• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: WHO: Perang Iran Vs Israel AS BIsa Memicu Persoalan Penyakit Berkepanjangan
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Politik

WHO: Perang Iran Vs Israel AS BIsa Memicu Persoalan Penyakit Berkepanjangan

Redaktur III Kamis, 26 Maret 2026
Share
4 Min Read
Warga berkumpul di sekitar gedung kantor polisi yang rusak di pusat kota Teheran, Iran/ Foto: aljazeera
Warga berkumpul di sekitar gedung kantor polisi yang rusak di pusat kota Teheran, Iran/ Foto: aljazeera

Aktual.co.id – Penghentian permusuhan di Timur Tengah sangat diperlukan untuk menghentikan krisis kesehatan yang sedang terjadi, demikian disampaikan kepala Organisasi Kesehatan Dunia di kawasan tersebut.

“Rumah sakit dan fasilitas perawatan kesehatan lainnya harus diperlakukan sebagai tempat perlindungan yang aman,” desak Dr. Hanan Balkhy direktur regional WHO untuk Mediterania Timur.

Dr. Hanan Balkhy/ Foto: The Guardian
Dr. Hanan Balkhy/ Foto: The Guardian

Dia mengatakan para pejabat sedang memperbarui pedoman dan bersiap jika terjadi dampak pada lokasi nuklir, dan serangan terhadap pabrik desalinasi air.

“Situasinya sudah cukup sulit selama beberapa waktu, tetapi apa yang dilihat hanyalah krisis kesehatan regional nyata yang terjadi secara langsung di berbagai bagian wilayah ini,” kata Balkhy kepada Guardian.

Perang AS-Israel di Iran telah menewaskan lebih dari 1.000 orang di Lebanon, lebih dari 1.500 orang di Iran, dan 16 orang di Israel, dan lebih dari selusin kematian dilaporkan di Tepi Barat dan negara-negara Teluk Arab.

Baca Juga:  Rieki Diah Pitaloka Posting Tentang Melintasnya USS Nimitz CVN 68 di Laut Aceh

Orang-orang dengan penyakit kronis mengalami gangguan pengobatan akibat penutupan rumah sakit dan pengungsian orang-orang di mana.

“Dalam waktu kurang dari satu bulan, 3,2 juta orang telah mengungsi dari rumahnya di Iran dan lebih dari 1 juta orang di Lebanon,” kata Balkhy.

Menurutnya, dampak buruk konflik di seluruh wilayah tersebut akan berlangsung jangka Panjang. Ia menyatakan keprihatinannya atas dampak terhadap angka kematian ibu dan kesehatan mental, serta anak-anak yang menjadi yatim piatu dan tidak mendapatkan pendidikan.

Balkhy mengatakan kekhawatirannya tentang potensi situs nuklir untuk diserang, baik sengaja maupun tidak sengaja. “Dampak kesehatan akibat kekurangan air jika pabrik desalinasi menjadi sasaran lebih lanjut,” katanya

Baca Juga:  Iran Dilaporkan Menolak Usulan Gencatan Senjata dengan Amerika Serikat

Ia berbicara sebelum Organisasi Energi Atom Iran melaporkan sebuah proyektil menghantam area pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr pada Selasa malam. Fasilitas yang sama dilaporkan juga terkena serangan pada 17 Maret 2026.

“Kekhawatiran ini mendorong saya mempersiapkan diri dan meminta tim untuk mempersiapkan diri. Dan itulah yang sedang kami lakukan,” katanya.

WHO bekerja sama dengan badan-badan PBB lainnya untuk mencoba menemukan cara mengurangi bencana semacam itu jika memang terjadi.

Balkhy mengatakan air hujan dapat membawa kontaminasi dari serangan terhadap lokasi pengeboran minyak atau fasilitas nuklir ke sumber air bawah tanah.

“Jadi, meskipun ada harapan akan sumber air jenis lain, air tersebut dapat terkontaminasi. Kita melihat hal ini berkembang dengan cara yang sangat berbahaya dan satu-satunya solusi bagi kita saat ini adalah de-eskalasi yang signifikan atau jeda – dan mudah-mudahan jeda permanen – dalam eskalasi perang ini,” katanya.

Baca Juga:  AS Melakukan Penyerangan Iran di Tengah Gencatana Senjata yang Rapuh

Balkhy mengatakan bahwa, orang-orang yang dilanda perang akan bersembunyi di rumah sakit karena yakin rumah sakit itu tidak akan dibom. “Itu tidak lagi terjadi sekarang. Jadi saya pikir kita perlu banyak fokus pada bagaimana mengembalikan kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional tentang pengamanan layanan kesehatan,” katanya

Sementara itu, ia mengatakan krisis di Gaza, Sudan, dan Yaman diabaikan karena perhatian dunia beralih ke konflik AS-Iran. “Ini sangat menyedihkan karena, di balik pengabaian itu, ada banyak kesulitan, kematian, penyakit, dan pengungsian yang tidak diakui,” ungkapnya. (ndi/The Guardian)

 

SHARE
Tag :Amerika SerikatIranIsraelPerang Timur TengahWHO
Ad imageAd image

Berita Aktual

Pusat gempa bumi di Cianjur/ Foto: BMKG
Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 4,3 Terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat
Selasa, 1 September 2026
Seorang petugas penyelamat bekerja di pintu masuk terowongan di pembangkit listrik tenaga air Chilime di Rasuwa, Nepal/ Foto: The Guardian
Tim Penyelamat Berupaya Menjangkau 900 Orang Terjebak Terowongan di Banjir Nepal
Senin, 31 Agustus 2026
Grup E'LAST / Foto: Soompi
Grup E’LAST Mengakhiri Aktivitasnya Setelah Enam Tahun Berkarir
Senin, 31 Agustus 2026
Ibrahim Arief/ Foto: courtesy KOMPAS
Ibrahim Arief Divonis 5 Tahun Penjara Kasus Korupsi Chromebook di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta
Senin, 31 Agustus 2026
Lahan terbakar di kawasan Gunung Rinjani / Foto : Capture ANTARA
Kemenhut Menutup Sementara 9 Pendakian Taman Nasional di Indonesia
Senin, 31 Agustus 2026

Mental Health

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Lee Know dari Stray Kids Memberikan Donasi Korban Bencana di Nepal

Mengenal Gus Kikin yang Memiliki Kemampuan Bisnis Bidang Pelayaran

Sophia KATSEYE Dipastikan Tidak Ikut dalam Tur Dublin Karena Masalah Kesehatan

KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026 – 2031

Berikut Waktu Peluncuran dan Pra Pemesanan iPhone 18 Pro

More News

Kapal Tanker di Selat Hormuz / Foto: The Guardian

Iran Klaim Sudah Memberangkatkan 26 Kapal Melalui Selat Hormuz

Kamis, 21 Mei 2026
Tangkapan layar kendaraan taktis menabrak ojek online / Foto: net

Propam Polri : Pengemudi Rantis Brimob Adalah Bripka R

Jumat, 29 Agustus 2025
Sebuah kapal komersial berlabuh di lepas pantai Uni Emirat Arab di tengah gangguan di Selat Hormuz / Foto: The Guardian

Pasar Minyak Diprediksi Mengalami Kenaikan Pasca Konflik di Timur Tengah

Rabu, 4 Maret 2026
Donald J Trump/ Foto: The Guardian

Donald Trump Diklaim Setuju Mencairkan Aset Iran 24 Miliar Dolar

Sabtu, 13 Juni 2026
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id