Aktual.co.id – Juru bicara kepolisian Nepal, Wakil Inspektur Jenderal Abi Narayan Kafle, mengatakan bahwa selain memprioritaskan pencarian orang hilang, pihak berwenang juga harus memastikan keamanan dan ketertiban di daerah yang terkena bencana alam.
Menurut Kafle, sejumlah bank di Rasuwa, Dhading, Chitwan, dan lokasi lainnya mengalami kerusakan parah. Brankas berisi uang tunai, emas, dan barang berharga lainnya, sebanyak 20 bank hanyut terbawa banjir atau terkubur dalam lumpur tebal.
Polisi memfokuskan upaya menemukan dan mengamankan brankas-brankas ini guna mencegah isinya jatuh ke tangan yang salah. Pihak berwenang mencatat beberapa kasus di mana orang membobol brankas dan tersapu banjir saat mencoba mencuri uang.
Di distrik Dhading, polisi menangkap 29 orang karena mencuri 9,2 juta rupee Nepal dari brankas yang hanyut akibat banjir di daerah Rasuwa Hulu.
Pada malam hari tanggal 30 Agustus 2026, setelah hampir delapan jam, pihak berwenang berhasil menemukan dan mengamankan brankas di cabang Dhunge Bank Pembangunan Pertanian di Trishuli. Brankas tersebut berisi uang tunai 15 juta rupee Nepal, serta barang berharga lainnya, termasuk emas senilai 500 juta rupee Nepal.
Dalam kasus lain, polisi di Nuwakot menyita brankas berisi uang tunai dan emas milik Krishi Vikas Bank. Kepolisian Nepal telah mengerahkan 7.894 petugas dan tentara berpartisipasi dalam operasi pencarian dan penyelamatan di daerah bencana. Dari 25 petugas polisi yang hilang sejak bencana, jenazah tiga orang telah ditemukan. (Vietnam/ndi)
