Aktual.co.id – Keluarga korban kecelakaan Air India mengatakan bahwa mereka berharap mendapat lebih banyak jawaban dari penyelidik setelah laporan menemukan saklar bahan bakar pesawat terputus.
Sebelumnya, laporan awal dari Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India, yang diterbitkan pada hari Jumat, mengatakan kedua saklar bahan bakar pesawat dipindahkan ke posisi mati segera setelah lepas landas sehingga menyebabkan pasokan bahan bakar ke mesin terhenti.
“Dalam rekaman suara kokpit, salah satu pilot terdengar bertanya kepada pilot lainnya mengapa ia memotong jalur. Pilot lainnya menjawab bahwa ia tidak melakukannya,” demikian bunyi laporan tersebut sepeti dikutip The Guardian.
Pesawat Boeing 787 Dreamliner yang menuju London jatuh menimpa sebuah perguruan tinggi kedokteran tak lama setelah lepas landas dari bandara Ahmedabad pada 12 Juni 2025. Sebanyak 19 orang tewas di darat dan 67 orang mengalami luka serius.
Ishan Baxi, yang tinggal di Ahmedabad, mengatakan bahw dirinya berharap penyelidikan yang lebih transparan dan jujur. “Mohon tim investigasi tidak segan-segan mengungkap terjadinya kemungkinan cacat mekanis atau kelalaian dalam protokol penerbangan. Semua demi menghindari potensi kecelakaan di masa mendatang,” ungkapnya.
Keluarga Akeel Nanabawa, istri Hannaa Vorajee, dan putrinya yang berusia empat tahun, Sara Nanabawa, meninggal dalam kecelakaan itu, mengatakan bahwa laporan tersebut merupakan masih tahap awal, sementara keluarganya mencoba mengatasi beban ini..
“Di depannya, kita membutuhkan kejujuran, transparansi, dan komitmen yang teguh untuk mengungkap kebenaran seutuhnya,” kata mereka.
“Kita menerima takdir Tuhan, tetapi mengetahui apa yang terjadi akan membantu menenangkan hati kita dan memungkinkan kita memulai perjalanan panjang penyembuhan,” tambahnya.
Demetrius Danas, seorang pengacara penerbangan di Irwin Mitchell, mengatakan bahwa pihaknya terus mendampingi keluarga korban dari Air India. “Yang mereka inginkan hanyalah mendapatkan jawaban,” kata Irwin.
Lima puluh dua warga negara Inggris tewas, menjadikannya salah satu kecelakaan pesawat paling mematikan dalam hal jumlah korban jiwa warga Inggris.
Menteri Perhubungan Inggris, Heidi Alexander, mengatakan pada hari Minggu bahwa ia yakin dengan penyelidikan tersebut. “Kami siap membantu pihak berwenang India jika mereka membutuhkannya,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah pihak berwenang India telah bekerja dengan baik mengungkap penyebab kecelakaan ?
“Berdasarkan apa yang saya lihat sejauh ini, ya, tetapi kami siap memberikan bantuan apa pun. Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS juga terlibat secara berkelanjutan,” jawabnya.
Seorang juru bicara Air India mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan pemangku kepentingan, termasuk regulator.
“Kami terus bekerja sama sepenuhnya dengan Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat dan otoritas lainnya seiring perkembangan investigasi mereka,” ungkapnya. (ndi/theguardian)
