Aktual.co.id – Pergerakan kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, dengan sejumlah tanker pembawa minyak Saudi dan produk minyak Iran kembali melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.
Data perusahaan analitik Kpler menunjukkan tanker Awtad yang mengangkut 2 juta barel minyak mentah dari Arab Saudi telah melintasi Selat Hormuz dan keluar dari kawasan Teluk pada Kamis.
Kapal tersebut diketahui menuju Korea Selatan untuk mengirimkan muatan minyak mentahnya. Sementara itu, tanker Viraj yang mengangkut sekitar 27.500 barel produk minyak dari Pelabuhan Bandar Imam Khomeini di Iran juga melewati Selat Hormuz dan bergerak menuju Uni Emirat Arab.
Dilaporkan oleh Anadolu, dua kapal tanker Saudi lainnya, yakni Shaden dan Jaham, juga diduga melintasi Selat Hormuz dengan sistem identifikasi otomatis atau Automatic Identification System (AIS) dalam kondisi tidak aktif.
Kedua kapal tersebut saat ini berada di perairan Teluk Oman. Pergerakan kapal-kapal tersebut terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan yang mencakup masa negosiasi selama 60 hari menuju perjanjian final.
Dalam nota kesepahaman yang terdiri atas 14 poin, Iran berkomitmen melakukan “segala upaya dan pengaturan yang diperlukan” agar kapal-kapal komersial dapat melintas secara aman dan tanpa biaya antara Teluk Persia dan Teluk Oman selama 60 hari.
Perhatian terhadap Selat Hormuz kembali meningkat setelah kesepakatan tersebut diumumkan, mengingat jalur pelayaran itu sempat mengalami gangguan besar sejak pecahnya perang AS/Israel-Iran pada 28 Februari.
Sebelum konflik berlangsung, sekitar 130 kapal melintasi Selat Hormuz setiap hari. Namun, berdasarkan perhitungan Anadolu, jumlah tersebut merosot lebih dari 90 persen selama perang.
Dalam 100 hari konflik, hanya sekitar 1.000 kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, atau rata-rata sekitar 10 kapal per hari. Sebagian besar kapal yang tetap melintas memilih menggunakan jalur pelayaran yang berada di wilayah perairan Iran atau mematikan sistem AIS saat melewati selat tersebut.
Selat Hormuz yang terletak di antara Iran dan Oman merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia karena menjadi penghubung utama pengiriman minyak mentah dan bahan bakar dari negara-negara Teluk ke pasar global. (ndi/Anadolu)