Aktual.co.id – Hujan meteor Ursid aktif selama periode yang relatif singkat dari tanggal 17 hingga 26 Desember, dengan puncak aktivitas diperkirakan terjadi pada malam hari tanggal 21-22 Desember, ketika 10 bintang jatuh dapat terlihat setiap jam di bawah langit gelap, demikian ungkapan dari American Meteor Society.
Bintang jatuh yang terkait dengan hujan meteor ini tampak berasal dari bagian langit yang dekat dengan bintang terang Kochab di konstelasi Ursa Minor , yang dapat ditemukan di atas cakrawala utara sepanjang bulan Desember.
Ursa Minor, atau ‘Beruang Kecil’, adalah konstelasi sirkumpolar. Karena itu, konstelasi ini tidak pernah terbenam dari perspektif pengamat di belahan bumi utara dan malah tampak berputar mengelilingi anggotanya yang paling terang yakni Polaris , Bintang Utara.
Waktu terbaik berburu meteor Ursid adalah dari malam tanggal 21 Desember hingga fajar tanggal 22 Desember. Puncak hujan meteor dua hari setelah fase bulan baru Desember , yang berarti memiliki langit yang hampir sempurna untuk berburu bintang jatuh.
Pertama, temukan Kochab di langit utara menggunakan aplikasi pengamatan langit yang praktis di ponsel pintar . Selanjutnya, temukan area langit 40 derajat di atas bintang terang tersebut ke arah zenit lokal titik di atas kepala.
Hujan meteor Ursid bertepatan dengan tanggal titik balik musim dingin di mana sumbu bumi miring paling jauh dari matahari, sehingga belahan bumi utara memiliki malam terpanjang dalam setahun.
Mata beri waktu hingga 30 menit untuk menyesuaikan diri dengan kegelapan. Penyesuaian ini akan membantu melihat meteor paling redup di langit Desember yang hampir gelap gulita. (ndi/space)
