Aktual.co.id – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur kembali menunjukkan kreativitasnya melalui karya bertema lingkungan. Lewat kegiatan Mahakarya Vol. VI: Ecotive, mereka menyampaikan pesan penting tentang keberlanjutan melalui seni dan komunikasi kreatif.
Digelar di BG Junction Mall Surabaya, pameran ini menghadirkan berbagai karya seni ramah lingkungan hasil olah tangan mahasiswa Laboratorium Creative Advertising. Acara ini menjadi bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa bersama dengan dosen UPN Veteran Jawa Timur. Dosen pendamping kegiatan itu adalah Ririn Puspita Tutiasri, Mohammad Syarrafah, dan Sumardjijati.
Pada kesempatan itu, salah satu panitia kegiatan, Laili Nurin Nabila, menjelaskan bahwa nama Ecotive merupakan perpaduan antara eco (ramah lingkungan) dan creative (kreatif). Filosofi itu tercermin dari karya-karya yang dipamerkan, mulai dari ambient media, instalasi visual, hingga karya audiovisual yang mengangkat tema krisis lingkungan dan gaya hidup berkelanjutan.
Ecotive menjadi wadah untuk menyalurkan ide-ide kreatif mahasiswa sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap bumi. “Melalui Ecotive, kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas bisa menjadi solusi atas persoalan lingkungan. Sampah bukan akhir dari sesuatu, tetapi awal dari karya yang menginspirasi,” ujarnya.
Selain pameran, acara ini juga menghadirkan dua agenda utama yaitu Sustainable Sparks Talks dan Sustainable Sparks Collection. Dalam sesi diskusi tersebut, peserta diajak berdialog dengan praktisi dan komunitas lingkungan untuk membahas gaya hidup berkelanjutan serta inovasi dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai.

Sebagai bentuk kolaborasi, kegiatan ini menggandeng komunitas Earth Hour Surabaya dan Slate in Studios. Sinergi ini memperkuat pesan keberlanjutan sekaligus membuka ruang interaksi antara mahasiswa, komunitas, dan publik perkotaan yang semakin sadar pentingnya peran individu dalam menjaga lingkungan.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa menjaga bumi bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Melalui karya, dialog, dan kolaborasi, kami berharap muncul kebiasaan baru yang lebih peduli terhadap keberlanjutan,” ujar Laili.
Pameran yang terbuka untuk umum ini sukses menarik perhatian pengunjung BG Junction Mall. Banyak di antara mereka berhenti untuk menikmati karya, berfoto, hingga menuliskan pesan harapan untuk bumi di instalasi interaktif “Pohon Harapan” yang disediakan panitia.
Salah satu dosen pendamping, Mohammad Syarrafah, dan para dosen lainnya mengapresiasi antusiasme mahasiswa dalam menyampaikan pesan sosial melalui media kreatif dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa belajar langsung bagaimana mengemas isu lingkungan dengan pendekatan komunikasi visual yang menarik dan berdampak.
“Inilah bentuk pengabdian masyarakat yang edukatif sekaligus inspiratif,” kata Mohammad Syarrafah ketika memantau dan mendampingi mahasiswa di pameran itu.
Melalui Ecotive, mahasiswa UPN Veteran Jatim membuktikan bahwa seni dapat menjadi medium perubahan sosial dan lingkungan. Dari potongan plastik hingga kain sisa, semua diolah menjadi pesan visual yang menggugah kesadaran publik untuk peduli terhadap bumi dan masa depannya. (Penulis: Mohammad Syarrafah/Dosen Ilmu Komunikasi pendamping acara)
