Aktual.co.id – Presiden Prancis Emmanuel Macron menghadapi momen yang tidak biasa di New York pada Senin malam, 22 September, saat konvoi resminya dipaksa berhenti di luar markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa oleh NYPD.
Seperti dikutip oleh Hindustan Time, Presiden Prancis baru saja selesai berpidato di Majelis Umum PBB, di mana ia mengumumkan pengakuan resmi Prancis atas Palestina sebagai sebuah negara.
Saat konvoinya mulai bergerak menuju Kedutaan Besar Prancis di Fifth Avenue 934, petugas NYPD menghentikan iring-iringan mobil tersebut. Alasannya bukan protes atau peringatan keamanan; melainkan iring-iringan mobil Donmpo

Dalam sebuah video yang kemudian viral, Macron sempat keluar dari mobilnya setelah polisi memerintahkan kendaraan-kendaraan tersebut untuk berhenti.
Seorang petugas NYPD menghampirinya dan menjelaskan pemblokiran tersebut. “Maaf, Bapak Presiden, saya sungguh-sungguh minta maaf. Semuanya terblokir saat ini,” kata petugas itu, sambil menunjuk ke arah iring-iringan mobil Donald Trump yang melintas di Midtown.
Pemimpin Prancis itu menanggapi momen itu dengan santai. Ia mengeluarkan ponselnya, menelepon Trump, dan bergurau: “Apa kabar? Coba tebak, saya sedang menunggu di jalan sekarang karena semuanya diblokir untuk Anda. Mohon minggir.”
Jawaban Trump belum diungkapkan. Lalu lintas macet selama beberapa menit karena pejalan kaki memadati trotoar untuk menyaksikan rombongan kedua presiden. Akhirnya, tim Macron memutuskan untuk berjalan kaki sebagian, sementara presiden Prancis tersebut justru sibuk melayani foto dengan orang-orang di jalan.
Pada hari Senin, Presiden Prancis Macron bergabung dengan Belgia, Luksemburg, Malta, dan Andorra dalam mengakui Palestina sebagai sebuah negara, sebuah langkah yang dikoordinasikan dengan Arab Saudi.
Langkah Prancis ini menyusul keputusan serupa yang diambil Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal dalam beberapa hari terakhir. Secara keseluruhan, 156 negara kini mengakui negara Palestina. (ndi/hindustani)
