Aktual.co.id – Brigade Penindakan Bandit Paris (BRB) dan Kantor Pusat Pemberantasan Perdagangan Barang Budaya (OCBC) memimpin penyelidikan atas perampokan yang terjadi di Museum Louvre pada tanggal 19 Oktober.
Mengutip dari People, satu tersangka ditangkap di Bandara Roissy-Charles-de-Gaulle sekitar pukul 22.00 waktu saat mereka diduga hendak naik pesawat ke Aljazair.
Tersangka kedua ditangkap setelah tersangka ditangkap di Paris. Para pria tersebut, yang berusia sekitar 30 tahun dari Seine-Saint-Denis di Prancis, diduga termasuk di antara empat tersangka yang mencuri delapan perhiasan dari museum.
Penangkapan itu terjadi setelah Louvre diduga memindahkan sejumlah permata paling berharganya ke Bank Prancis, menurut Metro .
Pencuri membobol institusi ikonik Paris tersebut pada Minggu pagi, 19 Oktober hanya butuh tujuh menit untuk mencuri delapan buah perhiasan.
Para pencuri menggunakan gergaji mesin kecil dan gerinda sudut untuk mencapai kamar yang menjadi sasarannya, AFP melaporkan.
Perhiasan yang dicuri termasuk tiara safir, kalung safir, dan anting safir tunggal yang dikenakan oleh Ratu Marie-Amélie dan Ratu Hortense, serta bros yang dikenal sebagai bros relikui .
Yang juga dicuri adalah kalung zamrud dan anting-anting zamrud yang serasi yang dikenakan oleh Marie-Louise, istri kedua Napoleon, serta tiara dan bros besar milik Permaisuri Eugénie.
Dua orang tersangka pencuri yang dituduh mencuri permata itu mengenakan rompi kuning dan menyamar sebagai pekerja, sementara dua lainnya mengendarai skuter.
Reuters melaporkan bahwa jaksa penuntut umum Paris Laure Beccuau mencatat pentingnya sejarah permata tersebut.
“Penting untuk diingat bahwa kerusakan ini memang merupakan kerusakan ekonomi, tetapi tidak seberapa dibandingkan dengan kerusakan historis yang disebabkan oleh pencurian ini,” kata Beccuau. (ndi/people)
