Aktual.co.id – Global Sumud Flotilla, sebuah gerakan internasional yang memimpin misi kemanusiaan tengah dikepung oleh personel militer Israel dengan menaiki kapal di perairan internasional lepas pantai Siprus pada hari Senin.
“Armada Sumud Global sedang diserang!” tulis kelompok itu di X.
“Pendudukan Israel sekali lagi secara ilegal dan dengan kekerasan mencegat armada kapal kemanusiaan internasional kami dan menculik para sukarelawan kami.”
Pernyataan itu mengungkapkan kemarahan atas normalisasi pelanggaran hukum maritim internasional dan penculikan warga sipil yang damai di perairan internasional, serta menuntut pembebasan para aktivis dengan cepat dan diakhirinya blokade Gaza.
Rekaman video yang dibagikan penyelenggara menunjukkan para aktivis merekam saat pasukan Israel mendekati dan menaiki perahu-perahu tersebut.
Belum ada komentar langsung dari militer Israel. Lebih dari 50 kapal berangkat dari kota pelabuhan Marmaris di Turki pekan lalu untuk misi kemanusiaan untuk Palestina.
Harian Yedioth Ahronoth Israel melaporkan bahwa militer Israel telah menahan para aktivis di atas kapal-kapal armada tersebut, dan memindahkan ke kapal angkatan laut, kemudian akan mengangkut ke pelabuhan Ashdod di Israel.
“Kapal armada Munki telah diserang oleh pasukan pendudukan Israel. Saat ini kami telah kehilangan kontak dengan kapal tersebut,” kata Global Sumud Turkiye dalam sebuah pernyataan yang diunggah di X pada Senin pagi.
Bader al-Noaimi, salah satu pemimpin tim hukum Global Sumud Flotilla, mengatakan bahwa kapal-kapal tersebut berada di perairan internasional ketika pencegatan dimulai dan menuduh Israel menargetkan armada kemanusiaan yang damai.
“Armada kami berada di perairan internasional pada saat dimulainya agresi militer dan operasi terhadap armada kemanusiaan damai ini,” kata al-Noaimi.
Dia menambahkan kapal-kapal tersebut juga berada di dalam zona pencarian dan penyelamatan Siprus, yang menurutnya pihak berwenang Siprus memiliki kewajiban hukum berdasarkan Konvensi
“Kami telah mengirimkan panggilan darurat sejak awal serangan terhadap armada tersebut,” katanya, menambahkan bahwa panggilan tersebut dimulai sekitar pukul 07:20 GMT.
Turki mengecam operasi Israel tersebut. “Kami mengutuk intervensi pasukan Israel di perairan internasional terhadap Armada Global, yang merupakan tindakan pembajakan baru,” kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.
Sekitar satu jam sebelum pencegatan yang dilaporkan, Kementerian Luar Negeri Israel telah memperingatkan armada tersebut untuk mengubah haluannya.
“Ubah haluan dan segera berbalik,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan. Sebelumnya, stasiun penyiaran publik Israel, Kan, melaporkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diperkirakan akan memberi wewenang kepada militer untuk mencegah armada tersebut mencapai Gaza dan untuk menangkap kapal-kapal yang mencoba menerobos blokade laut.
Israel telah memberlakukan blokade terhadap Gaza sejak tahun 2007, dengan alasan untuk mencegah senjata mencapai Hamas dan kelompok bersenjata lainnya.
Kelompok hak asasi manusia dan organisasi kemanusiaan berulang kali mengkritik blokade tersebut, menggambarkannya sebagai hukuman kolektif yang dikenakan pada penduduk Gaza. (ndi/Aljazeera)
