• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Penelitian: Rokok Elektrik Vape Bisa Menyebabkan Kanker Paru dan Mulut
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Viral

Penelitian: Rokok Elektrik Vape Bisa Menyebabkan Kanker Paru dan Mulut

Redaktur III Selasa, 31 Maret 2026
Share
4 Min Read
Ilustrasi penggunaan rokok elektrik/ Foto: the guardian
Ilustrasi penggunaan rokok elektrik/ Foto: the guardian

Aktual.co.id – Para peneliti menemukan penggunaan rokok elektrik kemungkinan besar menyebabkan kanker paru-paru dan kanker mulut.

Para peneliti kanker yang dipimpin oleh Universitas New South Wales di Sydney menganalisis tinjauan bukti dari studi hewan, laporan kasus manusia, dan penelitian laboratorium yang diterbitkan antara tahun 2017 dan 2025.  Dalam salah satu penilaian paling rinci hingga saat ini tentang rokok elektrik nikotin dapat menyebabkan kanker.

Ada tanda-tanda peringatan dini dalam tubuh yang terkait risiko kanker, termasuk kerusakan DNA dan peradangan, kata salah satu penulis, Profesor Madya Bernard Stewart.

Tinjauan yang diterbitkan dalam jurnal Carcinogenesis pada hari Selasa menemukan bahwa penggunaan rokok elektronik (vaping) dikaitkan dengan perubahan prakarsinogenik ini.

“Tidak diragukan lagi bahwa sel dan jaringan rongga mulut, mulut, dan paru-paru mengalami perubahan akibat menghirup asap rokok elektrik,” kata Stewart.

Baca Juga:  Ditemukan Bangkai Kapal yang Hilang Selama 140 Tahun

Karena rokok elektrik baru ditemukan awal tahun 2000-an, belum cukup data dari sejumlah orang yang menggunakan rokok elektrik yang menderita kanker.

Banyak pengguna rokok elektrik juga perokok, sehingga sulit untuk membedakan efek penggunaan rokok elektrik dari efek tembakau.

Oleh karena alasan-alasan tersebut, tinjauan ini tidak mengukur berapa banyak orang yang mungkin terkena kanker akibat vaping, tetapi menilai apakah hal ini menyebabkan jenis perubahan biologis yang bisa menimbulkan penyakit tersebut.

Tinjauan tersebut mencakup laporan kasus dari dokter gigi yang menemukan kanker mulut pada orang yang menggunakan rokok elektrik dan tidak pernah merokok.

Tinjauan itu juga meneliti studi pada hewan, dan Stewart merujuk sebuah studi yang menemukan bahwa tikus yang terpapar uap rokok elektrik mengembangkan tumor paru-paru dengan tingkat yang lebih tinggi daripada tikus yang tidak terpapar.

Baca Juga:  Indira Putri JKT48 Lolos SNBT 2025 di Kesempatan Terakhir Ikut Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri

“Berdasarkan semua pengetahuan itu. Kami menyimpulkan rokok elektrik kemungkinan besar menyebabkan kanker paru-paru dan kanker mulut, meskipun kami tidak dapat mengatakan seberapa besar beban tersebut,” katanya.

Penulis utama studi ini, ahli epidemiologi Profesor Madya Freddy Sitas, mengatakan dibutuhkan 100 tahun munculnya dan berkembangnya bukti sebelum Ahli Bedah Umum AS mengakui merokok sebagai penyebab kanker paru-paru pada tahun 1964.

Profesor Stephen Duffy, dari Queen Mary University London, mengatakan bahwa akan menjadi penafsiran berlebihan untuk mengatakan vaping sama berbahayanya dengan merokok berdasarkan penelitian tersebut.

“Karena vaping tidak melibatkan paparan produk pembakaran dalam merokok yang memiliki efek karsinogenik yang sangat besar,” katanya.

Namun Stewart mengatakan bahwa penggunaan rokok elektrik sering dinilai berdasarkan risiko kesehatannya dibandingkan dengan merokok, dan mengatakan penting untuk menilai apakah rokok elektrik dapat menyebabkan kanker “dengan sendirinya”.

Baca Juga:  Gempa Tapanuli Dipicu Aktivitas Lempeng Indo-Australia

Profesor Becky Freeman, seorang peneliti pengendalian tembakau dari Universitas Sydney, mengatakan: “Studi ini yang pertama menegaskan kemungkinan ada peningkatan risiko kanker bagi orang yang menggunakan rokok elektrik, dibandingkan orang yang tidak menggunakan rokok elektrik. Informasi ini sangat penting khususnya bagi kaum muda yang belum pernah merokok,” katanya.

Menudurtnya, hasil penelitian ini memperkuat undang-undang Australia yang membatasi akses vape hanya melalui apotek bagi orang yang menggunakannya untuk berhenti merokok adalah pendekatan yang tepat.

“Mencegah kaum muda mengakses produk vape, sekaligus menyediakan saluran yang diatur secara ketat bagi mereka yang menggunakannya untuk berhenti merokok, adalah sebuah keseimbangan,” ungkapnya. (ndi/the guardian)

SHARE
Tag :Kanker mulutkanker paruRokokVape
Ad imageAd image

Berita Aktual

Seorang petugas penyelamat bekerja di pintu masuk terowongan di pembangkit listrik tenaga air Chilime di Rasuwa, Nepal/ Foto: The Guardian
Tim Penyelamat Berupaya Menjangkau 900 Orang Terjebak Terowongan di Banjir Nepal
Senin, 31 Agustus 2026
Grup E'LAST / Foto: Soompi
Grup E’LAST Mengakhiri Aktivitasnya Setelah Enam Tahun Berkarir
Senin, 31 Agustus 2026
Ibrahim Arief/ Foto: courtesy KOMPAS
Ibrahim Arief Divonis 5 Tahun Penjara Kasus Korupsi Chromebook di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta
Senin, 31 Agustus 2026
Lahan terbakar di kawasan Gunung Rinjani / Foto : Capture ANTARA
Kemenhut Menutup Sementara 9 Pendakian Taman Nasional di Indonesia
Senin, 31 Agustus 2026
Pemandangan di Grand Canyon/ Foto: xinhua
Diperkirakan 20 Orang Dinyatakan Hilang dalam Banjir Bandang di Grand Canyon
Senin, 31 Agustus 2026

Mental Health

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Sidang Pleno Muktamar ke 35 NU Memutuskan Pemungutan Suara untuk Ketua PBNU

Korban Longsor dan Banjir Memakan Korban 586 Orang Meninggal di Nepal

Lee Know dari Stray Kids Memberikan Donasi Korban Bencana di Nepal

Apple Menaikkan Harga Semua Produk Termasuk Langganan Apple TV

Badan Penanggulangan Bencana Nepal Menyebutkan 675 Jenazah Ditemukan di Daerah Longsor Lumpur

More News

Personel Tomorrow X Together (TXT) / Foto : capture Soompi

TXT Comeback in July Ramai Dibicarakan Warganet Jelang Tour The Star Chapter : TOMORROW

Kamis, 26 Juni 2025
Dakota Dakota Chance bersama mendiang ayah Eddie/ Foto : Capture PEOPLE

Guru Ini Mendesain Kelas untuk Kenang Ayahnya Hingga Terasa Nyaman Bagi Semua

Senin, 1 September 2025
Kardinal Robert Prevost dinobatkan sebagai Paus Leo XIV yang baru / Foto : Ist

Kardinal Robert Prevost Terpilih Sebagai Paus Pertama dari AS

Jumat, 9 Mei 2025
Kim Tae Hyun dan Choi Yeon Soo / Foto: capture Allkpop

Kim Tae Hyun dari DickPunks Menikahi Model Choi Yeon Soo

Senin, 22 September 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id