Aktual.co.id – Sengketa kepengurusan yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, disebut menjadi awal terbongkarnya penermuan 995 pucuk senjata di lingkungan sekolah tersebut.
“Karena tanpa ada sengketa itu kami enggak bisa masuk. Justru karena sengketa itu, kami memberhentikan ketua. Lalu, kami punya akses untuk masuk ke dalam ruangan, ruangan sekolah kan?,” kata Kuasa hukum yayasan, Hermawanto di sekolah swasta Jakarta Selatan, Jumat.
Mengutip dari ANTARA, Hermawanto mengatakan pengurus baru hanya dapat mengakses sejumlah ruangan usai memberhentikan ketua pengurus lama. Dari pemeriksaan ruangan tersebut, ditemukan barang yang diduga terlarang.
“Akhirnya kami coba buka-buka, enggak tahunya ketika kami buka ruangan itu kami temukan barang terlarang. Seandainya tidak ada sengketa, mungkin senjata itu masih ada di sini,” ucapnya.
Hermawanto menjelaskan, sengketa bermula dari dugaan penyalahgunaan dana yayasan pada 2013 terkait pembelian tanah oleh ketua pengurus yayasan sebelumnya berinisial IWD.
Menurutnya, dana yayasan digunakan untuk membeli tanah, namun beberapa tahun berlalu sertifikat tanah tersebut tercatat atas nama istri ketua pengurus lama, bukan atas nama yayasan.
Ketua pengurus lama saat itu memiliki posisi sebagai pengurus dalam struktur yayasan yang terdiri dari pembina, pengawas, dan pengurus.
“Ketua pengurus itu kami indikasikan ada (dugaan) penyalahgunaan dana yayasan pada saat tahun 2013 untuk membeli tanah. Tanah itu uangnya diambil dari yayasan untuk membeli tanah, enggak tahunya empat tahun kemudian sertifikat tanah itu atas nama istrinya, bukan atas nama sekolah yayasan,” ucapnya.
Polres Metro Jakarta Selatan mengungkapkan telah mengamankan ratusan airsoft gun, sejumlah senjata angin, satu pucuk senjata api, serta barang bukti lain dari gudang salah satu yayasan sekolah di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Pihak kepolisian menjelaskan, pada Jumat (10/7), personel piket Reskrim bersama Unit Identifikasi Polres Metro Jakarta Selatan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait dugaan temuan senjata di salah satu sekolah swasta.
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan sebanyak 995 unit airsoft gun yang terdiri atas 776 unit revolver airsoft gun dan 215 unit pistol airsoft gun.
Selain itu, petugas mengamankan empat pucuk senapan angin, satu pucuk senjata api merek Francispa, serta empat laras senjata panjang pabrikan.
Seluruh senjata api beserta empat laras senjata panjang diamankan Unit Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, sedangkan 995 unit airsoft gun dititipkan di Gudang Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Wasendak) Polda Metro Jaya.
Dalam pengembangan penyelidikan, pada Rabu (5/8), polisi kembali menemukan tiga pucukairsoft gun berjenis FN90, AK-47, dan M4 Carbine.
Selain temuan senjata, polisi juga menemukan dua linting yang diduga narkotika jenis ganja serta satu paket yang diduga sabu. Barang bukti tersebut saat ini ditangani oleh Satuan Reserse Narkoba Metro Jakarta Selatan untuk penyelidikan lebih lanjut. (ANTARA)
