Apakah penyakit virus Hanta?
Penyakit zoonosis (penyakit yang ditularkan melalui binatang) akibat infeksi virus dalam kelompok genus Orthohantavirus dan famili Bunyaviridae yang ditularkan melalui Rodensia ( tikus, curut / celurut ),mempunyai riwayat kurang dari 14 hari kontak dengan rodensia.
Kemungkinan apa yang terjadi apabila terinfeksi penyakit virus Hanta?
Seseorang yang mengalami infeksi virus Hanta bisa mengalami komplikasi mengenai ginjal dan paru paru tergantung jenis virus Hanta nya, yaitu :
Haemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) atau dikenal sebagai penyakit virus Hanta ‘Old World’ dengan manifestasi berupa gangguan ginjal akut. Banyak tersebar di sebagian besar Eropa dan Asia.
Hantavirus pulmonary syndrome (HPS) atau dikenal sebagai penyakit virus Hanta ‘New World’ dengan manifestasi berupa gangguan paru paru dan pernafasan. Banyak tersebar sebagian besar di Amerika.
Apa saja gejala yang timbul akibat penyakit virus Hanta?
Pada Haemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS), gejala awal dapat berupa sakit kepala, nyeri perut, nyeri punggung, demam, menggigil, mual mual, penglihatan kabur, serta gejala lainnya seperti wajah kemerahan, mata merah, timbul ruam di kulit bahkan sampai perdarahan.
Bila penyakit berlanjut menjadi berat maka timbul tekanan darah rendah / menurun, perdarahan, pembuluh darah pecah, shock / penurunan kesadaran dan gangguan ginjal akut.
Pada Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) gejala awal dapat berupa kelelahan, demam, nyeri otot terutama di paha/pinggang/punggung dan bahu.
Bila penyakit berlanjut (4-10 hari kemudian) maka timbul batuk dan sesak nafas, timbunan cairan di dalam paru paru (efusi pleura, paru bengkak/oedem paru, ARDS) dan gagal nafas, gangguan jantung dan perfusi aliran darah (Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome/HCPS) yang dapat mengancam nyawa / kematian.
Bagaimana terjadinya penularan penyakit virus Hanta?
Seseorang dapat tertular virus Hanta dengan menghirup atau terhirup udara yang terkontaminasi virus Hanta dari cairan kencing, kotoran/tinja, air liur atau gigitan langsung tikus atau celurut.
Siapakah yang berisiko terkena penyakit virus Hanta?
Setiap orang berisiko dapat terkena penyakit virus Hanta selama adanya kontak dengan binatang rodensia (tikus,celurut), yaitu :
Kegiatan membuka dan membersihkan gudang, lumbung padi, garasi motor/mobil yang lama tidak terpakai dan tidak terjaga kebersihannya
Kegiatan membersihkan rumah, tempat bersarang tikus di plafon/atap rumah, saluran pembuangan, bak sampah
Kegiatan berkemah,pendakian gunung,area perkebunan dan persawahan yang bisa menjadi tempat bersarang rodensia (tikus,celurut)

Bagaimana pencegahan penyakit virus Hanta?
Pencegahan dilakukan dengan pengendalian hama tikus serta menghindari kontak air kencing,air liur,tinja dan menghindari gigitan tikus.
Upaya yang dapat dilakukan?
Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar,menutup lubang2 yang menjadi tempat masuknya tikus kedalam rumah atau di tempat kerja
Menempatkan perangkap tikus di sekitar tempat tinggal dan tempat kerja untuk mengurangi populasi rodensia/tikus
Melindungi makanan dan minuman dari kemungkinan tercemar tikus/rodensia,memakai tudung saji atau disimpan pada wadah tertutup.
Menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) misalkan masker, sepatu booth, sarung tangan bila melakukan bersih-bersih rumah atau tempat yang kemungkinan menjadi sarang hama tikus
Rajin cuci tangan (hand washing) setelah aktifitas sehari hari.
Bagaimana pengobatan Penyakit Virus Hanta?
Sampai saat ini belum ada obat khusus untuk virus Hanta, tata kelola pengobatan ditujukan untuk menangani gejala yang timbul akibat infeksi tersebut.
Pemberian antibiotik bila disertai infeksi bacterial, hemodialisis bila terjadi gagal ginjal, pemakaian alat bantu nafas (ventilator mekanik, HFNC, dan lain-lain) bila terjadi gagal nafas.

Penulis :
Dr Agus Hidayat, dr., Sp.P(K)
Dokter Spesialis Paru Konsultan
RSUD Dr Soetomo Surabaya / RSI Pinatih Gresik
