Aktual.co.id – Kapal pesiar MV Hondius yang memicu kekhawatiran global akibat wabah hantavirus berlabuh di Rotterdam pada hari Senin 18 Mei 2026, dengan awak kapal yang akan dikarantina selama beberapa minggu.
Mengutip dari Channel News Asia, 25 awak kapal dan 2 staf medis tetap berada di atas kapal. Beberapa di antaranya terlihat mengenakan helm biru dan masker wajah putih saat kapal mendekati pelabuhan untuk proses penurunan penumpang dan disinfeksi.
Kapal tersebut dioperasikan perusahaan Belanda Oceanwide Expeditions telah menjadi berita dunia setelah 3 penumpang meninggal akibat hantavirus, sebuah virus langka yang belum ada vaksin maupun pengobatan khusus.
Organisasi Kesehatan Dunia berupaya keras meyakinkan bahwa wabah tersebut bukanlah pengulangan pandemi COVID-19.
Namun, virus tersebut memiliki masa inkubasi beberapa minggu yang lebih banyak kasus dari penghuni kapal dapat muncul di masa mendatang.
Hantavirus dikonfirmasi pada 7 pasien, dengan satu kasus lain yang kemungkinan besar positif, menurut perhitungan AFP dari sumber resmi.
“Hasil tes positif terbaru berasal dari Kanada dari seorang pasien yang berada di kapal Hondius,” kata para pejabat pada Minggu malam.
Orang-orang yang turun dari kapal terdiri dari 17 orang dari Filipina, 4 orang dari Belanda (dua awak kapal dan dua staf medis), 4 orang dari Ukraina, satu orang dari Rusia, dan satu orang dari Polandia.
Sebagian dari mereka akan tinggal di fasilitas karantina di pelabuhan, sementara yang lain akan melakukan isolasi mandiri di rumah.
Di dalam kapal juga terdapat jenazah seorang wanita Jerman yang meninggal selama perjalanan.
Setelah berlabuh, kapal menjalani prosedur pembersihan dan disinfeksi menyeluruh, demikian disampaikan operator. (ndi/CNA)
