Aktual.co.id – Panitia pengamatan bulan Uni Emrirat Arab akan bertemu setelah salat Maghrib pada hari Rabu,18 Maret 2026 untuk mengkonfirmasi dimulainya Idulfitri.
Mengutip dri Gulf News, pihak berwenang juga telah mengumumkan bahwa salat Id tahun ini hanya akan diadakan di masjid, bukan di lapangan salat terbuka, sebagai bagian dari langkah-langkah keamanan di seluruh negeri.
Negara-negara lain yang diperkirakan akan melakukan pengamatan hilal pada hari Rabu termasuk Bahrain, Kuwait, Yaman, Palestina, Lebanon, Sudan, dan sebagian wilayah Irak.
Namun, perhitungan astronomi menunjukkan bahwa penampakan bulan sabit pada hari Rabu akan mustahil di seluruh dunia karena bulan diperkirakan akan terbenam sebelum matahari terbenam, sehingga visibilitasnya tidak mungkin tercapai.
Di bagian lain dunia Muslim, termasuk Turki, Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, India, Pakistan, Iran, Oman, Yordania, Suriah, Mesir, dan beberapa negara Afrika Utara, hari Kamis akan menandai hari ke-29 Ramadan, dengan penampakan bulan dijadwalkan setelah matahari terbenam pada hari itu.
Di negara-negara tersebut, Idul Fitri diperkirakan jatuh pada hari Jumat atau Sabtu, tergantung pada penampakan yang dikonfirmasi.
Para astronom mengatakan bahwa penampakan bulan sabit pada hari Kamis akan tetap mustahil di bagian timur dunia Islam dan sulit di wilayah tengah. (ndi/gulfnews)
