Aktual.co.id – Nyai Muchsinah, ibu dari KH Yahya Cholil Staquf atau dipanggil Gus Yahya menyebutkan bahwa putranya merupakan sosok yang memegang prinsipnya teguh.
Ibu teresbeut bercerita jika Gus Yahya sejak kecil berkeinginan keras pergi mondok ke Pesantren Krapyak. Meski sempat dicegah oleh Nyai Muchsinah agar sekolah SMP terlebih dahulu, namun keinginannya maka Gus Yahya untuk mondok tetap kuat, sehingga diizinkan untuk mondok
Kuatnya kenginan untuk mondok terlihat ketika Gus Yahya kecelakaan motor yang membuat kakinya cidera. Di tengah sakit tersebut Gus Yahya tetap masuk pondok serta tidak mempedulikan sakitnya tersebut.
Dikutip dari NU Online, Gus Yahya menurut Istri KH Cholil Bisri juga sosok yang senang tirakat. “Biasanya kalau anak pulang dari pondok kan masak yang enak-enak untuk menyambutnya. Tapi dia malah nggak mau makan di rumah. Dia ingin sambel terong saja,” kata Nyai Muchsinah dalam sebuah video di akun Facebook Yahya Cholil Staquf, Rabu (12/1/2022).
Saat mondok, Gus Yahya sempat telat kiriman uang dari rumah selama 15 hari lebih. Akibatnya Gus Yahya hanya makan ‘intip’ (kerak nasi) selama itu.
Menurut Nyai Muchsinah, ada dua sosok yang diidolakan dan menjadi rujukan Gus Yahya dalam berkiprah di organisasi. Mereka adalah KH Cholil Bisri (ayah Gus Yahya) dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Dari dua sosok inilah Gus Yahya terinspirasi untuk selalu berjuang memberi manfaat dan maslahat bagi orang lain. Nyai Muchsinah pun selalu berdoa agar semua anaknya senantiasa menjadi sosok yang bermanfaat dan mampu membawa kemaslahatan bagi umat.
Inilah pandangan penuh kasih sayang pada Gus Yahya dari sosok Nyai Muchsinah yang senantiasa memegang tiga hal dalam hidupnya.
Tiga hal yang dipegang kuat oleh Ibunda Gus Yahya ini adalah sabar, syukur, dan ridho. “Sabar dalam keadaan apapun, syukur dalam keadaan apapun, ridho menerima Qadlanya Allah,” pungkasnya. (ndi/NUOnline)
