Aktual.co.id – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan Indonesia memperkuat kemandirian di sektor transportasi melalui peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas).
“Molinas ini adalah kolaborasi, sinergi antara pemerintah, BUMN, dan juga perusahaan nasional dalam rangka meningkatkan peran dari kemandirian kita,” ujar Rosan dalam acara peluncuran dan peresmian Molinas beserta ekosistem pendukungnya di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis.
Mengutip dari ANTARA, Rosan menyampaikan Indonesia memiliki seluruh komponen yang dibutuhkan dalam membuat motor listrik nasional.
Untuk baterai, ujar Rosan, Indonesia menggunakan baterai berbasis nikel, sebab sebesar 46 persen cadangan nikel dunia berada di Indonesia. Selain itu, Indonesia juga memiliki teknologi dan kemampuan untuk mengembangkan motor listrik nasional.
“Sehingga karya anak bangsa ini bisa berkembang. Molinas ini bisa terjangkau, berkualitas, apalagi kami bisa menjalankan hilirisasi dari nikel ini menjadi baterai, sehingga bisa digunakan dalam produksi Molinas ke depannya,” ujar Rosan lagi.
Rosan mengatakan peluncuran Molinas sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa Indonesia harus mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri untuk setiap kegiatan ekonomi.
“Acara hari ini sangat-sangat penting dan sangat-sangat strategis, karena sesuai dengan arahan Bapak Presiden bahwa kita ini harus mandiri,” kata Rosan.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Molinas buatan dalam negeri beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis.
Presiden Prabowo, saat memberikan sambutannya, memuji keberanian dari pelaku usaha swasta, terutama yang mau ambil risiko memproduksi motor listrik, di tengah gempuran persaingan motor listrik buatan China, Jepang ataupun Korea Selatan.
Bagi Presiden, langkah para pengusaha itu merupakan bagian dari usaha bersama membangun Indonesia yang sering disebut sebagai Indonesia Incorporated oleh Presiden Prabowo.
Menurut Prabowo, keberanian pengusaha memproduksi motor listrik merupakan bagian dari kepentingan nasional, khususnya dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) yang diimpor dari luar negeri. (ANTARA)
