Aktual.co.id – Sebagian Menara London ditutup karena aksi unjuk rasa dengan cara melempar makaan di ke etalase yang berisi permata mahkota.
Empat orang ditangkap setelah aksi tersebut, yang diklaim oleh Take Back Power, sebuah kelompok perlawanan sipil tanpa kekerasan. Mereka mengatakan bahwa puding dan remah apel dilemparkan ke dalam peti yang berisi mahkota kekaisaran.
Scotland Yard menyatakan, 4 pengunjuk rasa telah ditangkap menyusul perusakan di Menara London. Dilaporkan bahwa 4 pengunjuk rasa melemparkan makanan yang dicurigai ke lokasi kejadian sebelum dua orang meninggalkan lokasi kejadian.
Dilaporkan oleh The Guardian bahwa Petugas bekerja sama dengan kepolisian dan petugas keamanan melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap empat pelaku.
Menara London, salah satu objek wisata paling populer di ibu kota dan terpaksa ditutup sebagian untuk umum selama penyelidikan polisi berlanjut.
Menara tersebut dibuka kembali pada Sabtu sore. “”Permata mahkota tidak rusak,” kata Historic Royal Palaces.
Sementara Take Back Power mengatakan pihaknya melakukan aksi tersebut untuk menuntut pemerintah Inggris membentuk majelis warga negara permanen semacam Dewan Rakyat dengan wewenang memungut pajak atas kekayaan yang berlebihan dan memperbaiki Inggris.
Rekaman yang dibagikan oleh kelompok tersebut menunjukkan seorang demonstran mengeluarkan wadah foil besar berisi crumble dari sebuah kantong dan membantingnya ke kaca pelindung mahkota.
Demonstran lain berulang kali menuangkan satu wadah berisi custard kuning cerah ke bagian depan wadah tersebut.
Para demonstran membuka mantel untuk menunjukkan slogan-slogan di kaus bertuliskan “Rebut Kembali Kekuasaan”, sebelum salah satu dari mereka meneriakkan “demokrasi telah runtuh” dan yang lainnya meneriakkan “Inggris telah hancur. Kami datang ke sini, ke permata-permata bangsa, untuk merebut kembali kekuasaan.”
“Negara telah runtuh di depan mata kita. Kita melihat banyak tunawisma sekarat di jalanan yang dilewati Raja Charles dalam perjalanan menuju penobatannya, sementara jumlah rumah kosong lebih banyak daripada jumlah orang yang tidak memiliki rumah di negara ini. Sudah saatnya orang-orang super kaya membayar bagian mereka,” ujar para aktivis.
Para turis yang terkejut melihat aksi tersebut, sementara seorang pekerja Menara London mendekat dan berkata “Permisi, maaf”, sambil meminta bantuan lewat radio.
Laporan awal menunjukkan seluruh situs telah ditutup. Kepolisian Metropolitan menyatakan hanya Jewel House yang ditutup, sebelum Historic Royal Palaces mengeluarkan informasi lebih lanjut bahwa musem dibuka kembali. (ndi/TheGuardian)
