Aktual.co.id – Divisi Perdata ke-31 Pengadilan Distrik Pusat Seoul mengadakan sidang terakhir dalam sengketa hukum yang sedang berlangsung antara HYBE Labels dan mantan CEO ADOR, Min Hee Jin, terkait ketidakberlakuan kontrak pemegang saham mereka, Kamis 15 Januari 2026.
Min Hee Jin tidak hadir secara langsung dalam sidang terakhir, dan kedua belah pihak diwakili oleh tim hukum mereka
Pada hari ini, HYBE Labels terus menuduh Min Hee Jin berusaha merebut ADOR dan NewJeans dari HYBE. Menekankan bahwa agensi tersebut telah menginvestasikan sekitar 21 miliar KRW (Rp.236 miliar) dalam peluncuran NewJeans.
“Terdakwa mencari cara untuk merebut ADOR untuk dirinya sendiri dan melarikan diri dari HYBE dengan NewJeans. Pengadilan mengakui hal ini sebagai fakta pada bulan Mei lalu ketika memutuskan bahwa kontrak eksklusif girl group tersebut dengan HYBE tetap berlaku,” ujar penasehat hukum HYBE
HYBE kemudian menyatakan, berdasarkan percakapan KakaoTalk, dokumen tertulis, dan bukti tambahan yang disajikan, niat terdakwa sudah jelas.
“Terdakwa berencana memanipulasi media dan menekan HYBE agar menjual saham ADOR, sehingga NewJeans memiliki alasan palsu untuk mengakhiri kontrak eksklusif mereka,” kata pengacara HYBE. Ditambahkan bahwa, percakapan yang terjadi di KakaoTalk tidak hanya berhenti pada obrolan atau spekulasi belaka.
“Terdakwa meminta nasihat dari para ahli hukum dan orang dalam industri dalam rencana. Mereka juga bertemu dengan orang tua anggota NewJeans dan calon investor, serta mengusulkan kesepakatan,” kata penasehat hukum HYBE.
Terakhir, HYBE menyatakan, Yang penting, semua poin yang dicantumkan NewJeans sebagai alasan pemutusan kontrak berasal dari klaim yang dibuat oleh tergugat terhadap HYBE pada tahun 2024 sebagai bagian dari permainan media mereka.
Alasan-alasan yang disebut tersebut semuanya dinyatakan tidak berdasar oleh pengadilan. Tujuan dari kontrak pemegang saham antara HYBE dan tergugat adalah pertumbuhan dan kemajuan kolaboratif ADOR.
“Mengingat bahwa tergugat telah melanggar perjanjian kepercayaan ini, kerja sama lebih lanjut bukanlah pilihan,” ujar pengadilan
Sementara itu, HYBE mengakhiri kontrak pemegang saham antara agensi tersebut dan Min Hee Jin pada Juli 2024. Dua bulan kemudian, Min Hee Jin dipecat sebagai CEO ADOR.
Pada November tahun yang sama, Min Hee Jin menyatakan ia akan menggunakan opsi jual (put option) senilai sekitar 26 miliar KRW setelah pemecatannya dari ADOR.
HYBE bersikeras bahwa opsi jual tersebut tidak sah karena kontrak pemegang saham telah diakhiri. Pada Oktober 2025, pengadilan memutuskan kontrak eksklusif antara NewJeans dan ADOR tetap berlaku.
Tanpa mengajukan banding, kelima anggota NewJeans menyatakan kembali ke ADOR dan melanjutkan aktivitas grup mereka.
Namun, pada Desember tahun yang sama, ADOR secara sepihak mengakhiri kontrak eksklusif anggota Danielle, dan mengajukan gugatan terhadap Danielle, anggota keluarganya, dan Min Hee Jin untuk ganti rugi sebesar sekitar 43 miliar KRW (Rp489 miliar). (ndi/allkpop)
