuh pendiri Turning Point USA tersebut dalam percakapan teks dengan teman sekamarnya, Lance Twiggs.
Hal ini disampaikan oleh jaksa penuntut, seperti yang dikutip oleh New York Post. Dikatakan bahwa Robinson meninggalkan pesan tersembunyi untuk Twiggs, yang kabarnya sebagai kekasih transgendernya.
Kurang dari tiga jam setelah pembunuhan 10 September 2025, Kirk memberi tahu kepada Twiggs bahwa dia merencanakan serangan itu selama seminggu.
Perencanaan ini terungkap dalam dakwaan yang diajukan Selasa, 16 September 2025, di mana dia mengirim pesan kepada Twiggs memintanya untuk “hentikan apa yang sedang kau lakukan, lihat di bawah keyboard-ku” setelah menembak Kirk.
Berdasarkan dakwaan, Twiggs menemukan catatan dari Robinson yang berbunyi, “Saya berkesempatan untuk membunuh Charlie Kirk dan saya akan mengambilnya.”
Percakapan teks tersebut menunjukkan bahwa Twiggs mengetahui peran Robinson dalam pembunuhan tersebut lebih dari 24 jam sebelum ia ditangkap.
menurut kutipan Hindustan Time, Twiggs mengirim pesan teks kepada Robinson setelah menemukan catatan itu, menanyakan apakah itu “lelucon”.
“Aku masih baik-baik saja, sayangku, tapi aku masih terjebak di Orem untuk beberapa waktu lagi. Seharusnya tidak lama lagi sampai aku bisa pulang, tapi aku masih harus mengambil senapanku. Sejujurnya aku berharap bisa merahasiakannya sampai aku meninggal karena usia tua. Maaf aku harus melibatkanmu,” tulis Robinson.
Twiggs kemudian bertanya kepada Robinson apakah dialah pembunuh Kirk, dan Robinson menjawab, “Benar. Maaf.”
Dalam pesan teks lainnya, Robinson mengungkapkan ia menyembunyikan senapan yang digunakannya untuk membunuh Kirk di semak-semak tempat ia berganti pakaian.
Senapan itu adalah senapan berburu kaliber 30-06 milik kakek Robinson. Kemudian dIa menjelaskan bahwa ia berencana mengambil senjata itu, tetapi polisi telah menutup area tersebut.
“Saya khawatir apa yang akan dilakukan ayah saya jika saya tidak membawa kembali senapan kakek. bagaimana saya bisa menjelaskan kehilangan senapan itu kepada ayah saya,” tulis Robinson.
Pihak berwenang mengatakan bahwa Twiggs, yang belum didakwa atas kejahatan tersebut. Pihak berwenang mengatakan bahwa Twiggs sedang dalam proses transisi dari laki-laki menjadi perempuan.
“Kamu adalah satu-satunya yang aku khawatirkan tentang cinta,” tulis Robinson kepada Twiggs sebelum menyerahkan diri kepada pejabat.
Robinson didakwa dengan pembunuhan berat, penembakan dengan senjata api yang menyebabkan cedera tubuh serius hingga penghilangan nyawa. Dirinya diduga menembak mati Kirk, saat menghadiri sebuah acara kampus di Utah.
Penembakan itu terjadi sekitar pukul 12.20 siang waktu setempat saat sesi tanya jawab mahasiswa di Utah Valley University di Orem.
Tak lama setelah Kirk dibunuh, Gubernur Utah Spencer Cox berterus terang tentang niatnya untuk menuntut hukuman mati bagi si pembunuh.
“Siapa pun pelakunya, kami akan menemukan Anda. Kami akan mengadili Anda, dan kami akan menuntut pertanggungjawaban Anda seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku. Saya hanya ingin mengingatkan orang-orang bahwa hukuman mati masih berlaku di negara bagian Utah,” ungkap Cox. (ndi)
