Aktual.co.id – Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mengapresiasi tindakan Kepolisian Kota Besar (Polrestabes) Surabaya yang berhasil menangkap pelaku prostitusi di eks lokalisasi Moroseneng Surabaya.
“Pertama kami apresiasi terhadap penangkapan pelaku prostitusi di eks lokalisasi Moroseneng oleh polisi. Namun menurut kami yang memiliki peran penting justru dari Satpol PP,” kata Yona, Senin (13/10)
Dikatakan Yona bahwa sebelumnya Komisi A DPRD Kota Surabaya sudah melakukan sudah terhadap eks lokalisasi di Moroseneng, karena terdapat informasi jika aktifitas lokalisasi kembali menggeliat di sana.
Kemudian dari pihak Kecamatan Benowo melakukan razia namun dilaporkan oleh Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimca) Benowo tidak ditemukan adanya kegiatan lokalisasi di tempat tersebut.
“Namun demikian kami menduga kuat adanya kegiatan prostitusi informasi dari hasil sidak kami sendiri yang menjumpai adanya prostitusi,” ujarnya
Yona menduga ada kesan ditutup-tutupi, kemudian ketika aparat penegak hukum (APH) melakukan razia dan akhirnya berhasil menangkap pelaku prostitusi.
“Seharusnya fungsi Satpol PP diharapkan lebih peka terhadap isu atau informasi adanya kegiatan penyakit masyarakat tanpa harus menunggu dari sidak dari DPRD Kota Surabaya,” ungkapnya.
Mestinya, ujar Yona, Satpol PP sudah mendapatkan informasi yang lebih detail tentang kegiatan prostitusi. Menurutnya razia yang pertama ada informasi bocor sehingga pada saat razia petugas tidak menemukan kegiatan prostitusi di tempat tersebut.
Yona sangat menyayangkan adanya statement dari Pemkot Surabaya dari unsur kecamatan Benowo tidak ada kegiatan prostitusi, sementara dari kepolisian berhasil menangkap terduga kegiatan lokalisasi di sana.
“Atas kejadian ini kami meminta agar rekan – rekan Satpol PP untuk lebih intens terhadap kegiatan sampah masyarakat jangan sampai Surabaya dikotori kegiatan seperti itu,” kata Yona.
Ditambahkan oleh Yona, bahwa kegiatan prostitusi diduga masih terjadi di eks lokalisasi yang sudah ditutup oleh Pemkot Surabaya. Untuk itu dirinya meminta agar Satpol PP lebih intens untuk mengawasi serta melakukan tindakan jika terjadi prostitusi termasuk yang ada di hotel melalui jaringan digital. (ndi)
