• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Banyak Ditemukan Sampah Kasur di Saluran Berpotensi Merusak Rumah Pompa Surabaya
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Pemerintahan

Banyak Ditemukan Sampah Kasur di Saluran Berpotensi Merusak Rumah Pompa Surabaya

Redaktur III Jumat, 7 November 2025
Share
4 Min Read
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Syamsul Hariadi/ Foto: Pemkot Surabaya
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Syamsul Hariadi/ Foto: Pemkot Surabaya

Aktual.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat sistem pengendalian akumulasi udara menjelang musim hujan.

Namun, upaya ini mencakup ancaman serius, pembuangan sampah rumah tangga berukuran besar, seperti sofa dan kasur, berpotensi merusak sistem drainase Kota Pahlawan, yaitu rumah pompa air.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menyatakan bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan ke saluran udara menjadi tantangan terbesar.

Sampah padat, seperti sofa, kasur, dan kayu, seringkali meliputi layar (penyaring) rumah pompa. Jika lolos atau menumpuk, ini dapat menyebabkan pompa terhenti dan berpotensi merusak mesin secara permanen,” terang Syamsul Hariadi, saat konferensi pers di ruang eks Humas Pemkot Surabaya, Kamis (6/11/2025).

Syamsul mencontohkan, saat hujan deras akhir-akhir ini, DSDABM Surabaya menemukan volume sampah yang tinggi di salah satu saluran utama.

“Saat hujan deras terakhir, di Saluran Greges yang mengarah ke Bosem Morokrembangan, petugas berhasil mengumpulkan 20 truk sampah hingga pagi hari. Volume sampah di sana merupakan jumlah terbesar yang ditemukan, dengan variasi temuan yang sangat beragam, meliputi benda-benda rumah tangga hingga benda keras seperti helm, sofa, kasur, popok bayi, dan pakaian,” ungkapnya.

Baca Juga:  Menjawab Tantangan AI, Prodi Ilmu Komunikasi UPN Jatim Gelar COMMFEST 2025

Saat ini, Pemkot Surabaya memiliki 76 rumah pompa aktif dan jumlah ini akan bertambah menjadi 81 unit pada akhir tahun 2025. Penambahan kapasitas ini sejalan dengan fokus prioritas pembangunan tahun 2025 di wilayah Surabaya Selatan.

“Tahun 2025 ini, kami memprioritaskan wilayah Surabaya Selatan dengan membangun lima rumah pompa baru, antara lain Rumah Pompa Menanggal, Rumah Pompa Ahmad Yani, Rumah Pompa Ketintang, Rumah Pompa Karah, dan Rumah Pompa Rungkut Menanggal,” terangnya.

Untuk memastikan operasional berjalan optimal, seluruh rumah pompa dijaga oleh petugas pompa selama 3 shift per 24 jam penuh. Selain itu, Syamsul menambahkan bahwa setiap rumah pompa dilengkapi 4 hingga 8 petugas penyaring sampah (penyarang).

“Petugas penyarang bekerja dalam shift karena beban kerja membersihkan sampah yang mencampurkan udara sangat berat. Hal ini untuk memastikan pompa dapat terus bekerja tanpa hambatan sampah,” imbuhnya.

Baca Juga:  Kementrian BUMN Akan Berubah Menjadi PBBUMN

Meskipun terdapat sampah besar, Pemkot Surabaya terus berupaya memastikan penanganan penyelamatan dapat dilakukan dengan cepat berkat penerapan sistem terpadu dan prosedur tetap (protap) yang ketat.

Kunci kecepatan penanganannya dimulai dari pencegahan arus balik. Hal ini diwujudkan melalui pembangunan pintu air di hampir semua saluran yang bermuara ke laut.

“Ketika terjadi air pasang, pintu-pintu udara ditutup dan pompa air dioperasikan. Hal ini bertujuan untuk menghindari tabrakan antara air laut pasang dengan air hujan, yang merupakan penyebab utama tenggelamnya wilayah pesisir,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Surabaya berpedoman pada peringatan dini BMKG. Berdasarkan informasi tersebut, semua pompa diaktifkan (pre-pumping) sebelum hujan tiba untuk saluran pembuangan dan memaksimalkan daya tampung air hujan.

Namun, Syamsul mengakui bahwa sistem drainase masih memiliki kelemahan di wilayah tertentu akibat fasilitas yang belum lengkap dan pekerjaan pembangunan yang belum tuntas.

Baca Juga:  Tim SAR Terus Melakukan Upaya Mencapai Titik Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

“Seperti di kawasan Tanjungsari, penumpukan paling lama terjadi karena wilayahnya belum memiliki fasilitas pengontrol udara lengkap, seperti rumah pompa dan pintu laut,” kata dia.

Sementara di kawasan Tenggilis dan Margorejo, akumulasi terjadi akibat lokasi cekung dan adanya pekerjaan pembangunan yang belum selesai, misalnya di Prapen atau Jemursari yang menghalangi pembuangan udara.

Di sisi lain, sistem drainase masih belum sempurna. Dari lima saluran keluar utama, baru dua yang dilengkapi pintu air, yakni Saluran Balong dan Saluran Kandangan.

Tiga saluran lainnya yaitu Saluran Kerambangan, Kalianak, dan Sememi belum memiliki pintu laut sebagai pengontrol udara. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah mendesak bagi Pemkot Surabaya.

“Pembangunan fasilitas pengontrol di tiga saluran tersebut telah diusulkan menjadi prioritas untuk segera dikerjakan, seiring dengan fokus pemkot saat ini di wilayah Selatan,” tutupnya. (pemkot Surabaya)

 

SHARE
Tag :Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota SurabayaPemkot SurabayaSurabaya
Ad imageAd image

Berita Aktual

Ilustrasi warga mengamat gerhana matahari/ Foto: vietnam
Eropa Sedang Mengalami Gerhana Matahari Total Pertama Abad Ini
Rabu, 12 Agustus 2026
Kantor Bank Indonesia / Foto : wikipedia
Ini Nama Calon Deputi Gubernur Senior BI dan Deputi Gubernur BI
Rabu, 12 Agustus 2026
Logo telegram/ Foto: anadolu
Telegram dan Google Didenda Karena Gagal Menghapus Konten Terlarang di Rusia
Rabu, 12 Agustus 2026
Air India/ Foto: Reuters
Kecelakaan Pesawat Airbus Milik Air India Akibat Pilot dalam Pengaruh Narkoba
Rabu, 12 Agustus 2026
USS Abraham Lincoln/ Foto: Mehr News
Tujuh Personel Angkatan Laut AS Tewas Akibat Bentrok di Kapal USS Abraham Lincoln
Rabu, 12 Agustus 2026

Mental Health

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Bangunan Tiga Lantai Runtuh Total Akibat Gempa Magnitudo 7,4 di Cali

MUI Kecam Aksi Tantangan Booth Minuman Keras Newport di Jakarta

Ciptakan Inovasi Kelola Sampah, Mahasiswa UPNVJT Hadirkan Teknologi Bottle Press di Bali

Gempa Berkekuatan Magnitudo 7,4 Menyebabkan 111 Korban Meninggal di Kolombia

Harga Emas Antam Naik Rp20.000 Jadi Rp2,710 Juta Per Gram

More News

Kantor Polda Jawa Timur / Foto : Bidkesmapta

Polda Jatim Kerahkan Personel Bantu Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya

Kamis, 3 Juli 2025
Para siswa keracunan MBG dirawat di rumah sakit di Kudus/ Foto: capture ANTARA

SPPG Purwosari Kabupaten Kudus Bertanggung Jawab Atas Keracunan MBG

Kamis, 29 Januari 2026
Bupati Pati Sudewo di atas kendaraan taktis / Foto : capture ANTARA

Pemerintah Minta Semua Menahan Diri Terkait Persoalan di Kabupaten Pati

Rabu, 13 Agustus 2025
Destry Damayanti/ Foto: Ist

Presiden Prabowo Mengajukan Destry Damayanti Sebagai Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id