Aktual.co.id – Menteri Perhubungan AS Sean Duffy mengatakan pada hari Rabu (6/11) waktu Amerika Serikat, bahwa dirinya akan memerintahkan pengurangan 10% penerbangan di 40 bandara utama AS, dengan alasan masalah keselamatan kontrol lalu lintas udara saat penutupan pemerintah mencapai rekor hari ke-36.
Rencana drastis ini membuat maskapai penerbangan berlomba-lomba melakukan pengurangan signifikan dalam penerbangan dalam 36 jam. Penumpang membanjiri hotline layanan maskapai menyampaikan kepastian perjalanan udara dalam beberapa hari mendatang.
Duffy mengatakan pemotongan tersebut dapat dibatalkan jika Demokrat setuju untuk membuka kembali pemerintahan.
Penutupan ini adalah terpanjang dalam sejarah AS di mana telah memaksa 13.000 pengendali lalu lintas udara dan 50.000 agen Administrasi Keamanan Transportasi bekerja tanpa bayaran.
Pemerintahan Trump berupaya meningkatkan tekanan dari Partai Demokrat untuk mengakhiri penutupan pemerintah yang berdampak pada gangguan penerbangan.
Partai Demokrat berpendapat bahwa Partai Republik harus disalahkan karena menolak bernegosiasi mengenai subsidi perawatan kesehatan utama.
Puluhan ribu penerbangan telah ditunda sejak penutupan dimulai karena kekurangan kontrol lalu lintas udara yang meluas. Maskapai penerbangan mengatakan setidaknya 3,2 juta penumpang telah terdampak oleh kekurangan kontrol lalu lintas udara.
“Kami telah melakukan pengecekan tentang tugas kami,” kata Duffy kepada para wartawan ketika ditanyakan tentang keselamatan tentang dampak penutupan pengendali lalu lintas udara yang menimbulkan kekhawatiran tentang kinerja mereka.
“Tugas kami memastikan mengambil keputusan sulit ini untuk terus menjaga keamanan wilayah udara,” katanya.
FAA menyatakan pengurangan kapasitas di bandara dimulai dari 4%, meningkat 5% pada hari Sabtu dan 6% pada hari Minggu. Kemudian mencapai puncak 10% pada minggu berikutnya. (ndi/reuters)
