• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Mengenal Ali Larijani Panglima Perang Iran yang Sahid Serangan Israel
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Politik

Mengenal Ali Larijani Panglima Perang Iran yang Sahid Serangan Israel

Redaktur III Rabu, 18 Maret 2026
Share
5 Min Read
Ali Larijani / foto: X
Ali Larijani / foto: X

Aktual.co.id – Lahir pada 3 Juni 1958 di Najaf, Irak, dari keluarga kaya asal kota Amol, Iran, Ali Larijani berasal dari dinasti yang berpengaruh sehingga pada tahun 2009. Bahkan majalah Time menyebutnya sebagai “Kennedy-nya Iran”.

Ayahnya, Mirza Hashem Amoli, seorang cendekiawan agama terkemuka. Dan seperti Larijani, saudara-saudaranya juga pernah menduduki beberapa posisi berpengaruh di Iran, termasuk di lembaga peradilan dan Majelis Pakar, sebuah dewan cendekiawan yang berwenang memilih dan mengawasi pemimpin tertinggi.

Hubungan Larijani dengan elit revolusioner Iran pasca-1979 juga bersifat pribadi. Pada usia 20 tahun, ia menikahi Farideh Motahari, putri Morteza Motahhari, orang kepercayaan dekat pendiri Republik Islam Iran, Ruhollah Khomeini.

Meskipun keluarganya memiliki akar agama yang konservatif, anak-anaknya memiliki jalan hidup yang beragam. Putrinya, Fatemeh, seorang lulusan kedokteran dari Universitas Teheran, menyelesaikan spesialisasi di Cleveland State University di Ohio, AS.

Berbeda dengan banyak rekan-rekannya yang hanya berasal dari pendidikan keagamaan, Larijani juga memiliki latar belakang akademis sekuler.

Baca Juga:  Trump Akan Kenakan Tarif yang Tidak Setuju dengan Greenland

Pada tahun 1979, ia meraih gelar sarjana di bidang Matematika dan Ilmu Komputer dari Universitas Teknologi Sharif. Kemudian, menyelesaikan gelar master dan doktor di bidang filsafat Barat dari Universitas Teheran, dengan menulis tesis tentang Immanuel Kant.

Setelah revolusi 1979, ia bergabung dengan IRGC pada awal 1980-an, sebelum beralih ke pemerintahan, menjabat sebagai menteri kebudayaan di bawah Presiden Akbar Hashemi Rafsanjani antara tahun 1994 dan 1997, dan sebagai kepala lembaga penyiaran negara, IRIB, dari tahun 1994 hingga 2004.

Selama masa jabatannya di IRIB, ia menghadapi kritik dari kaum reformis yang menuduh kebijakan-kebijakannya yang restriktif mendorong kaum muda Iran beralih ke media asing.

Antara tahun 2008 dan 2020, ia menjabat sebagai Ketua Parlemen (Majlis) selama tiga periode berturut-turut, memainkan peran utama dalam membentuk kebijakan dalam negeri dan luar negeri.

Ali Larijani mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2005 sebagai kandidat konservatif tetapi tidak lolos ke putaran kedua.

Pada tahun yang sama, ia diangkat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi dan kepala negosiator nuklir negara tersebut.

Baca Juga:  Penerbangan Internasional Terganggu Imbas Serangan Israel ke Iran

Ia mengundurkan diri dari jabatan tersebut pada tahun 2007, setelah semakin menjauh dari kebijakan nuklir Presiden Mahmoud Ahmadinejad saat itu.

Larijani memasuki parlemen pada tahun 2008, memenangkan kursi untuk mewakili pusat keagamaan Qom, dan menjadi ketua parlemen.

Hal ini memungkinkan untuk meningkatkan pengaruhnya, dan mempertahankan hubungannya dengan isu nuklir, mengamankan persetujuan parlemen untuk kesepakatan nuklir tahun 2015 antara Iran dan kekuatan dunia, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Setelah meninggalkan jabatannya sebagai ketua parlemen pada tahun 2020, Larijani mencoba mencalonkan diri sebagai presiden untuk kedua kalinya dalam pemilihan tahun 2021.

Namun kali ini, ia didiskualifikasi oleh Dewan Penjaga Konstitusi, yang bertugas menyeleksi kandidat. Ia kembali didiskualifikasi ketika mencoba mencalonkan diri dalam pemilihan presiden tahun 2024.

Dewan Penjaga Konstitusi tidak memberikan alasan atas diskualifikasi tersebut, tetapi para analis memandang langkah tahun 2021 sebagai cara penguasa membersihkan jalan bagi tokoh garis keras Ebrahim Raisi, yang memenangkan pemilihan.

Baca Juga:  Intel Membukukan Laba Dalam Triwulan Pertama Sejak AS Pegang Saham Utama

Larijani mengkritik diskualifikasi tahun 2024 sebagai “tidak transparan”. Namun, ia kembali menduduki posisi berpengaruh pada Agustus 2025, ketika ia diangkat kembali sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi oleh Presiden Masoud Pezeshkian.

Pada Oktober 2025, muncul laporan Larijani telah membatalkan perjanjian kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), dengan menyatakan bahwa laporan badan tersebut “tidak lagi efektif”

Terlepas dari sikap keras itu, Larijani sering dianggap pragmatis dan seseorang di dalam sistem Iran yang bersedia berkompromi, sebagian peran di masa lalu dalam mendukung kesepakatan nuklir tahun 2015.

Hanya beberapa minggu sebelum eskalasi saat ini, Larijani dilaporkan terlibat dalam negosiasi tidak langsung dengan AS.

Pada bulan Februari, selama pembicaraan yang dimediasi oleh Oman, ia mengatakan bahwa Teheran belum menerima proposal spesifik dari Washington, dan menuduh Israel mencoba menyabotase jalur diplomatik untuk “memicu perang”. (ndi/Aljazeera)

SHARE
Tag :Ali LarijaniAmerika SerikatIranIsrael
Ad imageAd image

Berita Aktual

Arya Khan dan Pinkan Mambo/ Foto: Ist
Arya Khan dan Pinkan Mambo Mengumumkan Bercerai
Minggu, 10 Mei 2026
Redmi K90 Pro Max/ Foto: capture ANTARA
Redmi Dikabarkan Membatalkan Peluncuran K100 Pro Max Tahun Ini
Minggu, 10 Mei 2026
Al Ghazali dan Alyssa Daguise / Foto: capture ANTARA
Pasangan Al Ghazali dan Alyssa Daguise Mengumumkan Kelahiran Soleil Zephora Ghazali
Minggu, 10 Mei 2026
Pemandangan umum Terminal Minyak Pulau Kharg, Iran/ Foto: Middle East Monitor
Terpantau Tumpahan Minyak Meluas di Dekat Pulau Kharg Iran
Minggu, 10 Mei 2026
Pesawat Frontier Airlines / Foto: Ist
Seseorang Tewas Tertabrak Pesawat Sebelum Lepas Landas di Bandara Denver
Minggu, 10 Mei 2026

Mental Health

Ilustrasi pria dan ponsel/ foto: freepik

Peneliti Menyebutkan Berhenti dari Medsos Tidak Signifikan Menghentikan Stres

Ilustrasi serangan asma/ Foto: national today

Hari Asma se Dunia Memperingatkan Bahaya Kesehatan Pernapasan

Ilustrasi bekerja/ Foto: freepik

Berikut Kiat Agar Tidak Dimanfaatkan oleh Orang Lain

Ilustrasi bugar/ Foto: freepik

Berikut Menjaga Badan Agar Tetap Bugar dan Terhindar Stres

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

PIHPS Harga Cabai Rawit Rp52.850,- Per Kilogram

Baku Tembak Kembali Terjadi Antara Iran dan AS di Selat Hormuz

Ratusan Warga Israel Dibatalkan Reservasi Hotel Dampak Konflk AS dan Iran

Manajemen WOODZ Angkat Bicara Soal Perekrutan Kru Tanpa Bayaran

Huawei Resmi Meluncurkan Tablet Matepad Pro Max Secara Global

More News

Menteri HAM Natalius Pigai / Foto: IG

MenHAM: Beberapa Negara Menyediakan Ruang Khusus untuk Unjuk Rasa

Senin, 15 September 2025
Kapal di Selat Hormuz/ Foto: the guardian

Harga Minyak Naik Dampak Perang yang Terjadi di Iran

Senin, 2 Maret 2026
Luthfansa Air / Foto :Wikipedia

Wilayah Udara Iran Ditutup untuk Penerbangan Komersial Pasca Diserang Israel.

Sabtu, 14 Juni 2025
Gusti Purbaya dan Gusti Mangkubumi / Foto: Tribun

Geger Kembali Perebutan Raja Keraton Surakarta Pakubuwono XIV

Kamis, 13 November 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id