Aktual.co.id – Amerika Serikat telah mengakui salah satu pesawatnya jatuh di Irak barat, di tengah perang gabungan negara itu dengan Israel melawan Iran.
Pada hari Kamis, Komando Pusat AS (CENTCOM), mengawasi operasi di Timur Tengah dan sebagian Asia, mengeluarkan pernyataan singkat yang mengumumkan jatuhnya pesawat dan upaya penyelamatan.
Tidak ada indikasi mengenai korban jiwa atau yang selamat. “Komando Pusat AS mengetahui hilangnya pesawat pengisian bahan bakar KC-135 milik AS. Insiden tersebut terjadi di wilayah udara sekutu selama Operasi Epic Fury, dan upaya penyelamatan sedang berlangsung,” bunyi pernyataan tersebut.
Pernyataan itu mengindikasikan kecelakaan tersebut melibatkan dua pesawat, yang kemungkinan bertabrakan atau melakukan manuver berdekatan. Pesawat kedua, kata pernyataan itu, mendarat dengan selamat.
“Ini bukan disebabkan tembakan musuh atau tembakan dari pihak sendiri,” tambah pernyataan itu. Namun, kelompok Perlawanan Islam di Irak mengklaim bertanggung jawab atas penembakan jatuh pesawat tersebut, mengumumkan mereka menembak jatuh pesawat KC-135 Angkatan Darat AS di Irak Barat.
Informasi yang dibagikan oleh CENTCOM masih samar mengenai apa yang sebenarnya terjadi, meskipun mengumumkan pesawat tersebut tidak ditembak jatuh oleh sekutu atau musuh.
“Sepertinya ini mungkin upaya atau operasi pengisian bahan bakar, dan kemudian pesawat tanker udara ini jatuh,” katanya.
Saat ini tengah dilakukan misi pencarian dan penyelamatan bagi tiga anggota awak pesawat karena pesawat tersebut dibutuhkan 3 orang awak untuk menerbangkan pesawat tanker pengisian bahan bakar tersebut. (ndi/Aljazeera)
