Aktual.co.id – Menyikapi situasi kebangsaan yang penuh dengan tantangan dan keresahan rakyat, Dewan Pengurus Pusat Persatuan Guru Besar/Profesor Indonesia (DPP PERGUBI) atas nama seluruh Para Profesor di Indonesia menyampaikan sikap moral dan akademis demi menjaga marwah bangsa, menegakkan keadilan, serta memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia.
Surat pernyataan sikap yang ditandatangani oleh Ketua Umum DPP PERGUBI, Prof.Dr. Ir. Gimbal Doloksaribu, M.M. mengungkapkan ada beberapa point yang diajukan oleh DPP PERGUBI kepada pemerintah menyikapi kasus keresahan yang saat ini terjadi.

“Mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera mengeluarkan Perppu tentang perampasan aset para koruptor dan memberikan mandat khusus kepada KPK untuk menindaklanjuti implementasinya sesegera mungkin dan melaporkan kepada publik besar dana yang berhasil dirampas serta dana tersebut digunakan untuk meringankan pajak rakyat Indonesia serta sekaligus menghukum koruptor seberat-beratnya hingga hukuman mati, karena Indonesia berada dalam kondisi darurat korupsi,” tulisnya.
Di point kedua, menuntut agar segala bentuk pengampunan atau keringanan hukuman yang pernah diberikan Presiden kepada koruptor segera dicabut atau dibatalkan, demi menjaga integritas hukum dan keadilan sosial.
“Meminta agar pemberian tanda kehormatan, bintang jasa, atau anugerah lainnya kepada pihak-pihak yang dinilai publik tidak layak/belum pantas (mantan koruptor) menimbulkan keresahan publik segera ditinjau ulang dan ditarik kembali, demi menjaga keluhuran makna penghargaan negara,” ungkapnya.
Mendesak seluruh pimpinan partai-partai politik agar segera menarik dan memberhentikan anggotanya di DPR RI, kementerian, lembaga, maupun badan publik yang kebijakan dan pernyataannya terbukti menyakiti hati rakyat, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik.
“Presiden segera memerintahkan agar semua income dan fasilitas yang melekat di seluruh pejabat publik (DPR RI, Kementerian, BUMN dan lain-lain) dipangkas 50% dari yang selama ini agar hidup layak dan sederhana,” ungkapnya.
Mengimbau mahasiswa dan buruh untuk terus berjuang menegakkan keadilan dan demokrasi dengan sekeras-kerasnya, namun tetap menghindari tindakan anarkis, perusakan, serta tidak membiarkan diri digiring ke isu-isu SARA yang dapat memecah belah bangsa.
Mendorong Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk selalu menyampaikan orasi, pidato, dan pernyataannya dengan bijak, tenang, dan tidak emosional/pukul mimbar, serta berlandaskan bukti nyata yang dapat dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat.
“Setelah semua situasi terkendali dan mereda, kami DPP PERGUBI siap diajak Bapak Presiden untuk berdialog/mendesign bersama aksi-aksi program nyata untuk berperan dan berkontribusi bagi kemajuan dan pemerataan ekonomi rakyat semesta di Indonesia,” tulis Prof Gimbal Doloksaribu. (ndi)
