Aktual.co.id – Tingginya harga minyak dunia berpengaruh pada penjualan produsen otomotif di beberapa negara. Salah satunya produsen mobil hybrid asal Korea Hyundai yang menunjukkan peningkatan saat harga minyak tinggi akibat konflik di timur tengah.
Menutip laporan dari CarsCoops, penjualan mobil hybrid melonjak 90% dibandingkan tahun lalu. Penjualan Sonata Hybrid naik 250%, sementara Santa Fe (30%), Elantra (29%), dan Tucson (10%) hybrid juga mengalami peningkatan.
Kendaraan listrik juga pulih setelah penghapusan kredit pajak federal tahun lalu. Bahkan, Ioniq 5 mencatatkan penjualan terbaiknya di bulan Mei, dengan peningkatan 28% menjadi 5.002 unit.
Model ini mengalami peningkatan 16% sepanjang tahun ini, dengan 18.395 unit hatchback listrik telah terjual habis oleh pelanggan.
Ioniq 9 juga menunjukkan performa yang baik dengan penjualan sebanyak 1.145 unit bulan lalu. Angka tersebut tidak fantastis, tetapi masih menunjukkan peningkatan sebesar 279% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Secara keseluruhan, penjualan Hyundai naik 3% menjadi 87.468 unit. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh Tucson, yang terjual sebanyak 20.581 unit pada bulan Mei.
Crossover ini diikuti oleh Elantra yang terjangkau, yang naik 7% menjadi 16.819 unit. Palisade juga terbukti populer karena konsumen membeli sebanyak 13.089 unit.
Adapun pihak yang mengalami penurunan penjualan, bukanlah kejutan besar karena penjualan Ioniq 6 turun 85% menjadi 176 unit.
Tentu saja, itu bukanlah hal yang mengejutkan karena perusahaan telah menghentikan produksi model utama dan varian N berperforma tinggi belum dijual di Amerika. (ndi/CarsCoops)
