Aktual.co.id – Pihak pengelola harta warisan Michael Jackson menghadapi gelombang baru tuduhan pelecehan seksual yang ditujukan kepada mendiang bintang pop tersebut, kali ini dari empat bersaudara dari New Jersey yang mengatakan telah dilecehkan selama bertahun-tahun.
Gugatan yang diajukan keempat bersaudara, tiga laki-laki dan satu perempuan, diajukan pada bulan Februari 2026 di pengadilan federal Los Angeles.
Gugatan ini menarik perhatian pada hari Jumat lalu setelah penggugat memberikan wawancara panjang lebar kepada New York Times tentang dugaan pelecehan dan manipulasi hukum yang diklaim keluarga mereka di tangan pihak pengelola harta warisan Jackson, jauh setelah kematian superstar tersebut pada tahun 2009.
Gugatan tersebut menyebutkan bahwa pihak keluarga Jackson dan para pengacara yang memimpinnya, John Branca dan John McLain, serta penyelidik swasta Herman Weisberg dijatuhi sebagai terdakwa.
Gugatan tersebut menyatakan Weisberg dan pengacara lain yang berafiliasi dengan Jackson secara keliru diperkenalkan keluarga Cascio sebagai pihak yang mewakili kepentingan negosiasi penyelesaian dengan pihak keluarga Jackson.
Gugatan tersebut mencakup detail yang mengganggu tentang dugaan pelecehan yang dilakukan saat Jackson melakukan perjalanan di AS dan luar negeri untuk tur konser.
Gugatan juga menuduh Jackson melakukan pelecehan terhadap keempat saudara kandung tersebut di rumah mereka sendiri di New Jersey, ketika Jackson berkunjung.
Perwakilan dari pihak keluarga Jackson menyebut gugatan itu sebagai upaya untuk mendapatkan uang dan pemerasan. Mereka mengklaim keluarga tersebut meminta uang dari pihak keluarga Jackson sebagai imbalan agar tidak mempublikasikan tuduhan mereka.
Para penggugat, yang kini sudah dewasa, adalah Edward Joseph Cascio, Dominic Savini Cascio, Marie-Nicole Porte, dan Aldo Cascio.
Gugatan tersebut menyatakan keluarga tersebut berhubungan dengan superstar itu melalui ayahnya yang bekerja di sebuah hotel mewah tempat Jackson sering menginap.
Saudara-saudara kandung tersebut menyatakan pelecehan dimulai ketika masih berusia tujuh tahun dan berlanjut hingga usia remaja.
Gugatan tersebut menegaskan orang tua Cascio tidak menyadari pelecehan tersebut dan menjadi korban manipulasi emosional untuk mempertahankan akses Jackson kepada saudara-saudara kandung tersebut.
Menanggapai hal tersebut, pengacara keluarga Michael Jackson Martin Singer mengatakan bahwa gugatan tersebut bentuk upaya pemerasan untuk mendapatkan uang.
“Pengajuan gugatan baru ini adalah taktik mencari forum yang menguntungkan dalam skema mendapatkan ratusan juta dolar dari harta warisan dan perusahaan Michael,” kata pengacara Martin Singer.
Disampaikan bahwa, gugatan ini terjadi setelah 15 tahun setelah kematian Michael, sehingga tidak ada risiko dituntut atas pencemaran nama baik.
Ketenaran serta kontroversi kehidupan Michael Jackson sering dijadikan alat seseorang untuk menjadi korban pelecehan asusila, padahal keinginan utamanya untuk melakukan pemerasan. (ndi/variety)
